My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Berita Pernikahan



Sila sudah berada dikamarnya setelah sebelumnya rama mengantarnya pulang.


dia tersenyum terbayang momen saat mereka dimobil.


rama mengucapkan kata cinta berkali kali dan menciumnya.


di pun tertidur dengan senyum mengambang diwajahnya.


pagi harinya.


saat sila baru selesai sarapan, tiba tiba pintu diketuk.


"ah itu pasti mas rama" sila melenggang menuju pintu dan membukanya


"maaas, kamu kok ce..." sila menghentikan kalimatnya saat tau siapa sosok yang ada didepannya.


"o..oma" kata sila gugup


"kenapa? apa kamu kaget melihatku? apa kalian pikir aku bodoh sampai tidak tau sandiwara kalian?" kata oma ketus


"masuk dulu oma" kata sila semakin gugup


"tidak perlu, aku hanya mau memberikan ini" oma menyodorkan sebuah undangan


sila menerima undangan itu dan ternyata itu adalah undangan pernikahan. dan nama yang tertulis disitu adalah RAMA & MEIRA.


sila menutup mulutnya dengan tangannya.


"oma ini ....."


"ya, aku akan menikahkan rama dengan meira. walaupun aku tidak begitu menyukainya tapi statusnya lebih baik darimu yang anak seorang pelakor" kata oma


"nggak bisa oma, aku istri sah nya. aku nggak mengizinkan ini" kata sila menangis


"datang dan beri restu atau ku buat ibu dan adikmu jadi gelandangan!!!" teriak oma lalu pergi meninggalkan sila yang masih menangis


sila menatap undangan itu, dia mengambil hp dan menelpon seseorang dari seberang sana.


"halo"


"mas, apa kamu akan menikah" kata sila dengan suara bergetar


"maafkan aku sila, aku juga tidak tau kalau oma akan bertindak senekat ini" kata rama dengan suara lemah


"mas aku harus bagaimana, aku nggak rela" sila terus menangis


"sayang, maafkan aku. dengarkan aku kamu percaya sama aku. aku akan mencari jalan keluar untuk ini" kata rama meyakinkan


"tapi bagaimana kalau nggak berhasil mas?" tanya sila ragu


"maafkan aku sayang" rama terdengar menangis dari seberang telepon


tuuuuuuut


telepon terputus.


bi tiya datang lalu memeluknya dan juga ikut menangis.


****


dikantor


rama menarik rambutnya lalu mengusap wajahnya kasar.


"bagaimana ini" rama terlihat seperti orang linglung


tokkk...tokkk.tokkk


"masuk" kata rama


"permisi pak, ada pak doni ingin menyerahkan berkas proyek" kata toni


"iya suruh dia masuk" kata rama


tak lama kemudian doni masuk.


"pak rama ini berkasnya, silahkan bapak cek" kata doni


"ah iya" kata rama lalu mulai membuka lembaran berkas itu


doni memperhatikan rama yang begitu kusut.


"pak, dimana asisten bapak yang cantik itu" kata doni


"dia sedang dirumah, dia resign karena lagi hamil anak saya" kata rama tanpa sadar.


"apa??" kata doni terkejut


"ah bukan maksudnya istri saya sedang. ah tidak saya sangat mencintai ah tidak bukan itu saya hanya" rama menghentikan kata katanya saat melihat doni tersenyum


"apa ini yang membuat bapak jadi kacau begini? maafkan saya kalau lancang pak. tapi setidaknya berbagi lah agar beban bapak hilang" kata doni


rama menatap lekat ke arah doni.


"apa kamu masih menyukainya?" tanya rama penuh selidik


"apa? tidak pak, berharap pun saya tidak akan mau. siangan saya adalah seorang CEO dan suami setia seperti pak rama" kata doni


"bagaimana kalau setelah anak kami lahir, kamu menikahinya dan buat dia bahagia seumur hidupmu" kata rama serius


"apa????" doni tidak percaya dengan apa yang dia dengar


"saya serius" kata rama


"katakan pada saya pak, kenapa harus saya yang membuatnya bahagia" kata doni


lalu.....