My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Dikerjai



Rama berdecak kesal


sialan si aldo, aku kepergok sama dia


dan dia juga kayaknya akan mencari tau siapa sila


bisa bisa pernikahan ini terbongkar kalau dia sampai tau siapa sila


Rama menatap sila yang terduduk diranjang


"jangan berbicara dengannya ketika kamu bertemu dengannya lagi" kata rama menatap tajam


sila mengangguk


ditempat seperti ini dia tidak mau membuat rama marah


"sekarang ambilkan aku handuk. aku mau mandi" kata rama


"apa? tapi handuknya kan ada di samping mas" kata sila menunjuk posisi handuk


"apa kamu suka berdebat denganku?" rama menatap sila


sila berdiri dan bergegas mengambil handuk dan menyerahkannya kepada rama dengan wajah kesal


"buka kancing bajuku " perintah rama lagi


"apa? nggak aku nggak mau" sila sangat kesal


dasar gilak


"apa kamu ingij saya melanggar perjanjian itu?" rama menaikkan alisnya dan tersenyum nakal


lo ngejebak gue ya bos


awas lo


sila langsung menghampiri rama


perlahan dia membuka kancing kemeja rama paling atas dengan hati hati


lalu yang kedua, ketiga....sampai kancing terakhir


kini sila melihat tubuh sispack rama


lalu memalingkan muka


"kenapa, apa kamu mau menyentuhnya?" rama mendekatkan dirinya ke sila yang masih berdiri gugup


"ng....nggak mas" kata sila menutup wajahnya dengan tangan


rama tersenyum puas sudah mengerjai sila.


mengerjai sila adalah obat satu satunya saat dia merasa kesal


sila yang masih mematung memaki rama dalam hati


gueeeeeee benciiiiiiiiii sama looooooo


tak lama kemudian sila memilih tidur


dia tidak mau rama punya kesempatan untuk mengerjainya lagi


setengah jam kemudian rama sudah selesai.


ditatapnya sila yang sudah tertidur pulas dengan lingerie yang begitu seksi


rama menatap sila dengan tatapan berbeda.


dia merasa benar benar melihat kecantikan sila yang sesungguhnya


tapi segera dia tersadar dan memalingkan wajahnya


bagaimana bisa orang tidur bisa secantik itu


ah mataku pasti sudah buta


gumam rama


rama mendekati sila lalu menaikkan selimut agar menutupi tubuh seksinya.


lalu tertidur di sofa


keesokan paginya sila merasa tubuhnya sangat berat


seperti ada tangan yang menimpa perutnya


tangan siapa ini


sila membuka mata dan kemudian


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaa" sila berteriak


beruntung kamar itu kedap suara jadi tidak ada yang mendengar


rama terkesiap lalu bangun


"apa sih kamu masih pagi udah teriak" kata rama dengan suara khas baru bangun tidur


"mas ngapain disini?" teriak sila


"aku kedinginan jadi aku tidur disini agar dapat selimut" kata rama enteng


"mas, kan di lemari ada stok selimut" kata sila kesal


"ah iya aku lupa" wajah rama tetap merasa tidak bersalah


sila semakin kesal dibuatnya


alasan macam apa itu? dasar mesum. bilang aja mau curi kesempatan dalam kesempitan


"mas gak macam macam sama aku kan?" tanya sila khawatir


"entah lah, apa perlu aku memeriksanya?" kata rama


sila langsung menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya


"nggak perlu" kata sila ketus langsung pergi ke kamar mandi sekalian membawa baju gantinya


dia tidak mau rama mencari kesempatan lagi


rama tersenyum nakal


dia sangat senang sekali setiap mengerjai sila


setelah sila selesai giliran rama yang mandi


setelah itu mereka check out


pulang kerumah sila setelah sebelumnya sarapan disebuah restoran