My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Janji Sila



Sila membuka matanya. dia merasakan pusing. saat hendak bergerak, tubuhnya terasa berat.


ternyata dia dalam keadaan terikan disebuah sofa kecil.


Sila berusaha melepaskan tali itu namun ikatannya sangat kuat.


"percuma kamu berontak, kamu tidak akan bisa pergi dari sini" suara yang dikenal Sila terdengar dari kejauhan


"Meira" Sila terkejut mengetahui dalang dari semua ini adalah Meira


"Iya aku Meira. kenapa? takut?" kata Meira mengejek


"kenapa kamu melakukan ini Mei? apa salahku?" tanya Sila


"salahmu? kamu udah merebut Rama dariku, kamu membuat Ramaku hampir kehilangan hak warisannya. kalau dia sampai benar benar jatuh miskin. lalu apa aku bisa bersamanya?" Meira menatap sinis ke arah Sila


"Mei tolong lepaskan aku" kata Sila memohon


"lepaskan? mimpi kamu!!! oh ya coba kamu lihat ini" Meira memencet tombol ke arah tv dan memperlihatkan Dimas dan ibunya sedang diikat dan disiksa. sepertinya itu sedang berlangsung. Sila terkejut dan berteriak.


"Dimas, ibuuuuuu" Sila berteriak memanggil namun mereka tidak bisa mendengar teriakan Sila.


"Meira tolong lepaskan mereka aku mohon" pinta Sila sambil menangis


"apa? lepaskan? enak aja kamu. mereka itu harus dihabisi karena mereka hanya benalu yang mengganggu rencanaku" Meira membentak


"Meira aku mohon jangan sakiti mereka, aku...aku akan lakukan apa pun untuk kamu" kata Sila memohon


"apa kamu sanggup menukar nyawamu dengan mereka?" tanya Meira


"apa?" Sila terkejut


"kenapa kaget bukannya kamu mau melakukan apapun" kata Meira


Sila diam cukup lama.


"baiklah aku bersedia menggantikan mereka, tapi aku mohon biarkan aku melahirkan anak ini dan berikan dia pada ayahnya, aku mohon Meira" Sila terus menangis melihat ibunya dan dimas saat ini sedang menerima pecutan dari beberapa orang


"oke, kita bisa menunggu sampai anak itu lahir. setelah itu kamu harus bunuh diri karena aku nggak mau mengotori tanganku" kata Meira


"apa? tapi bunuh diri adalah dosa besar Meira" kata Sila


"ya udah aku bisa membuat ibumu dan adikmu yang melakukannya" ancam Meira


"jangaaaann, iya iya aku akan menuruti perintahmu" pinta Sila


Dimas dan ibunya dipindahkan ke gudang bawah tanah dan dikunci.


"ingat, setelah dia mati, berikan anaknya ke Panti asuhan dan siapkan surat wasiatnya yang menyatakan dia bunuh diri karena anaknya meninggal setelah kelahirannya. dan dua orang lainnya, biarkan mereka membusuk didalam gudang itu" perintah Meira yang langsung di iyakan oleh anak buahnya.


****


Keesokan harinya


Rama datang ke kantornya. semua karyawan menyapanya dengan hormat. Rama terus berjalan tanpa memperdulikan sapaan seperti dulu.


Diruangan Rama


Toni yang melihat Rama kembali sangat senang. Rama yang melihat Toni kegirangan berhenti dan bertanya


"apa yang membuatmu senang?" tanya Rama


"saya senang karena bapak kembali" kata Toni


"apa yang terjadi selama kepergianku" tany Rama


"pengganti Bapak adalah pak Yudi, dan beliau telah mengacaukan perusahaan ini sampai merugi puluhan Milyaran pak" kata Toni


"apa? siapa yang mempekerjakannya? ah pasti oma kan?" tanya Rama


Toni mengangguk.


"lalu apa yang terjadi?" tanya Rama


"Untuk menutupi kerugian, beberapa anak perusahaan yang baru dibangun dijual pak" kata Toni


Rama membuang nafas kasar.


"bawakan aku semua laporan keuangan sejak kepergianku" kata Rama


Toni segera mengumpulkan semua laporan dan memberikannya kepada Rama.


tumben si bos nggak marah marah


"Baiklah, terima kasih, kamu kembali lah ke ruanganmu" kata Rama


Toni pun membungkuk memberi hormat dan kembali keruangannya