My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Hidup Baru



Rama sudah mengemasi semua barang barangnya. kini dia menuruni anak tangga dengan koper besar ditangannya.


oma sedang berdiri disudut bawah tangga.


Rama meneneruskan langkahnya saat berpas pasan dengan oma.


"apa kamu yakin ingin meninggalkan semua kemewahan ini demi wanita itu?" kata oma sambil melipat tangannya ke dada.


Rama diam lalu menatap kearah omanya.


"perlu Rama ingatkan bahwa oma lah yang memaksa Rama menikahinya dan Kami akhhirnya saling mencintai"


"jadi semua ini salahku?" oma menatap rama tajam


"tidak, oma tidak bersalah, Rama lah yang bersalah karena menentang keputusan oma" kata rama datar


"kenapa kamu ingin bersamanya, sedangkan kamu tau bahwa hidupmu akan sengsara" kata oma


"karena Rama mencintainya" kata Rama menatap oma lalu berbalik hendak pergi


"semua fasilitasmu sudah aku cabut, termasuk semua uangmu" kata oma


Rama meneruskan langkahnya menuju keluar. disana sudah ada sebuah taxi yang sudah dia pesan.


Taxi pun melaju menuju rumah yang ditempati sila selama ini.


sesampainya disana sila sudah bersiap dengan kopernya. dia pun berpamitan dengan Dita dan bi tiya.


setelah itu mereka pergi menuju Bandung.


sepanjang perjalanan sila terus berada dalam pelukan rama. sesekali air matanya menetes mengingat apa yang akan terjadi pada hubungan mereka selama ini.


lama kemudian, mereka pun sampai dirumah ibu sila.


Ibunya dan dimas sudah menunggu diluar.


sila menghambur ke pelukan ibunya lalu ke dimas.


mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu. sila agak heran melihat Rama dan ibunya sangat akrab. jauh dari apa yang diperkirakannya tadi.


Rama mengerti tatapan sila.


"apa kamu masih ingat pak doni?" tanya rama


sila mengangguk.


"ternyata doni adalah abangnya Toni sekretarisku. dan yang lebih mengejutkan doni adalah teman masa kecilmu dulu namun kamu tidak mengingatnya karena wajah doni berubah karena sebuah kecelakaan mengharuskan dia mengoperasi wajahnya dan doni tidak mengingatmu karena perubahan penampilanmu. lagi pula sudah 10 tahun kalian tidak bertemu" kata rama


"apa mas? beneran? dia doni temen aku?" tanya sila masih tidak percaya.


"iya tapi bukan itu masalahnya. dia mengetahui kamu adalah temannya saat di datang kesini karena penasaran dengan hubungan kita dikarenakan aku menceritakan masalah ini padanya" kata rama berhenti sejenak


sila menatap rama untuk melanjutkan ceritanya.


"dia datang kesini dan bertemu ibu lalu pada akhirnya dia tau akar permasalahan ini. dia datang kepadaku dan mencaritakan bahwa ibumu dan papaku pernah menikah. namun selang setahun pernikahan mereka, mamaku datang kepada ibu dan meminta untuk melepaskan papa untuknya. akhirnya dengan berat hati, ibu berpisah dengan papa. mereka berpisah karena ibu merencanakan perselingkuhaan palsu agar papa membencinya. akhirnya setelah bercerai, papa menikah dengan mamaku. namun pernikahan itu tidak berlangsung lama, hanya beberapa tahun saja. karena pada akhirnya papa tau kejadian sebenarnya. papa pun meninggalkan mama dan kembali pada ibu sepeninggal ayah kamu" Rama mengakhiri ceritanya.


sila terdiam. dia menatap ibu lalu memeluknya.


"kenapa ibu nggak pernah cerita" sila menangis dipelukan ibunya.


"sudah lah sayang, itu hanya masa lalu" kata ibu


"lalu apa mas sudah cerita ke oma?" tanya sila


"sudah, tapi oma tidak mau dengar dan tetap menyalahkan ibu. sepertinya oma masih belum merelakan kematian mama" kata rama menunduk. dia juga bersedih.


"bu rama minta maaf ya atas perlakuan kasar rama, dan kamu dimas kamu adalah adikku" kata rama


ibu dan dimas tersenyum.


"sudahlah rama. kita keluarga sekarang. mari kita memulai hidup baru kita" kata ibu tersenyum. rama juga tersenyum menatap ibu dimas, lalu merangkul Sila