
"apa???? bagaimana mungkin bapak ingin menceraikannya karena nenek bapak membencinya. dan bagaimana mungkin saya menikahi wanita yang jelas jelas mencintai suaminya. bapak jangan bercanda. ini tidak lucu" suara doni menggema diruangan rama. jujur saja dia masih sangat mencintai sila.
"saya tidak tau lagi apa yang harus saya lakukan. jika saya tetap mempertahankannya menjadi istri saya, dia hanya akan mendapat luka dan kesedihan karena bukan hanya dia yang nantinya menjadi istri saya. terlebih lagi oma sangat membencinya" kata rama
"saya pikir dengan mempertemukannya dengan orang yang mencintainya itu akan lebih baik. saya berjanji akan membiayai hidup anak kami nanti" kata rama
"ini bukan masalah biaya pak, ini masalah perasaan. bapak tidak bisa memaksakan kehendak bapak secara sepihak. apa bapak kira sila akan menurutinya?" kata doni. ingin rasanya dia menghajar rama, tetapi dia sadar siapa dia dan siapa rama.
rama terlihat kalut. dia terus menjambak rambutnya sendiri.
"pak, apakah nenek bapak tidak menawarkan pilihan lainnya?" tanya doni
"ya, ada. aku bisa bersama sila tapi dia akan mencoretku dari daftar keluarga" kata rama
"apa harta lebih penting daripada wanita yang bapak cintai?" tanya doni
"apa kamu sanggup melihat istri dan anakmu kelaparan?" tanya rama
"saya tau bapak tidak bisa memilih karena bapak lahir dari keluarga kaya raya dan terbiasa hidup enak. belum lagi bapak sudah terpandang dan terkenal dimana mana. mana mungkin bapak mau meninggalkan semua itu" kata doni
"apa kamu sedang menceramahiku?" tanya rama menatap tajam
"melihat bapak yang seperti ini saya ragu bapak benar benar mencintainya" kata doni
"apa kamu bilang? aku sangat mencintainy dan aku...ah sudah lah pergi kamu" kata rama kesal
"baik pak saya permisi, maaf kalau saya lancang, tapi jika saya jadi bapak saya akan meninggalkan semua harta saya demi anak dan istri saya. harta bisa dicari lagi. tapi kebahagiaan bersama istri dan anak sulit jika dicari lagi" kata doni hendak meninggalkan ruangan itu.
sebelum dia membuka pintu, dia menoleh ke arah rama lalu berkata.
"jika bapak menceraikannya, saya akan jadi orang pertama yang akan menghapus air matanya. karena air mata wanita sepertinya sangat mahal untuk seorang suami seperti bapak"
doni pun pergi meninggalkan rama yang kacau balau.
sementara itu
masalahmu sangat sulit bos, tapi perasaanmu lebih sulit ditebak.
jika kamu mau menceraikannya, itu artinya kamu tidak benar benar mencintainya.
sila, jika saja kamu menikah denganku, aku tidak akan pernah membiarkannya terluka karena kebodohanku.
kamu sangat naif bos
doni berlalu dengan taksinya.
dia menuju ke bandung tempat proyek yang sedang ditanganinya.
dia mengingat kata sila dia berasal dari bandung. dia pun menelpon toni yang tak lain adalah adiknya. ya, toni memang adiknya namun tidak ada yang tau karena memang tidak ada yang bertanya.
tuuuuut
"halo bang" kata toni dari seberang sana
"halo ton, kirim alamat rumah sila dibandung dong, jangan banyak tanya ini, abang ada perlu" kata doni
"iya bang, bentar ya" toni mengecek surat lamaran sila yang terletak alamat ruamhnya di bandung.
"ini bang alamatnya di jl.xxxxxx" kata toni
"oke ton, makasih ya jangan bilang sama siapapun ya, nanti kalo kita ketemu abang kasih tau" kata doni
"iya bang, hati hati ya" kata toni
"oke" doni menutup teleponnya.
kemudian.......