My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Cemburu Buta #2



..Jdekkkk...


suara pintu tertutup cukup keras


sila masuk keruangnnya


hatinya masih kesal


"dia marah saat aku tersenyum sama orang dan hari ini aku melihat dia mesra mesraan sama perempuan lain" sila berbicara sendiri


dia benar benar kesal pada rama


terlebih lagi saat meira masuk ke keruangannya


flashback on


"maaf mbak ada yang bisa saya bantu" tanya sila sopan


sila memperhatikan wanita itu sangat lah cantik dan modis


walau make upnya tebal tapi dia tetap terlihat sangat cantik


meira memandang sila dari atas ke bawah dengan tatapan mengejek


namun sila diam saja walau dia kesal


"saya mau bertemu dengan rama" kata meira


"apa mbak sudah ada janji?" tanya sila


"bilang saja, pacarnya yang dari amerika dateng" kata meira dengan gaya sombongnya


deg


pacar? sejak kapan? kenapa aku baru tau


"se...sebentar mbak akan saya panggilkan" sila bergegas keruangan rama


lalu kembali dengan wajah ditekuk


"sebentar lagi pak rama akan kesini mbak" kata sila berusaha tersenyum


"tuh kan, rama memang gak pernah berubah, dia pasti sangat mencintai aku" kata meira duduk di sofa


sila ikut duduk dan wajahnya merah padam menahan marah


flashback off


jam istirahat telah usai


sila hanya makan roti yang dia bawa dari dapur


dalam keadaan kesal bagaimana dia bisa makan


suara langkah heels terdengar dari luar


sepertinya rama dan meira sudah kembali


membuat mood sila semakin buruk


"aku pamit ya sayang dah" terdengar suara langkah kaki meira semakin kecil


rama masuk ke ruangannya


"cih, bahkan dia gak menghiraukan aku" decak sela kesal


jam kerja sudah berakhir


sila langsung pulang


setelah mandi, dia memasak sesuatu karena perutnya lapar sekali.


dari luar terdengar suara mesin mobil


itu pasti dia


rama masuk mencium aroma yang menggugah selera dari dapur


"kamu masak apa?" tanya rama saat sudah berada didapur


"mas mau? bukannya tadi udah makan" sindir sila


"ya, tapi aku jadi lapar lagi gara gara masakanmu" kata rama


"ganti dulu mas" kata sila menahan kesal


bagaimana pun rama saat ini dalam kondisi lelah


mengajak dia ribut sama saja membangunkan singa lapar


rama bergegas mengganti baju lalu turun


dimeja makan sudah tersaji sop ayam


tanpa aba aba rama langsung memakannya


sila menatapnya senang karena rama menyukai masakannya


tapi dia langsung teringat meira membuat senyumnya hilang


setelah selesai rama duduk diruang tv


cih dia bahkan tidak memperdulikan aku


nanya aja enggak


dasar gerutu sila


rama melihat sila masih duduk dimeja makan


padahal dia sudah membereskannya


rama mendatanginya


"kamu kenapa?" tanya rama


cih baru nanya


"nggak apa apa mas" jawab sila datar


"kamu tidak biasanya seperti ini" kata rama


"maaf kalau sikapku ini membuat mas risih" sila sudah tidak tahan memendam semua


"aku tidak risih, tapi aku hanya heran melihat sikapmu, apalagi saat dikantor tadi" kata rama


sila kesal karena rama tidak paham


dia pun pergi ke taman meninggakan rama


dia kenapa ya?


kok jadi sewot gitu


kesambet setan apa sih gumam rama yang sama sekali tidak sadar kalau sila sedang cemburu


sementara sila duduk ditaman belakang rumahnya memandangi bunga bunga cantik yang sedang bergoyang diterpa angin