
di rumah rama dan sila
setelah makan malam, mereka memutuskan duduk dibalkon depan kamarnya.
"aku dan meira dijodohkan sekitar 3 tahun lalu oleh alm mama. namun setahun kemudian mama meninggal dan oma membatalkan perjodohan secara sepihak. mama meira marah, tapi tidak ada yang bisa melawan keputusan oma. lalu mereka pindah keluar negeri. tapi meira selalu menghubungiku karena menganggap aku mencintainya dan kami hanya terhalang oleh oma" kata rama panjang lebar
"lalu kenapa kamu masih bersikap manis kepadanya mas?" tanya sila penasaran
"aku hanya menjalankan amanah mama sebelum dia kecelakaan. dia berkata bahwa aku harus terus bersikap baik pada meira dan tidak melukai hatinya" kata rama
sila terdiam. dia bisa merasakan kegundahan hati rama
"lalu bagaimana sayang? apa aku harus melanggar amanah mama?" tanya rama
"jangan mas, kamu tidak boleh melakukaannya" sila memegang tangan rama
"kita lakukan sandiwara ini sampai meira bisa melupakan dan menemukan cintanya" kata sila
"apa kamu yakin? dia sangat agresif dan bisa melakukan apa saja loh" kata rama
"apa yang oma katakan pada meira mas?" tanya sila
"oma bilang perjodohan tidak bisa dilakukan tapi meira tetap boleh berhubungan denganku tapi hanya sebatas teman" kata rama
"mas, kita bawa oma kemari" kata sila
"apa?" rama heran dengan apa yang dikatakan sila
"seenggaknya kalau ada oma dia tidak akan menciummu" kata sila mengingat kejadian dirumah ini saat itu
"tapi bagaimana denganmu? dia tidak boleh melihatmu bersamaku" kata rama
"aku akan tinggal di apartemen sebelah mas" kata sila
"dan aku?" tanya rama sepertinya dia tidak setuju tinggal terpisah dari sila
"malam sampai pagi mas akan bersamaku, sisanya mas dikantor dan dirumah" kata sila
"oma bahkan hanya ingin tinggal denganmu sayang" kata rama
"sayang bagaimana kalau kamu tinggal bersamaku sebagai sepupu jauhku. selama ini kan dia belum bertanya statusmu" kata rama
"iya itu ide yang bagus mas" sila tersenyum sepertinya dia mempunyai rencana
"sudah lah ayo kita lanjutkan yang tadi siang" ajak rama
"apa?" kata sila
"kenapa? kamu jangan menolak. saat kamu sudah terkena sentuhanku kamu tidak akan bisa menolak" kata rama tersenyum nakal
"ih dasar mesum" ejek sila yang berlari kedalam kamar
rama menghidupkan musik
"ayo kita berdansa" rama mengulurkan tangan kanannya
"aku nggak bisa dansa mas" kata sila malu
"akan aku ajari" bujuk rama
sila menerima uluran tangan rama.
rama meletakkan kedua tangan sila ke pundaknya dan dia meletakkan tangannya ke pinggang sila.
keduanya mulai bergerak perlahan mengikuti alunan musik yang lembut itu.
rama mulai menempelkan keningnya ke kening sila.
lalu dengan lembut dia mencium bibir sila.
setelah itu dia menyusuri leher jenjang sila dengan posisi masih berdansa.
sila ******* rambut rama saat rama sudah menyusuri dadanya.
rama membuka gaun tidur milik istrinya. terlihat lah tubuh seksi itu. lalu pelan pelan rama merebahkan sila ke atas ranjang. menyusuri setiap bagian tubuhnya membuat sila mendesah terus menerus.
kali ini rama melakukannya dengan sangat lembut agar sila tidak kelelahan. karena sejak saat pertama melakukannya, rama terus saja meminta. mungkin karena efek pengantin baru yang sedang dimabuk cinta. selalu ingin bersama pasangannya karena dunia serasa milik berdua. cieeeeeeee :D