My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Extra Chapter (Part 3)



"Apa maksud bapak bicara seperti itu sama majikan saya" Della yang tiba tiba datang terlihat sangat berapi api. Matanya menyorot tajam ke arah Pak Bandi.


"Heh kamu pasti pengasuh anaknya ya. Kenapa kamu mau bekerja dengannya? dia bukan wanita baik baik" Kata Pak Bandi


"Majikan saya bukan wanita sembarangan yang memamerkan aurat dan menggaet suami yang sudah beristri" Kata Della


,,,,,Plakkkk,,,,,


Sebuan tamparan mendarat dipipi Della, beberapa pengunjung melihat mereka dan saling berbisik.


Sila kaget dan memegangi tangan Della agar tidak balas menampar.


"Berani sekali kamu menamparnya" Sila melotot ke arah Viona


"Diam kamu. Dan kamu. Apa maksud kamu berbicara seperti itu" Kata Viona yang terlihat berapi api


"Kenapa kamu marah? saya nggak bilangin kamu kok. Apa jangan jangan kamu tersindir dengan omongan saya?" Kata Della


Sila menyadari tatapan orang orang.


Sudah lah del, nggak enak jadi tontonan orang orang" Kata Sila melihat sekeliling yang sedang memperhatikan mereka


"Iya Nyonya" Della terpaksa menurut


"Mau kemana kalian. Jangan pergi. Minta maaf dulu pada istriku karena kalian telah membuatnya marah" Pak Bandi menarik tangan Sila kencang sampai Sila meringis


Namun tiba tiba tangannya dipelintir oleh seseorang.


"Aaaargh" Pak Bandi meringis merasakan sakit ditangannya.


"Berani sekali kamu menyentuh tangan istriku" Rama terlihat sangat marah, ingin rasanya dia mematahkan tangan pria itu


"Mas, lepaskan. Della bawa Ryan ke mobil" Sila memberi Ryan pada Della dan mencoba menarik tangan Rama agar melepaskan pelintirannya.


"Kalau saja istriku tidak meminta, aku pasti akan mematahkan tanganmu" Rama melepaskan tangan Pak Bandi secara kasar bahkan hampir membuat Pak Bandi terjungkal


"Siapa kamu? berani sekali kamu memelintir tanganku. Aku akan mengadukanmu ke polisi" Ancam Pak Bandi


"Bandi apa yang kamu lakukan? Kamu tidak tau siapa dia?" Tanya Pak Andi


"Memangnya siapa dia sampai kamu membelanya?" Pak Bandi masih menyombongkan diri


"Beliau adalah Pak Rama Adrian dan ini ibu Sila istrinya" Kata Pak Andi dengan nada kesal melihat tingkah adiknya


"Apa??" Wajah Pak Bandi berubah menjadi pucat.


"Ma,,,,maafkan saya pak, saya mohon jangan batalkan kontrak kerja sama kita" Pak Bandi bersimpuh di kaki Rama


"Berdiri lah dasar tidak tau malu!!!!!" Bentakan Rama membuat Pak Bandi langsung bangkit dan gemetaran


"Jangan pernah berharap aku mau bekerja sama denganmu. Aku lebih baik membakar uangku dari pada bekerja sama denganmu" Rama melotot tajam kearahnya.


"Pak Andi, jangan biarkan dia menginjakkan kakinya disemua perusahaanku, dari ini kamu mendapatkan SP1 karena kelalaianmu membawa orang sebodoh dirinya yang berani beraninya menyentuh tangan istriku dan membiarkan istrinya menampar pengasuh anakku" Rama menatap tajam ke arah Andi yang terlihat pucat.


"Jika sekali lagi kamu membawa orang sepertinya. Aku akan menurunkanmu menjadi Cleaning Service mengerti!!" Bentakan Rama sungguh membuat jantung pak Andi hampir copot.


"Baik pak, sekali lagi saya mohon maaf" Kata Andi memberi hormat


"Ayo sayang, kita pergi saja ke tempat lain" Rama merangkul bahu Sila dan mereka meninggalkan tempat itu.


Sila menoleh ke belakang dan melihat Pak Andi seperti sedang memaki Pak Bandi


Mereka memutuskan untuk pergi ke Villa mereka yang terletak didekat pantai. Disana terdapat Playground dan juga pemandangan yang indah.


Masih Proses Review ya gaess maaf kalo bingung