My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Extra Chapter (Part 1)



1 Tahun kemudian


Pagi itu sekitar Jam 5, Sila dibuat panik karena Ryan anaknya tak berhentinya menangis sejak bangun tidur,


Dia sudah menyusuinya tapi Ryan menolak.


Dia menggendong, tapi Ryan tak juga berhenti menangis,


"Aduh gimana nih" Sila masih kebingungan.


Rama yang baru selesai berolah raga menghampiri mereka.


"Ryan kenapa sayang?" tanya Rama.


"Nggak tau nih mas, dari bangun tidur dia nangis terus. Udah aku cek badannya nggak panas, disusui nggak mau" Kata Sila yang masih terus menggendong Ryan yang masih menangis.


"Sini sayang, sama Papa" Rama menggendong Ryan dan secara mengejutkan Ryan langsung diam.


"Loh sama mas dia kok diem ya" Kata Sila heran.


"Mungkin dia kangen Papanya kali. Tumben banget sih pagi pagi minta peluk Papa" Rama mencium pipi Ryan dan Ryan tertawa. Terlihat sangat menggemaskan.


"Mas, gimana kalau hari ini kita aja Ryan jalan jalan. Mungkin dia bosen juga dirumah mulu" Kata Sila memberikan ide.


"Boleh sayang, kita ajak dia ke mall aja yuk biar dia bisa bermain sepuasnya" Kata Rama.


"Nggak mas, tempat itu terlalu rame nanti banyak bakteri nempelin badan Ryan" Kata Sila.


"Kalau nggak mau tempat ramai, berarti tidak jalan jalan namanya tapi bersembunyi" Kata Rama.


"Kamu ini, yauda deh kita ke mall tapi karyawan mas suruh sterilkan dulu playground nya dan setiap pengunjung yang masuk harus di sterilkan juga. Aku nggak mau kalau sampai Ryan sakit" Kata Sila.


"Iya oke, nanti aku telpon. Yauda aku mandi dulu habis itu kita sarapan ya. Kamu udah mandi kan?" tanya Rama.


"Aku? ya belum lah. Waktu mas pergi jogging aja aku masih tidur" jawab Sila.


"Dasar kamu ini, yauda kita mandi bareng yuk" Ajak Rama.


"Nggak malu kamu ada anak malah ngajakin aku mandi bareng" Sila memukul lengan Rama pelan.


"Ryan, tidak apa apa kan kalau Mama Papa mandikan dulu" Rama berbicara kepada Ryan dan Ryan hanya tertawa kecil.


"Enggak ah, kamu mandi sendiri sana gih" Sila menolak.


"Della" Rama keluar kamar dan memanggil baby sitter yang biasa membantu Sila menjaga Ryan.


"Iya Tuan" Sahut Della.


"Jagain Ryan dulu ya" Rama menyerahkan Ryan kepada Della dan kembali ke kamar.


"Ryan sudah aman, kita mandi yuk" Ajak Rama


"Kamu dulu aja deh mas, masih dingin nih" Kata Sila.


"Yauda sini aku buat kamu kepanasan" Rama menarik Sila ke atas tempat tidur.


"Mas kamu mau apa?" Sila kaget.


"Aku sedang ingin. Tadi saat aku bilang mandi bareng aku langsung berimajinasi dan membuat junior yang dibawah gerak gerak" Kata Rama.


"Dasar kamu ini" Sila menepuk dada Rama yang menindih tubuhnya.


"Bisa kita mulai sayang" Tanya Rama sudah tidak sabar.


Sila menganguk dan mereka pun berolah raga pagi itu.


Setelah selesai, mereka mandi bersama dan lagi lagi Rama memintanya lagi.


Sepertinya Rama tidak tahan setiap melihat Sila tanpa busana.


Walaupun Sila sudah pernah melahirkan, tapi dia masih bisa menjaga tubuhnya tetap langsing dan kencang.


Suami mana yang tidak tergoda melihat istrinya masih kencang.


Selesai mandi, mereka segera sarapan bersama Ryan yang sudah dimandikan Della.


Sila menyuapi Ryan dengan pelan dan hati hati.


Dia selalu melakukan apapun untuk Ryan dengan sangat teliti.