My Beloved Boss

My Beloved Boss
Kenapa bisa sesakit ini?



"Apa? jadi Kakek Buyut mau ke kamar mandi,Ayo Syla antar" Ujar Syla dan Kakek Jacky pun bangun dan berjalan di tuntun oleh Syla.


Mereka mengikuti Diana yang membawa Rivandra dan ternyata wanita itu membawa Rivandra ke sebuah bangku yang berada di taman belakang rumah.


"Lihat lah Kek si wanita ular itu "


"Iya Kakek bisa melihatnya"


Mereka sedang mengintip di balik pohon yang besar di samping taman tersebut.


"Mau apa kamu bawa-bawa saya ke sini"


"Sayang panggilannya jangan gitu dong kita kan sebentar lagi mau nikah"


"Nikah? Hahaha kamu kira saya mau menikah dengan wanita seperti mu"


Mereka sedang duduk di sebuah bangku taman yang di depannya terdapat sebuah taman bunga dengan berbagai jenis dan warna.


Tiba-tiba Diana naik ke pangkuan Rivandra dan menggesek-gesekan bokongnya di sana.


"Apa apaan kamu!" Rivandra ingin mendorong tubuh Diana dari pangkuannya tetapi diana langsung melingkarkan tangannya di leher Rivandra.


jika di lihat dari arah belakang mereka terlihat seperti sedang berciuman.


"Rivandra sayang bagai mana kalau malam ini kita bersenang-senang" Ujar Diana.


"Eyouhh Kakek lihat lah wanita murahan itu berani-beraninya dia duduk di pangkuan Om Vandra"


Kakek Jacky langsung menutup mata Syla"Kamu masih kecil jangan lihat adegan itu"


"Ya ampun Kek kita harus menghentikannya" Syla bersiap-siap untuk lari ke arah Rivandra tetapi kakek menahannya.


"Jangan ikut campur biar Vandra sendiri yang mengatasinya, Mending kau rekam saja aksi nya itu"Ujar Kakek Jacky.


"ya kau benar,tapi..."


"Sudah lah"


"Ihhh dasar Kakek tua" Umpat Syla.


Rivandra mendorong tubuh diana tetapi pegangan diana di leher Rivandra itu semakin kencang di tambah kedua kaki Diana yang menyapit pinggang Rivandra sehingga susah di lepas kan.


Dengan terpaksa Rivandra pun mendorong wanita itu dengan sangat kencang sehingga menyebabkan Diana tersungkar ke tanah dan Rivandra pun berdiri.


"Hahaha lihat lah Syla wanita itu tersungkar ke tanah"


"Haha kau benar sekali Kek"


"Wanita sialan" Umpat Rivandra.


"Sayang kenapa kamu tega mendorong ku,Ayo kita pergi bersenang-senang malam ini"


"Aku tidak tertarik dengan wanita seperti mu"


"Jadi kau tertarik dengan wanita seperti apa? Wanita murahan seperti sekretaris mu itu" Tanya nya.


"Ya aku tertarik dengan wanita seperti dia. Dia tidak murahan seperti mu" Ujar nya.


"Jelas-jelas dia itu murahan dia itu j*****"


"Tidak salah kau berbicara seperti itu? seharusnya panggilan itu cocoknya untuk mu" Ucap Rivandra dengan tertawa hambar.


" Kau... Akan aku adukan kepada Om Radithia" Ujarnya.


" Adukan saja kau itu memang wanita pengadu"


Hiss awas saja kau dasar wanita sialan aku akan menghabisi mu wanita rendah rakyat jelata.Gumam Diana di dalam hati.


"Kakek apa kau mendengarnya"


"Ya Syla aku mendengarnya"


"Aku ingin tahu seperti apa wajah sekretaris pujaan hati Om ku itu"


"Iya Kakek juga ingin mengetahuinya"


mereka pun masuk ke dalam rumah saat melihat Rivandra memasuki rumah. Tanpa ada yang menyadari di balik pohon yang berbeda seseorang telah merekam adegan yang di lakukan oleh Diana.


Saat Rivandra masuk rumah Diana masih di taman itu ia melihat semua sisi taman itu saat sudah di pastikan tempat itu aman ia melambaikan tangannya kepada seseorang yang merekam aksinya tadi.


"Gimana sudah kau video bagian itu nya"


"Sudah seperti yang anda perintahkan Bos"


"Bagus kau kirim Video itu ke nomor ini"Diana menunjukan nomor seseorang.


" Siap..."


"Dan kau kirim juga kepada ku"Titah Diana.


"Ini bayaran untuk mu dan ingat untuk melaksanakan perintah berikutnya" Diana menyerahkan uang yang berada dalam amplop.


Orang itu pun pergi dari sana dan Diana masuk ke dalam rumah dengan tersenyum senang.


"Diana Kau tidak masuk bersama Rivandra?" Tanya Pak Cipta.


"Tidak Dad tadi aku ke toilet dulu"


"Ohh iya Vandra belum kesini ya?"


"Dia tadi pamit untuk pulang" Ujar Radithia.


"Ohhh" Diana tidak begitu kesal saat di tinggal pergi oleh Rivandra karena ia sedang bahagia.


Mereka pun pamit kepada keluarga Rivandra untuk pulang.


"Kenapa kau sangat bahagia sekali Diana?" Tanya Pak Cipta.


"Haha iya Dad"Diana sangat bahagia karena ia telah mengirimkan video tadi kepada seseorang yang sangat ia benci.


***


Rivandra pulang ke apartemen dengan mengendarai mobil sendiri,saat Raihan akan mengantarkannya ia memilih membawa mobil sendiri.


" Sial!!!"Umpatnya.


Hari sudah mulai malam Rivandra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


***


Malam ini Shifa sedang duduk berselonjoran di kamarnya sembari menonton acara kesukaannya.


Shifa duduk di ranjang dengan menyandarkan punggung nya di kepala ranjang.


"Haha kenapa dia lucu sekali" Shifa tertawa terbahak-bahak saat menonton acara tersebut.


Tringg


Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda notifikasi pesan masuk,ia pun mengambil ponsel yang ada di sampingnya itu.


"Apaan sih ganggu aja" Ucapnya dengan wajah tersenyum karena masih mendengarkan acara yang berada di televisi itu.


Saat pesan itu di buka ia mengerutkan keningnya saat melihat no orang asing mengirim sebuah video.


"Video apa sih gak pen...." Ucapannya terpotong saat ia tidak sengaja memencet video itu dan otomatis video itu berputar.


Shifa menutup mulutnya tidak percaya.


"Pria B*******" Umpatnya.


Tanpa terasa sebuah cairan menetes begitu saja saat ia melihat video itu.


Video yang menampakan sorang pria dan wanita yang ia kenal sedang berciuman dengan begitu intim.


Di mana si wanitanya mencapitkan kedua kakinya di pinggang si pria dan menggesek gesekan bokongnya di pangkuan si pria itu. Siapa lagi kalau bukan Rivandra dan Diana.


"Kenapa hati ku sakit sekali saat melihat ini?" Tanya nya.


"Kenapa ciuman pertama ku harus di ambil sama pria B******* itu" Shifa menangis tersedu-sedu ia mematikan tlevisi dan ponselnya kemudian ia menarik selimbut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Shifa terus menangis ia juga tidak mengerti kenapa hatinya bisa sesakit ini saat melihat itu.


"Aku bukan wanita muraha yang bisa di permainkan seperti ini" Ucapnya masih dengan menangis sesenggukan.


Sudah cukup lama Shifa menangis sampai akhirnya ia tertidur dengan sendirinya.


Rivandra sudah sampai di apartemen nya ia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang seraya mengambil ponsel untuk menelpon Shifa.


"Kenapa tidak aktif" Ucapnya.


"Oh mungkin karena sudah malam jadi dia sudah tidur"


"Aku sangat merindukan mu Shifa apa kau juga merindukan ku"Gumamnya.


Rivandra teringat kembali saat di villa tadi malam, ia masih ingat bagai mana tawa shifa saat ia menjahili nya .


Ia juga masih ingat bagaimana cemberutnya Shifa saat ia mengungkit ciuman pagi hari saat di rumah Shifa.


" Aku ingin cepat hari esok aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu Shifa"Ujarnya seraya memeluk guling dengan tersenyum.


"Aku ingin memimpikan mu Shifa" Ujarnya sebelum ia tenggelam ke alam mimpinya.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like,Komen dan Vote.