
Rama sedang duduk diruang kerja kamarnya. hatinya bimbang dan dia terus terngiang kata kata doni "harta bisa dicari lagi, tapi kebahagiaan bersama anak dan istri sulit jika dicari lagi"
rama mengusap wajahnya kasar.
"bagaimana ini?" apa yang harus aku lakukan? tolong aku ya Allah"
tok...tok...tok
suara pintu diketuk. rama segera membuka pintu.
"rama ayo makan malam" kata oma. dia memang sengaja memanggil rama karena jika pembantu yang memanggil, rama tidak akan mau.
rama terpaksa melangkah mengikuti oma.
mereka sudah duduk dikursi meja makan. mereka segera menyantap makanan yang tersaji dimeja itu.
rama terlihat lesu.
"kenapa sayang?" tanya oma
"tidak apa apa oma" kata rama tersenyum kecil
"apa kamu masih memikirkan wanita itu?" tanya oma
rama terdiam.
"oma tidak bisakah kita membawa sila kesini? dia sedang mengandung anak rama oma. rama mohon dia tidak bersalah" kata rama bernegosiasi
"waktumu dua hari untuk memikirkan ini sebelum undangan pernikahan itu ku sebar" kata oma datar
"omaaaa" rama memohon
"tidak ada penawaran dalam hidupku. pilih menikah atau lupakan oma seumur hidupmu" kata oma tegas
"oma, rama sangat mencintai sila. tidak bisakah oma menerima dia lagi? rama janji akan lakukan semua yang oma mau" kata rama memohon
"oma, rama sangat menyayangi oma. siapa dulu yang memaksa rama menikahi sila? oma kan? kenapa sekarang malah oma yang ingin memisahkan kami?" kata rama
"ternyata kamu lebih mencintai wanita itu daripada ibumi sendiri ya" kata oma tertawa sinis
"bukan begitu oma, rama bingung dengan situasi ini. rama tidak mencintai meira" kata rama jujur
"kamu juga dulu tidak mencintai wanita itu. tidak menutup kemungkinan kamu akan mencintai meira juga nantinya" kata oma
"ini beda oma, meira bukan lah gadis yang baik dan cerdas seperti sila" kata rama
"jangan berdebat denganku lagi atau kamu akan kehilangan dia dan juga aku sekaligus" kata oma mengancam
"kenapa oma sangat berbeda dari yang dulu, oma bukan oma yang rama kenal. oma yang rama kenal berhati lembut dan pemaaf" kata rama mulai mengeluarkan unek uneknya selama ini
"kalau begitu carilah oma mu yang dulu mungkin saja dia hilang dan aku hanya bayangannya saja" kata oma ketus
"omaaaaa" kata rama memelas
"sepatah kata lagi keluar dari mulutmu, aku akan mendatangi wanita itu lagi dan membuangnya jauh darimu!!!!!" oma berteriak mengancam
rama diam tak bergeming sedikitpun. hatinya sangat kacau. dia hanya punya waktu dua hari untuk memutuskan.
dikamarnya
rama terlihat menghubungi seseorang.
"halo toni, tolong kosongkan jadwal saya selama dua hari, saya ada urusan keluarga"
"baik pak" kata toni
rama memutus panggilannya. dia memutuskan mulai besok akan menghabiskan waktu dengan sila sebelum dia mengambil keputusan. mungkin itu akan menjadi awal maupun akhir baginya bersama sila.
"ya Allah apa kami bersalah karena kami jatuh cinta?" rama mengusap wajahnya kasar. dia pergi ke tempat tidur dan memendangi foto sila didalam galery ponselnya. dia menyentuh wajah dalam foto itu lalu menangis. tangisannya begitu membuatnya lelah hingga akhirnya dia tertidur dengan mata sembab. seorang CEO galak pun menangis karena seorang wanita. dan wanita itu adalah sila.