My Beloved Boss

My Beloved Boss
Rivandra yang cantik



Setelah sampai di Apartemen mereka langsung mengikuti Rivandra menuju kediamannya setelah sampai mereka langsung masuk dan duduk di sofa Apartement Rivandra di dalamnya terdapat dua lantai dan setiap ruangannya sangat luas dan mewah.


"Wahh mewah banget Apartemen lo Van" Ujar Bella.


" Iya dong gue kan orang paling sombong dan sukses"Sombong Rivandra.


"Sombong..." Ketus Shifa.


"Kenapa kamu jadi bawel dan berani banget sekarang" Tanya Rivandra kepada Shifa.


" Ya karena sekarang bukan jam kerja dan bukan di kantor" Ucap Shifa.


"Emang apa bedanya di kantor sama di sini padahalkan sama saja"Ujar Rivandra.


"Ya jelas beda kalau di kantor itu harus bersikap profesional kalau di luar bebas..."Shifa tertawa terbahak-bahak melihat wajah Rivandra yang kebingungan.


"Udah udah kalian ini apaan sih Van cepat lo duduk di sini"Bella menengahi perdebatan mereka seraya menyuruh Rivandra duduk di sofa yang ia tunjuk.


Rivandra pun menurut dengan wajah cemberut ia duduk di samping Bella yang siap dengan peralatan make up nya.


"Jangan cemberut nanti make up nya gak rapi"Ujar Bella.


" Halo gays jadi gue lagi di apartemen salah satu sahabat gue dan sekarang sahabat gue sedang di make up apakah dia akan terlihat cantik atau malah seperti bencong kalian komen ya"Bagas langsung membuat video.


"Apa apaan lo Gas hapus gak videonya " Rivandra melototkan matanya kepada Bagas yang sedang mengulum tawanya.


"Haha tenang Bro asal ada imbalannya" Bagas tersenyum Devil kepada Rivandra.


"Apa.." Tanya Rivandra.


"Lo harus ikut gue ke Bukit"Ucapnya.


"Iya gue ikut cepat hapus"Bentak Rivandra.


"Iya kalem dong Bro" Bagas membalikan mukanya seraya tertawa tanpa suara.


"Aduhh gue lapar nih ada makanan gak" Tanya Kevin.


"Iya ih Uncle Van ada makanan gak aku lapar"Tanya Darvo ikut ikutan.


"Ngikutin aja anak kecil" lirih Kevin.


"Biarin bleee" Darvo menjulurkan lidahnya kepada Kevin.


"Ada ambil saja tapi cuma makanan ringan"Ucapnya.


"Isshh kalau makan gituan mana kenyang" Gerutu Kevin.


"Ya sudah masak sendiri sana karena pembantunya lagi cuti" Ujar Rivandra yang sedang memejamkan matanya karena bella sedang memoleskan eye shadow.


"Biar aku aja yang masak"Tawar Shifa dan mendapat anggukan dari orang orang di sana.


"Emang kamu bisa masak??" Tanya Rivandra.


"Gak sih tapi tidak salah untuk mencoba"Ucapnya sambil melenggang pergi tapi tidak berapa lama ia kembali lagi.


" Dapurnya sebelah mana "Tanya Shifa.


"Lurus belok kanan" Ujar Rivandra.


Shifa pun melenggang pergi meninggalkan ruangan yang sedang ramai itu Shifa melihat dapur minimalis yang sangat rapi dan perabotan yang lengkap.


" Enak banget dapurnya tidak terlalu besar tidak sempit juga mana lengkap lagi perabotannya kalo punya dapur kayak gini betah deh kayaknya haha"


Shifa tertawa Di dapur itu sambil membuka tirai yang menghalangi jendela kaca yang langsung menyuguhkan pemandangan kota Dengan lampu warna warni.ruangan dapur itu hampir seluruh dindingnya di lapisi dengan kaca sehingga bisa menikmati pemandangan di malam hari dan cahaya matahari di pagi hari.


Di sana juga terdapat pintu yang menghubungkan dengan balkon, balkon tersebut tidak terlalu besar di sana hanya terdapat dua kursi dan satu meja cocok untuk meminum kopi di pagi hari.


Shifa membuka kulkas dan di dalamnya hanya terdapat telur dan sayuran.


" Katanya orang kaya tapi isi kulkas cuman telur sama sayuran"Shifa menyebikan bibirnya.


Ia pun membuka Rice cooker dan untungnya di dalam sana ada nasi.


"Bikin nasi goreng atau telur ceplok yaa"Shifa terlihat berpikir sambil mengetuk ngetuk dagunya tanda sedang berfikir dan tanpa bertanya kepada semua orang ia pun langsung menentukan menunya yaitu nasi goreng ya Shifa akan memasak nasi goreng.


"Wihh masak apa Shifa?" Tanya kevin seraya tersenyum manis kepada shifa dan itu membuat seseorang yang melihatnya mendengus sebal.


"Kelihatannya apa" Tanya Shifa.


"Nasi uduk" Ujar bagas.


"Dasar **** ini nasi goreng warnanya saja jauh beda" Ujar Kevin.


"Ngomong-ngomong ini piring sama sendoknya mana ya " Tanya Kevin lagi sambil celingak-celinguk mencari keberadaan piring dan sendok.


"Hehe karena tadi aku yang masak jadi kalian ambil piring masing masing ya" Shifa menyengir kuda sembari mendudukan tubuhnya di sofa yang pertama kali ia duduki.


"Ya sudah biar aku saja yang mengambilnya" Ujar Bagas.


Setelah bagas pergi ke dapur Shifa melihat ke arah seseorang yang terlihat sedang di poles blush on dan sontak Shifa pun tertawa terbahak bahak.


" Ahaha kau sangat cantik Pak"Ujar Shifa sambil terus memegangi perutnya.


Bagas pun datang dengan membawa delapan piring plus sendok dan garpu kemudian ia menyimpan semua itu di meja yang terdapat nasi goreng.


" Selesaii...." Teriak Bella.


Sontak mereka semua mengarah ke arah Bella dan Rivandra sambil membulatkan matanya tidak berapa lama terdengar suara tawa yang sangat kencang di ruangan tersebut.


" Puas kau Bela " Ucap Rivandra dengan wajah jutek dan dinginnya.


" Uncle..." Teriak Darvo dan Rivandra pun menengok ke arah Darvo.


Cekrek


Darvo memotret Rivandra yang terlihat sangat cantik.


"Kau sungguh cepat sayang"Ucap Brayen seraya tersenyum kepada anaknya itu.


" Kak kau sangat hebat dalam merias wajah orang haha"Ujar Shifa sambil terus memegangi perutnya yang terasa sakit karena terus tertawa beda dengan Bagas , Kevin dan Kenzle mereka sedang asik makan setelah puas tertawa.


"Emm shifa ini sangat enak "Ujar Kenzle.


"Makasih kak itu hanya nasi goreng biasa"Ucap Shifa.


" Yaudah ayo cepat semuanya makan " Ajak Kevin.


"Shifa ayo makan"Ajak Kenzle.


"Gak ah masih kenyang "Tolak shifa.


" Emm toilet sebelah mana ya"Tanya Shifa.


"Di dekat dapur" Ujar Rivandra.


Shifa berlari ke toilet sebenarnya ia sudah dari tadi ingin buang air kecil karena terus-terusan menertawakan Rivandra.


Saat sampai di toilet dekat dapur ternyata di sana tidak ada air Shifa pun kembali lagi ke ruangan tempat berkumpulnya semua orang.


"Gak ada airnya" Ucap Shifa sambil melipat lipat kakinya karena tidak tahan.


" Gak ada lagi kamar mandi kecuali di atas di dalam kamar "Ujar Rivandra.


" Ada berapa kamar dan yang mana yang ada airnya" tanya shifa.


"Dua-duanya juga ada"


Shifa langsung berlari dengan tergesa- gesa menaiki tangga. Shifa membawa tasnya sekalian untuk mencuci muka untuk membuat wajahnya terlihat segar kembali setelah terkena asap dapur. saat sampai di lantai atas ia melihat pintu yang paling dekat dengan tangga tapi saat di buka itu sangat susah kemudian ia pun berlari ke arah pintu yang kedua dan berhasil ia buka karena tidak di kunci.


.


.


.


Bersambung


jangan lupa like komen dan vote nya ya Terimakasih😊