My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Canggung



Pagi hari sila sudah berada diruangannya


hari ini dia sengaja datang cepat agar tidak ada lagi alasan rama memarahinya


sebenarnya dia juga tidak ingin bertemu rama


tapo sebagai asisten pribadi rama, tentu hal itu mustahil dilakukan


setengah jam kemudian rama pun datang


saat melewati ruangan sila, rama berhenti


dia langsung membuka pintu ruangan itu


sila yang terkejut langsung berdiri tertunduk


"a..ada yang bisa saya bantu pak" kata sila gugup


dia tidak berani menatap rama terlebih karena kejadian semalam


"kamu tumben datang cepat" tanya rama


"saya ingin bekerja lebih baik lagi pak" kata sila masih tertunduk


"perlihatkan wajahmu ketika aku bicara" kata rama tegas


sila langsung mendongak


dilihatnya rama yang berdiri didepan meja dan terus menatapnya


aduh jantung gue mau copot


udah dong bos natapnya


gak bisa gue pungkiri hari ini lo kece badai bos


ganteng banget


aaaaa gue bener bener udah gilak


"apakah hari ini saya punya jadwal?" tanya rama


"hari ini bapak akan melihat salah satu proyek di kota xxx bersama pak toni" kata sila


"toniiiiiiiii" rama berteriak


sila mengusap telinganya karena teriakan rama hampir membuatnya tuli


toni sudah berada didalam ruangan sila


"iya pak, ada yang bisa saya bantu" kata toni


wajahnya cemas, karena setelah sekian lama, hari rama memanggilnya dengan teriakan


"saya akan berangkat ke proyek dengan sila, kamu tetap dikantor dan mengurus semuanya" kata rama


tanpa bertanya toni langsung berkata


"baik pak, akan saya kerjakan"


Alhamdulillah ya Allah hari ini gak jadi bulan bulanan bos lagi di proyek


eh tapi kasian sila


toni mengingat setiap berada di proyek rama selalu menyuruhnya ikut bekerja membantu para pekerja. tentu saja itu membuatnya kotor kotoran dan mandi keringat


"pergilah" kata rama


toni membungkuk memberi hormat dan kembali keruangannya


sila masih melonngo


"karena saya menyuruhmu" kata rama


"tapi pak" rama mengancungkan telunjuknya pertanda sila harus diam


"ikuti dan turuti perintah saya" kata rama


lalu meninggalkan ruangan


ini si bos kenapa sih


padahal gue mau jaga jarak, tapi malah dia yang bikin kita selalu bersama


hadeehh pusing


jam 10.00 tepat, sila dan rama berangkat


didalam mobil sila memilih diam


dia merasa canggung setelah kejadian semalam


rama hanya fokus menyetir


gayanya yang cuek membuat sila semakin canggung


Kok dia biasa aja ya


ah pasti dia udah sering kayak gitu sama mantan mantannya dulu


sampai lah mereka di lokasi


rama melihat lihat didampingi seorang penanggung jawab bernama pak Doni


umurnya 27 tahun tapi belum menikah


wajahnya sangat tampan


bahkan lebih tampan dari rama


hanya kulitnya saja yang sedikit lebih gelap dan tubuhnya tidak setegap rama


saat rama sedang berbicara beberapa kali doni melirik sila yang sedang fokus melihat sekitar


"sepertinya anda sedang tidak fokus ya" kata rama menyadari tingkah doni


"maaf pak, karena saya baru kali ini melihat asisten pribadi bapak" kata doni


"apa anda tertarik pak doni?" tanya rama


"sekali lagi saya mohon maaf pak" kata doni


"ayolah, saya hanya bertanya" kata rama


rama sangat penasaran


"dia punya kecantikan yang alami pak" kata doni sambil melihat sila


"sepertinya anda harus periksa mata" kata rama


"saya tidak bercanda pak, dia memiliki kecantikan yang sangat alami. tidak dipoles make up saja wajahnya sangat cantik apalagi ketika dia menggunakan make up. jarang sekali ada gadis yang tetap cantik walau tidak memakai make up" kata doni


"sudah lah ayo kembali bekerja" kata rama


mereka pun pergi melihat lihat yang lain


sedangkan sila memilih ke ruang istirahat untuk menyejukkan badan


tumben si bos gak nyuruh nyuruh gue