
"Heyy anak kecil bangun" Rivandra mengguncang tubuh anak itu tapi Darvo menendangnya.
"Hoh ya ampun anak ini bagai mana cara banguninnya"
Rivandra pun mempunyai ide ia pergi menuju kamar mandi dan mengisi air di bathtub setelah penuh ia menggendong Darvo dan meletakannya di bathtub yang penuh dengan air.
"Banjir... Banjirr..." Teriak Darvo.
"Apa kau tidak mau ikut jalan-jalan?" Tanya Rivandra.
"Ya ampun Uncle sedang apa kau di sini"
"Menjemput mu"
Shifa sudah siap ia berjalan menuju kamar Darvo. Shifa memakai dres berwarna marun dengan rambut di gerai ia terlihat sangat cantik.
Saat masuk ke dalam kamar ia mendengar kebisingan di kamar mandi anak itu.
"Ya ampun..." Teriak Shifa saat melihat Darvo sedang di air dengan memakai baju tidur.
"Aunty dia menenggelamkan ku saat tidur ku kira aku sedang bermimpi main air tapi ternyata ini air beneran" Adu Darvo.
"Tega sekali kau melakukan itu kepada ponakan ku" Ucap Shifa ia mengambil alih Darvo dan membuka baju nya.
"Kau sudah besar seharusnya kau mandi sendiri" Ujar Shifa setelah selesai membuka baju Darvo dan hanya menyisakan celana dalam.
"Baiklah kalian keluar aku akan mandi sendiri" Ucapnya.
Shifa dan Rivandra pun keluar dari kamar mandi membiarkan Darvo mandi sendiri.
"Shifa..." Panggil Rivandra.
"Apa"
"Aku minta maaf"
"Untuk?"
"Yang tadi"
"Sudah lah"Ucap Shifa ia membereskan tempat tidur Darvo dan menekan tombol di ujung ranjang sehingga pagar itu menghilang dan ia pun duduk di ranjang tersebut.
" Kau tidak marah"
" untuk"
"Yang tadi"
"Aku bilang sudah lupakan saja kenapa kau cerewet sekali" Ujar Shifa yang merasa geram.
"Kau tidak marah"
"Hmm"
"Terimakasih" Rivandra ingin memeluk Shifa tapi Shifa menghentikannya.
"Jangan ulangi lagi" Tegas Shifa.
"Siap"
Tapi tidak jaji . Gumam Rivandra dalam hati sambil terkekeh.
"Aku sudah siap" Teriak Darvo keluar dari kamar mandi.
"Kau mau jalan-jalan pake handuk gitu" Tanya Shifa.
"Ya tidak lah kau kira aku cowok apaan" Ujarnya.
"Sudah Indonesia banget ya sekarang" Ucap Rivandra seraya terkikik.
"Iya dong Aku cinta Indonesia"Teriak Darvo sambil mengangkat kedua tangannya ke atas sehingga menyebab kan handuknya melorot.
Seketika membuat Shifa dan Rivandra tertawa.
" Ahaha Darvo handuk mu"Ujar Shifa.
Darvo langsung melilitkan kembali handuknya.
"Apa kalian melihatnya?" Tanya Darvo.
"Sangat jelas bahkan" Ujar Shifa.
"Ihh Aunty mesum suka banget lihat-lihat"Ujarnya.
" Enak saja kau bilang aku mesum. Bagai mana aku tidak melihat kau berada di depan ku"Ujar Shifa.
"Darvo kau tahu dari mana kata mesum?" Tanya Shifa.
"Dari Uncle Dafa" Ucapnya dengan polos.
"Kurang ajar" Shifa mengepalkan tangannya dan berlari keluar dengan meneriaki nama Dafa.
"Anak kecil Dafa itu siapa?" Tanya Rivandra.
"Uncle ku adiknya Aunty dan Mommy"
"Ohh"
"Dafa...." Teriak Shifa dengan beberapa kali hingga datanglah seorang pelayan menghampiri Shifa.
"Ada apa nona teriak-teriak" Tanya pelayan itu dengan ngos-ngosan karena ia kaget melihat anak majikannya teriak-teriak.
"Apa bibi melihat Dafa?" Tanya Shifa.
"Bukannya den Dafa sama semua orang sedang mengunjungi Oma Tutut" Ujar pelayan itu.
"Ya ampun jadi dia juga ikut"
"Iya non"
"Baiklah terimakasih bi"
Shifa berjalan kembali ke kamar Darvo.
"Hey darvo punyamu dan punya ku lebih besaran punya ku" Ujar Rivandra.
"Apa yang besar?" Tanya Shifa saat ia memasuki kamar dan tidak sengaja mendengar ucapan kedua pria itu.
"Iyakah Aunty"
"Apa?" Shifa mengerutkan keningnya.
"Punya Uncle Van dengan punya ku besaran punya Uncle Van?"Tanya Darvo dengan polos nya.
"Mana ku tahu" Ucap Shifa seraya menuju lemari pakaian untuk mengambil baju Darvo.
"Kau bohong kan Uncle?"
"punya ku dan punya mu besaran punya mu itu bohong kan"
"Mau di buktikan" Darvo pun mengangguk. Rivandra memegang celananya.
"Dasar gila mau ngapain" Shifa melempar baju Darvo ke wajah Rivandra.
"Dia gak percaya jadi mau aku buktikan"Ujar Rivandra.
" Jangan mengajari ponakan ku hal gituan dia masih polos jang kau racun otaknya seperti si Dafa"Tegas Shifa.
"Maaf Shifa"Rivandra tersenyum ke arah Shifa yang sedang memakaikan baju kepada Darvo.
" Sebenarnya kamu itu anak siapa sih Darvo...kenapa harus aku yang mengurus mu"
"Aunty sudah cocok untuk mempunyai anak lucu seperti ku harusnya Aunty bersyukur bisa mempunyai keponakan setampan ini"
"Dihh narsis"
"Iya di sini berasa aku yang menjadi ayahnya" Ucap Rivandra.
"Sudah siap Ayo" Shifa beranjak dan berjalan keluar tanpa mendengarkan ocehan Rivandra.
Darvo sudah rapi dan tampan mereka melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga.
"Bi jaga rumah ya karena semua keluarga sedang tidak ada" Ucap Shifa.
"Baik non"
Mereka menaiki mobil Rivandra Shifa duduk di depan dengan Rivandra sedangkan Darvo di belakang.
"Sekarang kita Mau ke mana?" Tanya Rivandra.
"Aku lapar " Ujar Darvo.
Rivandra mengendarai mobilnya menuju Restoran setelah sampai mereka langsung masuk dan memesan makanan.
Setelah makanan terhidang mereka langsung makan sarapan yang kesiangan.
"Darvo habis ini kita mau kemana?" Tanya Shifa.
"Taman bermain"Rivandra dan Shifa pun menganggukan kepalanya.
Setelah selesai makan mereka pergi ke taman bermain di sana darvo langsung mengajak Shifa dan Rivandra untuk naik rollercoaster.
" Ayo Aunty"
"Yaudah Ayo"
Mereka naik rollercoaster setelah itu Darvo mengajak Shifa ke rumah hantu.
"Ayo Aunty kita ke rumah hantu"
"Gak mau ah"
"Apa kau takut?" Tanya Rivandra.
"Emm ti..tidak"
"Yasudah ayo" Darvo menarik tangan Shifa dan Rivandra.
Mereka berjalan memasuki rumah hantu itu saat baru masuk reaksi Shifa biasa saja tapi saat sudah semakin dalam ia meresa takut. Tiba-tiba ada yang memegang bahunya membuat Shifa histeris dan refleks memeluk Rivandra.
"Aagghhh" Teriaknya.
Ini yang aku mau. Gumam Rivandra seraya tersenyum.
"Huhh dasar lebay itu bohongan" Ucap Darvo yang sudah berjalan di depan.
Shifa berjalan dengan masih memeluk Rivandra dari samping sehingga memudahkannya berjalan.
"Aggghhh" Teriaknya lagi.
"Ya ampun" Darvo menggelengkan kepalanya.
Sekarang mereka menaiki kereta yang ada di dalam rumah hantu tersebut Shifa duduk dengan Rivandra sedangkan Darvo ia duduk sendiri di depan karena kereta tersebut sekotaknya hanya cukup untuk dua orang.
Mereka keluar dari rumah hantu dan langsung naik wahana lainnya setelah selesai semua mereka akan kembali melanjutkan ke tempat selanjutnya wajah Shifa terlihat pias karena ketakutan dan juga pusing.
"Kamu tidak apa apa Shifa?" Tanya Rivandra.
"Tidak huff" Shifa menutup mulutnya dan berlari ke toilet.
"Huek...huekk..." Shifa mengeluarkan semua yang ada di perutnya. Setelah mencoba semua wahana membuat perut Shifa terasa di aduk-aduk.
Shifa Sudah keluar dari toilet dan sudah di sambut oleh wajah cemas Rivandra dan darvo.
"Kamu kenapa"
"Gak papa kok Ayo"
"Kenapa kamu muntah-muntah"
Seorang wanita yang satu toilet dengan Shifa pun menimpali ucapan mereka.
"Mungkin adik yang tampan ini ingin mempunyai adik" Ucap seorang ibu-ibu itu seraya mencolek pipi Darvo kemudian pergi dari sana.
"Sembarangan" Umpat Shifa.
"Ayo masih ada satu tempat lagi" Ucap Darvo.
"Kemana lagi Darvo aku lelah" Ucap Shifa.
"Pasar malam"
"Ini kan masih sore lain kali saja" Ucap Shifa.
"Tapi kan kalian sudah janji kepada ku" Ucap Darvo dengan nada ingin menangis.
"Yasudah iya" Ucap Shifa.
"Uncle aku ingin es krim" Tunjuk Darvo kepada penjual es krim.
Rivandra pun membeli tiga eskrim untuk Darvo, Shifa dan dirinya.
Setelah memberi es krim mereka berjalan menuju parkiran tetapi sebelum mereka masuk ke dalam mobil ada seseorang yang memanggil Rivandra.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa Like,Komen Dan Vote.