
Satu bulan pun berlalu hari ini Shifa berangkat ke kantor pukul 07.00 dan sampai di sana pukul 07.25 jadi masih ada waktu untuk bersantai.
"Tumben Feya belum datang"Ucapnya.
Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di ponselnya.
Shifa hari ini aku gak masuk kantor karena ada acara keluarga. ~Feya~
"Huhh dia tidak masuk kerja"Gerutu Shifa ia pun duduk di kursinya.
"Masih ada waktu 15 menit" ucapnya sambil bermain ponsel.
Sedangkan di dalam ruangan yang berada di belakang Shifa sosok pria kejam siapa lagi kalau bukan Rivandra ia sedang melihat layar komputernya dengan sangat serius.
" Shifa.... Shifaaa..." Teriaknya tapi yang di panggil tidak merespon.
"Kemana dia"Ucapnya kemudian dia memanggil lewat telepon.
"Iya hallo ada yang bisa saya bantu" Ucap Shifa.
"Buatkan saya kopi"
"Baik Pak"
Shifa datang dengan membawa secangkir kopi .
"Permisi pak ini kopinya" Shifa meletakan kopi itu di meja.
" Hmmm Terimakasih" ucapnya.
"Tumben" Guman Shifa.
"Apa?" Tanya Rivandra yang tidak jelas mendengar ucapan Shifa.
"Tidak Pak"
" Apa feya tidak masuk " Tanya nya.
"Tidak pak dia sedang ada acara keluarga dan sudah mengirimkan surat izin" Jawab Shifa.
"Apa saja jadwal saya hari ini" Tanya Rivandra karena biasanya yang menyiapka jadwal itu Feya sedangkan sekarang Feya tidak masuk jadi di ambil alig oleh Shifa.
"Sebentar pak" shifa keluar dari ruangan itu untuk mengambil Ipad untuk memeriksa jadwal Bos nya itu. Karena yang membuat jadwal itu Feya jadi dia tidak mengetahuinya kalau tidak melihat.
Shifa pun masuk lagi ke dalam ruangan itu.
"Pukul 10.00 Ada rapat bersama para investor..."
"Iya saya sudah tahu terus setelah itu apa lagi "Tanya Rivandra.
"Pukul 14.00 bertemu para sahabat kemudian pukul 18.00 Bertemu dengan Diana "Ucap Shifa.
"Yang terakhir batalkan "Perintah Rivandra.
"sahabat tempatnya di mana" tanya Rivandra.
"Tempatnya sama dengan tempat bertemu para investor" Ucap Shifa.
"Yasudah sana kamu keluar dan nanti temani saya bertemu para investor" Ucapnya.
" Baik pak" Ucapnya.
" Dan hubungi Diana kemudian batalkan pertemuan itu, dan lagi kalau ada yang bertamu bilang saja saya sedang tidak ingin di ganggu"
" Baik pak saya permisi" Shifa melangkahkan kakinya ke luar ruangan ia pun menghubungi Diana sesuai yang di perintahkan oleh Rivandara meskipun ia tidak tahu siapa diana itu dan kenapa rivandra membatalkannya.
Sekarang Rivandra sudah tidak menjahilinya lagi sikap nya sedikit berubah entah karena apa Shifa pun tidak mengetahuinya tetapi yang pasti Pria itu tidak sekejam saar pertama Shifa masuk kerja.
Setelah menutup telepon Shifa mendengus sebal karena wanita yang bernama Diana itu malah memaki dirinya.
" Dasar wanita menyebalkan berani- beraninya dia memakiku" Gerutu Shifa.
Shifa pun melanjutkan pekerjaannya beberapa jam kemudian karena pekerjaannya telah selesai ia sedang melakukan Live streaming di sosial medianya. Tetapi kesenanganya itu terganggu saar terdengar suara benturan hils di lantai sehingga menggema di ruangan tersebut. Tampaklah seorang wanita yang memakai pakaian seksi bermotif kulit macan sehingga sangat terlihat lekuk tubuhnya perempuan itu berjalan ke arahnya.
" Hai gays sebentar ya karena aku lagi di kantor jadi gak bisa lama-lama" Ucapnya terhadap kamera kemudian ia pun menyimpan ponselnya dengan keadaan berdiri ia sandarkan di vas bunga kemudian ia pun menghalangi jalan wanita tadi untuk masuk ke ruangan Bosnya.
" Maaf Bu ingin bertemu dengan Siapa" Tanya Shifa.
" Tetapi anda belum membuat janji kalau ingin bertemu dengannya ibu bisa membuat janji terlebih dahulu dengan saya" Ucap Shifa.
" Heh kamu siapa hanya seorang sekretaris juga jangan ikut campur kamu"Ucap wanita itu sambil mendorong tubuh Shifa hampir saja tubuhnya mengenai ujung meja kalau ia tidak segera menahannya.
"Kamu pasti Sekretaris baru kan jadi kamu tidak mengenal ku"Ujar wanita itu dengan wajah sombong.
"Maaf bu tapi memang seperti itu peraturannya dan pak Rivndra juga sedang tidak menerima tamu "Jelas Shifa.
"Dan kalaupun ibu ingin bertemu biar saya buatkan janji terlebih dahulu tapi tidak sekarang karena beliau sedang tidak ingin di ganggu"Ucapnya lagi.
"Gehh bodoh saya ini kekasihnya nama saya DIANA MARTINZ jadi jangan pernah ngelarang saya"Ucapnya dengan ketus dan juga dengan raut wajah yang sombong dan angkuh.
"Ohh jadi ini Ibu Diana tohh" Ucap Shifa seraya tersenyum.
" Iya kenapa? Kamu takut aku adukan kepada Rivandra kalau kamu sudah berani kepada ku dan sebentar lagi dapat di pastikan kamu di pecat" Ucap wanita itu yang ternyata adalah Diana sambil menekan kalimat terakhirnya.
"Tapi sayangnya saya tidak takut untuk di pecat "Ucap Shifa dengan nada meledek.
"Hahaha kalangan rakyat jelata saja sok berani, mana tidak takut untuk di pecat lagi dan kalau kamu sudah di pecat dari perusahaan ini kamu tidak akan bisa bekerja di perusahaan mana pun hahaha "Diana terus saja mengejek Shifa membuat Shifa tersenyum sinis.
"Biarlah meskipun saya dari kalangan apa tadi kata mu? Jelata , nah iya itu jelata tapi saya masih mempunyai etika dan sopan santun"Shifa mengangkat kepalanya seraya tersenyum sinis kepada Diana.
"Berani kamu sama saya hahh"Diana mengangkat tangannya untuk menampar Shifa sedangkan Shifa malah tertawa dan tawa itu terdengar sangat menyeramkan membuat Diana menghentikan tanganya untuk menampar Shifa.
"Kenapa tidak di tampar ayo tampar " Shifa menyodorkan pipinya kepada Diana.Tapi bukannya menampar Diana malah menjambak rambut Shifa dengan sangat kecang sehingga membuat Shifa terhuyung tetapi sesaat kemudian Shifa kembali tertawa.
"Hahaha ternyata wanita kalangan atas sepertimu itu tidak memiliki jiwa kemanusiaan sehingga kau rela menodai tanganmu hanya untuk merendahkan kalangan bawah rakyat jelata sepertiku" Shifa kembali tertawa.
"Itu tidak masalah bagiku selagi tidak ada orang yang melihatnya dan akan merusak karirku"Ucap Diana sekali lagi menjambak rambut shifa dengan sangat kencang sihingga membuat beberapa rambutnya berjatuhan ke lantai.
"Hahaha siapa bilang tidak ada yang melihat kejadian ini" ucap shifa seraya teresnyum sinis.
" Apa maksudmu wanita busuk"Tanya Diana.
"Kau lihat aku sedang melakukan live streaming dan yang melihatnya lebih dari jutaan orang dan sepertinya aku pernah melihatmu bukannya kau model yang sedang naik daun itu "Ucap Shifa.
Tanpa mereka sadari seseorang telah melihat kejadian itu melalui CCTV
"Luar biasa " Ucapnya seraya menarik kedua sudut bibirnya.
Dan di luar perkelahian pun masih berlanjut Diana menarik Shifa dan di benturkannya ke tembok .
Dugggg
"Shifa..." teriak rivandra dan langsung keluar .
Diana yang mendengar suara Rivandra pun langsung mencakar tangannya sendir dan langsung menjatuhkan tubuhnya.
Saat Rivandara keluar Diana langsung berdiri dan memeluk Rivandra.
"Sayang kau harus memecatnya dia telah melukaiku "Ucap Diana.
"Bukannya kau sendiri yang mencakar tanganmu"Ujar Rivandra dan Shifa yang masih memiliki sedikit kesadaran itu pun tersenyum sebelum senyuman itu hilang bersama dirinya yang tidak sadarkan diri.
Raihan yang mendengar keributan itu pun langsung keluar dan ia terkejut melihat Shifa tergeletak di lantai .
" Shifa...." teriak Raihan dan Rivandra secara bersamaan membuat Diana mengerucutkan bibirnya.
Sia-sia aku melukai tanganku ini mana pedih banget lagi. Gumam Diana.
" Rai cepat panggil Dokter " Ycap Rivandra panik ia pun mengangkat tubuh Shifa dan membaringkannya di sofa yang berada di ruangannya.
Sedangkan Diana dia sudah pegi saat Rivandra mengusirnya dengan sangat kejam.
.
.
.
Bersambung.
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya😊 Terimakasih