
..Jdekkkk...
suara pintu tertutup cukup keras
sila masuk keruangnnya
hatinya masih kesal
"dia marah saat aku tersenyum sama orang dan hari ini aku melihat dia mesra mesraan sama perempuan lain" sila berbicara sendiri
dia benar benar kesal pada rama
terlebih lagi saat meira masuk ke keruangannya
flashback on
"maaf mbak ada yang bisa saya bantu" tanya sila sopan
sila memperhatikan wanita itu sangat lah cantik dan modis
walau make upnya tebal tapi dia tetap terlihat sangat cantik
meira memandang sila dari atas ke bawah dengan tatapan mengejek
namun sila diam saja walau dia kesal
"saya mau bertemu dengan rama" kata meira
"apa mbak sudah ada janji?" tanya sila
"bilang saja, pacarnya yang dari amerika dateng" kata meira dengan gaya sombongnya
deg
pacar? sejak kapan? kenapa aku baru tau
"se...sebentar mbak akan saya panggilkan" sila bergegas keruangan rama
lalu kembali dengan wajah ditekuk
"sebentar lagi pak rama akan kesini mbak" kata sila berusaha tersenyum
"tuh kan, rama memang gak pernah berubah, dia pasti sangat mencintai aku" kata meira duduk di sofa
sila ikut duduk dan wajahnya merah padam menahan marah
flashback off
jam istirahat telah usai
sila hanya makan roti yang dia bawa dari dapur
dalam keadaan kesal bagaimana dia bisa makan
suara langkah heels terdengar dari luar
sepertinya rama dan meira sudah kembali
membuat mood sila semakin buruk
"aku pamit ya sayang dah" terdengar suara langkah kaki meira semakin kecil
rama masuk ke ruangannya
"cih, bahkan dia gak menghiraukan aku" decak sela kesal
jam kerja sudah berakhir
sila langsung pulang
setelah mandi, dia memasak sesuatu karena perutnya lapar sekali.
dari luar terdengar suara mesin mobil
itu pasti dia
rama masuk mencium aroma yang menggugah selera dari dapur
"kamu masak apa?" tanya rama saat sudah berada didapur
"mas mau? bukannya tadi udah makan" sindir sila
"ya, tapi aku jadi lapar lagi gara gara masakanmu" kata rama
"ganti dulu mas" kata sila menahan kesal
bagaimana pun rama saat ini dalam kondisi lelah
mengajak dia ribut sama saja membangunkan singa lapar
rama bergegas mengganti baju lalu turun
dimeja makan sudah tersaji sop ayam
tanpa aba aba rama langsung memakannya
sila menatapnya senang karena rama menyukai masakannya
tapi dia langsung teringat meira membuat senyumnya hilang
setelah selesai rama duduk diruang tv
cih dia bahkan tidak memperdulikan aku
nanya aja enggak
dasar gerutu sila
rama melihat sila masih duduk dimeja makan
padahal dia sudah membereskannya
rama mendatanginya
"kamu kenapa?" tanya rama
cih baru nanya
"nggak apa apa mas" jawab sila datar
"kamu tidak biasanya seperti ini" kata rama
"maaf kalau sikapku ini membuat mas risih" sila sudah tidak tahan memendam semua
"aku tidak risih, tapi aku hanya heran melihat sikapmu, apalagi saat dikantor tadi" kata rama
sila kesal karena rama tidak paham
dia pun pergi ke taman meninggakan rama
dia kenapa ya?
kok jadi sewot gitu
kesambet setan apa sih gumam rama yang sama sekali tidak sadar kalau sila sedang cemburu
sementara sila duduk ditaman belakang rumahnya memandangi bunga bunga cantik yang sedang bergoyang diterpa angin