My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Teman Baru



"non perkenalkan ini Dita anak bibi" kata bi tiya pemperkenalkan seorang gadis kepada sila.


"halo non" kata gadis yang bernama dita itu


"nggak usah panggil non, panggil aja kakak" kata sila tersenyum


"iya non, eh kak" kata dita malu malu.


ditatapnya sila yang sangat ramah itu.


dia cantik tapi kenapa suaminya mengasingkannya. apa salahnya.


ingin rasanya dita bertanya tapi ibunya sudah mewanti wanti agar dia tetap diam dan tidak menanyakan hal yang pribadi.


sila melihat dita. gadis itu cantik, berambut lurus sebahu, berkulit kuning langsat dan bertubuh mungil.


"dita ayo aku tunjukan kamarmu" ajak sila


sila mengangguk mengikuti langkah sila.


mereka tiba disebuah kamar yang sangat nyaman. jujur saja sila melihat semua barang barang dirumah itu seperti baru tapi rasanya mustahil jika rumah kontrakan memiliki barang yang baru dibeli kecuali rama yang membelinya. tapi sila berpikir itu tidak mungkin karena rama sangat membencinya.


malam pun tiba.


"non ayo makan dulu" ajak bibi setelah mengetuk pintu kamar sila.


sila langsung keluar menuju meja makan. dita juga ada disana. mereka segera menyantap makanan itu.


"dita, gimana skripsi kamu?" tanya sila


"lagi proses kak, kebanyakan revisi sih hehe" dita malu malu


"nanti kakak bantuin ya, kebetulan kita satu jurusan" kata sila


"beneran kak? makasih ya" kata dita girang


sila mengangguk tersenyum. setidaknya dia mendapat perlakuan baik disini. jika dia masih dirumah rama tentu hanya akan mendapat perlakuan buruk apalagi oma yang begitu menyayanginya tiba tiba membencinya.


selesai makan malam, sila mulai membantu dita mengerjakan skripsinya.


selesai membantu mengerjakan skripsi dita, sila bergegas kembali tidur. dilihatnya hp yang diberikan oleh rama. kosong tanpa apapun.


untuk apa dia memberiku hp yang tidak berguna. bahkan hp ini tidak bisa mengakses internet


sila meletakkan hp itu disamping tempat tidur. lalu memejamkan mata. dia tidak ingin memikirkan rama.


keesokan paginya.


dita sudah berangkat kuliah sedangkan bi tiya ijin pulang melihat rumahnya dan akan kembali sore hari. sepertinya dia akan membereskan rumahnya.


siang hari cuaca terlihat mendung. saat sila ingat ada jemuran di belakang rumah itu, dia pun bergegas hendak mengangkatnya. namun belum selesai dengan jemurannya, hujan sudah mengguyur tanah.


sila masuk kedalam setelah semua pakaian terangkat dengan keadaan basah kuyup.


dia bergegas mandi.


sore hari bi tiya kembali.


"non maaf ya jadi non yang angkat jemurannya" kata bi tiya merasa bersalah karena sila jadi terkena hujan


"nggak apa a..ha..ha..haciiiim" sila bersin


"non pasti kena flu karena kena hujan" kata bi tiya membimbing sila ke kamarnya


"biasanya aku tahan ujan tapi kok bisa sakit ya?" sila heran


"non, non. namanya juga ibu hamil memang rentan" kata bi tiya


"oh, yauda nanti aku minum obat aja bi" kata sila


"orang hamil nggak boleh minum obat sembarangan harus dengan resep dokter non" kata bi tiya mengingatkan


"oooooh gitu" sila baru mengerti


"non, istirahat aja nanti bibi belikan obat diklinik" kata bi tiya


sila mengangguk dan segera istirahat