
" Ehh si Ken mana dia belum kesini" Tanya Rivandra.
"Tau katanya tadi di lagi di jalan " Ucap Bagas.
" Nah itu dia sama siapa tuh cantik banget" Ucap Bagas lagi sambil menunjuk Kenzle yang sedang tertawa dengan seorang wanita.
Rivandra pun mendongak ke belakang karena kebetulan ia duduk membelakangi arah Kenzle berjalan dan saat mendongak ia melihat temannya sedang tertawa bersama Sekretarisnya dan Shifa pun saat melihat Rivandra ia langsung tersenyum.
"Ehh wanita itu tersenyum ke arah kita"Ujar bagas heboh.
"Wihh iya senyumnya manis banget" Kevin ikut menimpali sahabatnya itu.
"Kamu mau ke meja sebelah mana Shifa" Tanya Kenzle.
"Ohh sebelah situ " Shifa menunjuk tempat dimana atasannya sedang duduk dan melihat ke arahnya.
"Ohh sama dong kenapa kamu bisa berkumpul bersama kita apa ada seseorang yang membawamu"Tanya Kenzle dan mereka pun sudah sampai di meja tujuan.
" i...." Sebelum Shifa menjawab tiba- tiba Bagas berbicara.
" Heyy Kenzle lo bawa siapa itu kenalin dong " Ucapnya .
" Dia Sekretaris gue" Jawab Rivandra dengan wajah yang tidak bisa di tebak kemudian ia menarik Shifa untuk duduk di sebelahnya.
"Ohh jadi Shifa itu Sekretaris lo" Tanya Kenzle.
" Iya emang kenapa kok lo bisa kenal sama dia" Jawab rivandra.
" ya iyalah kitakan..." Ucapannya terpotong oleh Kevin.
"Pasti kalian pacaran kan "Potong Kevin dan membuat Eivandra menatap Shifa dengan bertanya tanya.
" E...eeehh... Ee ..engga dia kakaknya sahabat ku" Jawab Shifa dan Rivandra pun bernafas dengan lega.
"Tapi gak papa juga kok kalau ada hubungan khusus " Ucap Kevin.
"Iya, sama aku juga boleh kok kenalin nama aku Bagas Radhika" Bagas mengulurkan tangannya terhadap Shifa yang posisinya ber sebrangan yang hanya terhalang oleh meja.
" Rayshifa bisa di panggil Shifa" Shifa menerima uluran tangan itu dan menjabat tangan Bagas tapi saat ingin di lepaskan bagas malah memegangnya dengan erat membuat Shifa tersenyu kikuk.
"Udahh lepasin apaan sih " Kevin melepaskan tangan bagas dari Shifa dan langsung menyambar tangan Shifa seraya tersenyum.
"Perkenalkan nama ku Kevin Sadqi yang paling tampan dan paling kece di antara tiga hama itu" Ucap Kevin seraya tersenyum kepada Shifa.
Tidak dapat di pungkiri empat pria itu semuanya sangat tampan meskipun yang paling tanpan adalah Rivandra dan juga pastinya paling sombong di antara ke tiga pria itu.
"Ohh iya Shifa kenapa kamu tidak pernah main ke rumah Gina selama ini" tanya Kenzle.
" Uya karena rumah Gina itu sangat jauh jadi tidak sempat main ke sana tapi lain kali aku akan main ke sana soalnya udah janji juga sama Gina " Jawab Shifa
"Ohhh iya nanti kita akan menyambutmu dengan senang hati " Kenzle tersenyim ke arah Shifa dan memperhatikan Shifa yang terlihat sangat cantik dan manis mereka berdua terus berbincang dengan menjual nama Gina di dalam nya membuat Rivandra menggerutu dengan sebal.
"Jadi kita bertemu hanya untuk menonton kalian ngobrol" Ketus Rivandra dengan wajah kesalnya.
"Ehh engga Bro jadi kita bertemu itu untuk membicarakan liburan kita nanti bulan depan jadi nanti kita liburan ke sebuah Villa yang ada di Bukit punya Nenek gue lo belum pernah ke sana kan" Tanya Bagas.
"Terus ada apa saja di sana"Tanya Rivandra.
"Di sana ada sungai dengan air terjun, pemandanganya sangat indah kalian pasti suka deh dan asal kalian tahu airnya itu sangat jernih nanti kita juga bisa berenang di sana terus di sekitar rumah banyak buah buahan dan sayuran yang bisa kita makan sepuasnya" Ujar Bagas seraya tersenyum .
"Oke ayo kalau gak ada jadwal di kantor" Jawab Rivandra.
"Ya lo kan Bos di sana masa iya mau liburan aja harus ribet"Ucapnya.
"Ya emangnya gue itu elo yang masuk dan libur seenaknya " Sewot Rivandra.
" Iya gue juga kalau gak ada jadwal tapi gue usahain deh " Ucap Kenzle.
"Huhh gimana sih kalian ini gue juga mau maksain ikut si Bagas ke Bukit itu" ucap Kevin.
"Ya gue ikut " Ucap Kenzle dan Rivandra.
"Emm Shifa kamu juga boleh ikut kok ayo ikut ya" Ajak Bagas kepada Shifa dengan tersenyum dan mengedip- ngedipkan matanya .
" Iya ikut saja Shifa" Ucap Kevin.
"Ahh tidak usah masa cuman saya wanitanya kan ngeri hehehe" Shifa tersenyum kikuk saat menjawab ajakan sahabat Bos nya itu.
" Kamu ajak aja si Sekretaris jutek saja " Saran Kevin.
"Ogah gue berdekatan sama si jutek mana galak lagi" Ucapnya ketus.
" Kamu ajak saja Gina dan satu lagi temanmu siapa namanya" Tanya Kenzle.
" Maya " ucap Shifa.
" Nah iya ajak saja"Ucap Kenzle.
"Hehe iya kalau di kasih izin "Ucap Shifa seraya tersenyum.
" Biar saya saja yang meminta izin kepada Ayah kamu " Ujar Kenzle.
"Apaan sih biar gue aja yang meminta izin dia kan Sekretaris gue jadi sudah tanggung jawab gue "Ketus Rivandra.
"Ya bukan gitu Van kalau sama gue kan Ayahnya Shifa udah kenal kalau sama lo ya gak tahu gue" Ucap Kenzle.
"Emang ayah kamu yang mana Shifa" Tanya Rvandra.
"Ya yang itu" Shifa terkekeh mendengar pertanyaan Rivandra.
" Sudah-sudah kan masih lama biar aku saja yang meminta izinnya" Ucap Shifa menengahi mereka.
"Tapi nanti aku akan meminta izin kepada Ayah kamu Shifa"Ucap Kenzle.
" Ya terserah Kakak saja" ujar shifa.
"Oke fiks ya nanti kita ke sana bawa tiga mobil "Ucap Bagas.
"Oke kenapa gak bawa satu mobil aja" Tanya Kevin.
"Lo gila Vin terus kita harus duduk saling pangku gitu"Ucap Bagas.
" Ya engga sih .Ya kali aja lo mau bawa bis" Ucap Kevin.
" hahaha lucu kevin" Ledek Bagas.
Saat ini mereka akan segera pulang dan saat ingin beranjak tiba-tiba ada yang memanggil Shifa sambil memeluknya.
" Auntyy...." Teriaknya siapa lagi kalau bukan Darvo.
"Ehh Darvo kamu sedang apa di sini dan sama siapa" Tanya Shifa karena ia tidak melihat kakak nya di sini.
"Aku sama Mommy dan Daddy tapi mereka sedang mengobrol bersama teman Mommy" Ucapnya.
"Terus ngapain kamu lari ke sini nanti Mommy mu khawatir karna kau tidak ada di sampingnya.
"Tenang saja aku memakai jam ini nanti Mommy akan melacakku" Ucapnya sambil menunjukan jam canggih yang ia pakai.
"Heyy anak kecil" Oanggil Rivandra.
"Uncle itu..." Ucap Darvo kaget seraya bersembunyi di belakang Shifa.
"Aunty kenapa ada dia di sini"Tanya anak kecil itu.
"Sini kau anak kecil mau kenalan tidak" Ucap Rivandra.
"Aunty kenapa dia sangat menyeramkan"Ucap Darvo .
dan rivandra pun menarik tangan Darvo dari belakang Shifa " Sini aku tidak akan menyakiti mu hanya memberikan sedikit hadiah" Ucap Rivandra.
"Aa...Aunty tolong aku" Ucapnya sedangkan Shifa hanya tersenyum melihat Ponakannya ketakutan dan tubuhnya bergetar.
"Sudah sudah maaf Pak ponakan saya sangat ketakutan melihat mu" Ucap Shifa kepada Rivandra membuat tiga temannya menertawakan Rivandra karena anak kecil saja takut sama dia.
" Aku tidak akan macam-macam tenang lah aku hanya akan memberikan sedikit hadiah padanya"Jawab Rivandra.
" Darvo nak kau di mana" teriak seorang wanita yang sedang kebingungan mencari anaknya.
.
.
.
Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya dengan cara like dan komen😊