My Beloved Boss

My Beloved Boss
Dijemput



"Uncle plis ajak aku ya dan tolong bujukin Daddy supaya mengijinkanku"Mohon Darvo.


"Hey kau tidak dengar tadi apa kata Daddy mu nanti kau tidak akan ada yang jagain" Bantah Rivandra.


"Apakah Aunty Shifa ikut" Tanya Darvo.


"Iya ikut mungkin" Jawab Rivandra.


"Tuh nanti ada Aunty yang akan menjagaku"Ujarnya.


Kau malah akan jadi pengacau nanti. Gumam Rivandra.


"Plis Uncle bujuk Daddy ya kalau tidak aku akan membocorkan perbuatan Uncle yang sudah memakan bibir Aunty. Dan nanti aku juga akan bilang ke grandfa nanti grandfa gak akan ngijinin aunty ketemu sama uncle Van lagi" Ancam anak itu.


"Dasar anak kecil hobinya mengancam" Gerutu Rivandra.


"Yasudah kalau Uncle gak mau gak papa" Ucapnya sambil melenggang pergi.


Darvo duduk kembali di tempat semula.


"Habis ngapain kamu Darvo" tanya Bella.


"Habis minta air minum sama Uncle Van.


Dan mereka pun percaya begitu saja.


" Emmm Brayen Bella biarlah Darvo ikut bersama kita main ke Bukit dia kan belum masuk sekolah ini nanti biar Shifa yang menjaganya" Ujar Rivandra dan tiba tiba Darvo tersenyum dengan senang ternyata Uncle van itu mau mendengarkan ancamannya.


"Kok aku" Ucap Shifa.


"Maksud ku kita aku sama kamu" Ucapnya sambil mengedipkan matanya keada Shifa.


"Kok gue khawatir ya kalau adik gue dekat dekat sama lo. Lo kan bisa saja memangsanya kapan pun dan lagi kalian mau pergi ke bukit bisa saja lo lecehin adik gue gue di sana karena pasti tempatnya sepi" Selidik Bella dengan lantang dan membuat pipi Shifa bersemu merah.


"Astagfirullah Bella mana mungkin aku melakukan itu pada Sekretarisku sendiri" Ujar Rivandra meyakinkan.


"Tapi gue gak percaya saat lihat muka adik gue memerah seperti itu" Ucap Bella tetap bersikukuh dengan omongannya karena ia tahu kalau Shifa berbicara sambil memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya pasti sedang menahan malu.


"Apaan sih kak" Ujar Shifa sambil memalingkan wajahnya.


"Tuh gue tahu dia kalau lagi malu itu kayak gitu lo apain Adik gue hah" Bentak Bella.


"Enggak bel gue gak ngapa ngapain adik lo" Jelas Rivandra.


"Bohong" Ucap Bella dengan sangat lantang.


"Benar bel" Ujar Rivandra.


"Awas saja kalau sampai ada apa-apa sama adik gue lo orang pertama yang gue salahin" Tegas Bella kepada Rivandra.


"Iya" Jawab Rivandra.


"Udah sayang kamu jangan marah-marah gitu nanti kalau janinnya kenapa napa gimana" Brayen berusaha menyudahi istrinya yang sedang emosi karena hormon kehamilannya yang selalu berubah ubah.


"Gimana apa boleh Darvo ikut kita?" Tanya Rivandra.


"Nanti kita pikirin lagi" Ujar Brayen.


"Oke tapi gue harap lo izinin ya" Ucap Ruvandra.


"Kenapa lo ngebet banget pengen bawa anak gue pasti lo mau buang anak gue ke jurang ya" Tanya Bella penuh selidik.


"Engga Bel gue gak sekejam itu" Ujar Rivandra.


" Yasudah Bro kita pulang dulu ya"Ucap Brayen.


"Iya tapi Shifa biar gue aja yang antar" Tawar rivandra.


"Gak usah mobil gue masih luas" Ketus Bella.


"Udah bel lo jangan gitu banget sama Rivandra nanti kalau anak lo kayak Rivandra gimana"Ujar Kevin.


"Enak saja gue bikinnya sama Brayen ya bukan sama si kutu Vandra" Sewot Bella membuat mereka terkekeh.


Mereka pun pulang karena di tolak mentah mentah oleh Bella Rivandra pun tidak jadi mengantarkan Shifa.


Sesampainya di rumah karena hari sudah malam mereka di sambut oleh keluarganya untuk makan malam bersama.


"Kalian kok bisa pulang bareng" Tanya Pak Randi


"Iya aya tadi kita bertemu di restoran saat aku selesai menemani atasan untuk meeting dan ternyata kakak juga ada di sana jadi kita pulangnya barengan" Jelas Shifa.


"Ohh gitu"Ucapnya.


Selesai makan Shifa langsung menuju kamarnya setelah mebersihkan badan ia turun ke bawah menemui keluarganya yang sedang berkumpul.


Shifa duduk di samping Dafa yang sedang memainkan ponsel di ruang keluarga bersama yang lain yang sedang menonton televisi.


"Ya aku sangat yakin bu" Ucap Shifa seraya tersenyum.


"Darvo mana?" Tanya Shifa.


"Sudah tidur sama Daddy nya" Jawab Bella.


"Aku juga mau tidur ya... sudah ngantu" Ujar Shifa.


"Iya sana Kakak juga mau tidur " Ujar Bella sambil cengengesan.


Setelah pamit ke kamar masing-masing mereka melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga saat sudah di atas mereka pun terpisah karena kamarnya berjauhan.


Setelah sampai di kamar Shifa langsung berbaring di tempat tidur ia pun memejamkan matanya tetapi tiba tiba ia teringat sesuatu.


"Ya ampun mobilku di kantor" Ucapnya Sambil memukul dahinya.


Tidak lama ia pun tertidur setelah memutuskan kalau besok ia akan naik taksi untuk berangkat ke kantor.


Shifa sudah siap siap di dalam kamarnya ia sedang memoleskan lip balm di bibirnya supaya terlihat berwarna tapi tiba tiba ia mendengar suara bel rumah berbunyi beberapa kali tapi ia membiarkannya karena di rumah ini bukan cuma ada dirinya saja tapi banyak sekali orang terlebih para pelayan pun sangat banyak.


***


Teng nong teng nong


Seorang pria tampan berdiri di depan pintu dengan sangat gagahnya.


Pintu pun terbuka menampilkan sosok pria paruh baya yang sedang membuka pintu.


"Assalamualaikum Om" Pria itu menyalami tangan Pak Randi.


"waalaikumsalam mari masuk" Ajak Pak Randi yang sudah mengenal orang tersebut.


mereka duduk di ruang tamu tidak berapa lama seorang pelayan pun menghidangkan dua gelas kopi.


" Maaf nak Rivandra ada keperluan apa datang ke rumah saya"Tanya Pak Randi dengan sopan ya pria tampan tadi adalah Rivandra. Pak Randi sudah mengenal Rivandra siapa yang tidak kenal di semua kalangan bisnis pasti mengenalnya ia adalah seorang pengusaha sukses yang maju di usianya yang 27 tahun ia sudah bisa membangun perusahaan sendiri.


"Jadi saya ke sini mau menjemput Shifa apa dia masih ada?" Tanya Rivandra.


"Ohh kenapa harus di jemput segala ngerepotin saja" Ucap Pak Randi seraya tersenyum.


"Engga ko Om aku menjemputnya karena mobil dia berada di kantor" Ucap Rivandra dengan sopan.


" Sebentar ya Om panggilkan dulu Shifa nya" Ujar Pak Randi dan Rivandra pun menganggukan kepalanya.


"Shifa nak apa kamu di dalam" Lak randi mengetuk pintu kamar Shifa.


"Iya Ayah aku di dalam sebentar" Teria Shifa dari dalam dan ia pun ke luar dengan membawa tasnya.


Dan di saat itu juga Bu Sophia datang ke kamar Shifa.


"Ehh ada Ayah juga di sini ayo kita sarapan dulu " Ajak Bu Sophia.


Mereka pun turun ke lantai bawah dan berjalan menuju meja makan.


"Ifa di depan ada atasan mu ajak juga sekalian untuk sarapan bersama kita" Titah Lak Randi.


"Maksud Ayah.....??"


"Iya di depan ada nak Rivandra datang untuk menjemput mu" Ujar Pak Randi.


"Ayah saja yang mengajaknya aku sudah sangat lapar"Alasan Shifa.


Rivandra sedang duduk dan menyeruput kopinya ia melihat lihat isi rumah tersebut di sana ada sebuah bingkai poto keluarga yang sangat besar ia juga melihat poto Shifa yang sangat cantik dan manis saat remaja ia pun melamun memikirkan betapa cantiknya Shifa tetapi lamunan itu tidak berlangsung lama setelah seorang anak kecil berjalan ke arahnya dengan tersenyum senyum seakan ia ingin berbuat kelicikan.


" Hai Uncle" Sapa Darvo.


"Hai juga anak kecil" Balas Rivandra malas.


"Mau ngapain uncle ke sini apa uncle mau memakan mulut Aunty ku lagi?" tanyanya.


"Apa maksudmu memakan mulut aunty mu" Tanya seseorang di belakang Darvo yang berjalan ke arah mereka.


Mati aku. Gumam Rivandra dan Darvo.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya dengan cara vote like dan komen👌