My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Sah



Semua sudah berkumpul di lokasi ijab qobul


sang mempelai pria sudah tiba bersama omanya.


Rama terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna hitam.


Dia memakai peci membuatnya tambah tampan.


"Apa mempelai wanita sudah siap?" Tanya Bapak penghulu


Tak lama kemudian Sila keluar.


dia sangat cantik dengan setelan kebaya warna putih dan polesan make up.


rama sampai melongo ketika melihatnya.


wah cantik sekali


ternyata doni benar


eh apa yang aku pikirkan?


cepat cepat rama sadar


sila langsug dibimbing sang ibu duduk di Samping rama lalu kemudian memakaikan selendang ke atas kepala rama dan sila.


deg


Jantung mereka berdetak kencang.


penghulu segera memulai prosesi ijab qobul


sebentar lagi gue bakal jadi istri si bos gumam sila


sebentar lagi aku akan menjadi suami orang


gumam rama


Om Sila yang merupakan adik Alm Ayah kandung Sila menjadi wali nikahnya.


"Saya terima nikahnya......................" kata rama lantang


SAH !!!!!


kini rama dan sila telah sah menjadi suami istri


Mereka menyalami keluarga lalu beberapa saksi


Setelah selesai, mereka semua berbincang bincang.


Saat malam tiba rama segera memboyong Sila ke sebuah hotel mewah yang sudah dipersiapkan Oma Melinda.


Sementara ibu dan Dimas tetap dirumah sila sampai besok.


Sedangkan Om Sila sudah pulang sejak sore tadi.


Oma melinda pulang dengan di antar supir pribadinya


****


di apartemen


"mas, gede banget hotelnya kayak istana" kata sila menatap kagum


"ini sebagai hadiah pernikahan kita, ayo masuk" ajak rama


sila masih diam mematung


"aku masih ingat janjiku" kata rama memahami sikap sila


sila menghela nafas lega


dia pun mengikuti langkah rama menuju lift


dibawah sudah ada beberapa pekerja


mereka menuju ke lantai paling atas


lalu memasuki kamar


sila berdecak kagum melihat kemewahan kamar itu


diatas tempat tidur sudah terangkai taburan kelopak bunga membentuk hati


ini membuat sila jadi canggung


"kita gak pisah kamar aja mas?" tanya sila pelan


"boleh, tapi besok oma akan tau" kata rama


"i..iya mas" kata sila menurut


"ayo kita dinner dulu dibawah" ajak rama


mereka segera turun dan menuju ke restoran yang ada dihotel itu


rama sudah selesai, sedangkan sila belum


terpaksa rama menunggu sila makan


"hai ram, apa kabar?" sapaan seseorang mengejutkan keduanya


mata rama terbelalak


dia adalah aldo


saingan rama sejak sma


bukan bersaing dalam hal cinta tapi prestasi


bagaimana pun rama lebih unggul dari aldo


sehingga aldo terus saja berusaha mengalahkannya sampai dimana pun mereka bertemu,.aldo selalu ingin mengalahkan rama


"ngapain lo disini?" kata rama ketus


"gue abis ketemu klien gue dong" kata aldo


shit kenapa harus jumpa si berengsek ini sih


sila masih terbengong melihat mereka berdua


tanpa disuruh aldo langsung duduk


"loh kamu kok ada disini?" tanya aldo sok akrab kepada sila


rama menatap kesal


sila bingung harus jawab apa


"kamu kan seharusnya ada di khayangan. kenapa ada bidadari tersasar dihotelku" gombalan aldo membuat rama hampir muntah


sila hanya tersenyum kecil lalu tatapan rama membuatnya tertunduk


"siapa ram?" pacar lo?" tanya aldo penasaran


rama bingung harus jawab apa


karena tidak mungkin dia menjawab kalau sila adalah istrinya


"bukan urusan lo" kata rama ketus


"kamu siapanya rama nona cantik?" kata aldo tersenyum lembut kepada sila


sila bingung harus jawab apa


tolongin dong woi jangan diem aja lo sila menatap rama sebal


"lo ganggu banget ya, ayo kita pergi" rama menarik tangan sila hendak pergi namun aldo menahan tangan sila


"ayo dong nona cantik, kita kenalan dulu"


rama kehilangan kontrol


dia melepaskan genggaman tangan aldo menarik kerah bajunya


"lo jangan macem macem ya" ancam rama


aldo hanya tersenyum sinis


kini dia tau letak kelemahan rama


karena baru kali ini rama marah hanya karena wanita


rama melepaskan kerah aldo lalu pergi


aldo tersenyum menang


sementara rama dan sila sudah berada dikamar