My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Extra Chapter (Part 5)



Rama sedang sibuk di kantornya. Sangking sibuknya sampai dia melupakan Hpnya yang lupa dia charger sehingga sekarang hpnya lowbet.


Saat hendak berangkat meeting, Rama menyadari kalau Hpnya lowbet.


"Sudah lah, tidak ada waktu. Lagi pula Sila tidak akan marah" Ucap Rama yang kembali melangkahkan kakinya menuju lokasi meeting.


Sesampainya di lokasi meetiimg, Rama di sambut hangat oleh Jeni.


Meeting pun di mulai.


Sepanjang meeting Jeni terus memperhatikan dan tersenyum genit padanya.


Rama sama sekali tidak memperdulikannya.


Selesai meeting, Rama bergegas hendak pulang.


"Pak Rama" Panggil Jeni.


Rama menoleh. Dia melihat kedatangan gadis yang masih berusia 25 tahun, cantik dan seksi.


"Ya ada apa?" Tanya Rama.


"Makan malam lah dengan saya" Ajak Jeni.


"Maaf saya harus segera pulang, istri saya sudah menunggu" Tolak Rama.


"Tidak apa kan sesekali membuat istri anda menunggu" Kata Jeni tersenyum genit.


"Maaf, tidak bisa" Rama terus menolak, dia berusaha setenang mungkin. Jika Jeni bukan kliennya tentu sekarang suara petasannya sudah menggema di sana.


"Sepertinya anda sangat mencintai istri anda" Kata Jeni


"Ya, saya memang sangat mencintai istri saya" Ucap Rama.


"Apa tidak bosan menjadi lelaki setia? Saya mau loh jadi yang kedua. Lagian istri anda sudah punya anak, tentu rasanya sekarang sudah beda kan" Kali ini Jeni memainkan mata.


"Tutup mulutmu. Jika di bandingkan dengan istri saya, kamu masih kalah jauh. Biarpun dia sudah pernah melahirkan tapi dia masih menarik" Rama tidak bisa menahan emosinya.


"Kenapa anda membandingkan saya dengan istri anda? Seberapa hebatnya dia" Jeni semakin kelewat batas.


"Hahaha, anda sebegitu cintanya pada istri anda. Sepertinya saya memilih rekan kerja yang tepat" Kata Jeni di sela tawanya.


"Apa maksudmu" Kata Rama heran.


"Saya ingin sekali bekerja sama dengan pri setia dan bukannya pri hidung belang. Namun saat saya tau anda begitu setia, saya jadi tertarik untuk menguji anda" Kata Jeni.


"Jadi kamu mau mengetes kesetiaan saya?" Tanya Rama


"Anda orang yang sangat setia. Sampaikan salam saya pada istri anda. Katakan padanya saya tidak akan menggoda anda, karena anda suami setia" Ucap Jeni yang berlalu meninggalkan Rama yang masih terbengong.


Jeni tersenyum. Selama ini dia memang suka menjebak pria hidung belang dengan cara merespon setiap panggilan telpon ataupun pesan singkat. Jika bertemu pun hanya saat meeting saja. Bukan tanpa alasan. Dia ingin agar istri mereka tau bagaimana watak suaminya yang mata keranjang.


Rama bergegas kembali ke rumah.


Dia mencari Sila.


"Silaaa" Panggil Rama.


"Tuan, Nyonya dan den Ryan pergi sejak sore tadi dan belum kembali saat ini" Ucap Della.


"Ha? Pergi kemana dia?" Tanya Rama.


"Saya tidak tau Tuan, Nyonya tidak bilang apa apa. Maafkan saya Tuan" Ucap Della


Rama langsung berlari ke kamarnya dan mencharger hpnya. Dia mengaktifkan hpnya lalu menelpon Sila namun hpnya tidak aktif.


Rama semakin khawatir, dia menjambak rambutnya.


Sila pegi kemana kamu, maafkan aku sayang. Pasti kamu marah karena aku tidak mengabarimu.


Rama bergegas hendak keluar namun langkahnya terhenti saat melihat Sila memasuki rumah sambil menangis. Sedangkan Ryan tertidur dalam gendongannya.


Rama segera menghampirinya.


"Sila, kamu kenapa sayang?"