My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Keputusan



Pagi itu sila sedang duduk santai setelah menyelesaikan sarapannya. tiba tiba dia mendengar suara ketukan pintu.


dia membukanya dan....


"mas rama" sila terkejut melihat kedatangan orang yang sangat dirindukannya itu.


rama tersenyum lalu memeluk istrinya.


"tumben kamu kesini mas" kata sila sambil melepas pelukan rama karena disatu sisi dia masih merasa kecewa terhadap rama.


"aku mau kita habiskan hari ini berdua" kata rama


"nggak aku nggak mau, pergi kamu mas aku nggak mau lihat kamu lagi" kata sila dengan suara yang terbata bata


"kenapa sayang, aku suami kamu" kata rama


"kamu suami aku sekarang, tapi nanti kamu bukan lagi suami aku mas, kamu akan jadi milik orang lain" kata sila mulai menitihkan air mata lalu menghapusnya kasar


"izinkan aku bersamamu hari ini saja sayang" kata rama memohon


"untuk apa? kamu ingin membuatku senang hari ini lalu kamu akan mencampakkan aku besok? iya kan?" kata sila mulai menaikkan volume suaranya


"tidak sayang bukan itu, aku hanya......" rama terdiam saat sila menampar wajahnya


plakkkk


rama memgang pipinya.


"ini hukuman untuk suami plin plan seperti kamu, suami yang tega membuat istrinya menderita. asal kamu tau mas, aku menyesal menikah denganmu, pergi kamu!!!" teriak sila yang terus berderai air mata


"sayang, maafkan aku" rama mencoba memeluk sila namun sila segera menepisnya.


"pergi kamu!!!!" bentak sila


rama mengangkat tubuh sila lalu masuk kedalam rumah menuju kamar. bi tiya dan dita tidak dirumah karena rama sudah bilang akan datang.


"lepaskan aku mas" sila berontak sepanjang langkah rama kekamar.


rama diam saja.


sesampainya dikamar, rama mengunci pintunya dan membaringkan sila diatas ranjang.


"mas kamu apa apaan sih" tubuh sila tertahan diranjang karena kedua tangannya ditahan oleh rama.


"maafkan aku sayang, bisakah kamu diam atau aku akan mendiamkanmu dengan bibirku?" kata rama


sila langsung terdiam.


"segitu bencinya kamu denganku sampai tidak mau aku cium" kata rama


"aku memang benci sama kamu, aku kira kamu adalah suami yang bertanggung jawab, ternyata nggak" kata sila menatap sinis ke rama


"katakan kalau kamu tidak mencintaiku" kata rama menatap serius


rama mengangguk.


"aku nggak menmmmphh........" suara sila tertahan saat sebuah ciuman mendarat dibibirnya.


sila segera berontak namun, tenaga rama sangat kuat.


rama terus mencium bibirnya. sekarang berpindah ke leher sila dan dadanya.


sila berusaha menahan gejolak nafsu yang sudah mulai tercipta.


"mas, lepas" sila mencoba mendorong rama namun nihil, rama tetap melakukan aksinya.


kini rama membuka bajunya dan terlihat tubuh yang seksi itu.


sila membuang muka, karena dia tidak bisa memungkiri kalau suaminya benar benar seksi.


rama terus menyusuri tubuh sila hingga sila terbawa oleh permainan itu.


mereka pun melakukannya. melepaskan hasrat yang selama ini tertahan.


setelah selesai, rama berbaring disamping sila.


rama menarik kepala sila dan memindahkannya ke dadany.


"katakan kamu tidak mencintaiku" kata rama


"jangan memancingku" kata sila sedikit kesal namun juga senang


"sayang, sebenarnya kedatanganku kesini bukan untuk mengucapkan salam perpisahan" kata rama


"lalu?" kata sila penasaran


"aku sudah putuskan untuk memilih kamu dan meninggalkan semuanya" kata rama


"apa??? maksud kamu oma, meira dan harta?" kata sila tidak percaya


"hmmm" rama mengangguk


"apa kamu yakin mas? tanpamu akan jadi apa perusahaan itu?" kata sila


"sudah lah aku tidak peduli, aku hanya ingin bersama istri dan anakku" kata rama memeluk tubuh sila


"dan oma?" tanya sila


"aku memang menyayangi oma tapi sikap oma keterlaluan padamu yang jelas jelas tidak bersalah dan aku......" rama menggantung kata katanya


"kenapa mas?" tanya sila


"sudah lah, aku hanya ingin bersamamu" kata rama mencium keningnya.