My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Mencari Pekerjaan



Rama dan Sila sudah menempati rumah kontrakan yang mereka sewa selama setahun dengan uang gaji yang selama ini di kirimkan Sila. ibunya menyimpan uang itu untuk sila. awalnya rama menolak tapi sila memaksa agar menggunakan uang itu dan akhirnya rama mau.


rumah itu tidak jauh dari rumah ibu sila hanya berjarak 2 blok saja.


pagi itu Rama sedang mencari lowongan kerja di beberapa koran. dia akan mencoba melamar pekerjaan hari ini. malu dan gengsi dia buang jauh jauh.


"mas, ayo sarapan" sila memanggil rama yang sedang membaca koran.


"iya sayang" rama masuk kedalam dan ikut sarapan bersama istrinya.


selesai sarapan, rama pamit pergi mencari pekerjaan.


"mas pergi dulu doakan supaya berhasil ya" kata rama mencium kening sila.


"iya mas hati hati ya"


"sayang, papa berangkat dulu ya, kamu baik baik sama mama ya" kata Rama mencium perut sila yang sudah membuncit.


Rama pun pergi dengan berjalan kaki dan mencari angkutan umum (angkot) di pinggir jalan.


sebuah angkot berhenti dan Rama pun masuk. susana panas, sumpek dan bau membuat rama merasa kepanasan. ini kali pertamanya dia naik angkot. baju rama yang semula kering dan wangi kini menjadi basah karena keringat.


setelah sampai tujuan, rama berhenti disebuah perusahaan. dia masuk dan ingin menemui bagian HRD.


namun belum sempat dia bertanya seorang satpam menariknya keluar.


"apa apaan kamu!!!" bentak rama


"maaf pak, tapi peraturan disini melarang bapak masuk kesini" kata satpam itu


"kenapa" rama melotot


"ini pak" satpam menunjukkan sebuah poster yang terapat foto rama dan ada tulisan black list dibawahnya.


"apa??" rama tidak percaya.


"maafkan saya pak, saya hanya menjalankan tugas" kata satpam itu menunduk memberi hormat


Rama pergi dengan perasaan kesal.


apa apaan oma. dia sengaja membuat semua perusahaan dimana pun untuk tidak menerimaku


Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


hpnya berbunyi. ada sebuah pesan masuk.


rama membuka pesan itu dan isinya adalah.


jika kamu pulang, aku masih menerimamu


pesan itu dari oma.


rama tidak membalasnya. dia terus bergerak mencari pekerjaan kesana sini. tapi hasilnya nihil. tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerimanya.


lalu dia teringat semua temannya yang dulu sering dia bantu.


dia pun menelpon mereka satu persatu


namun jawaban mereka adalah :


Aldo : maaf bro gue lagi ngga ada job buat lo


Dika : gue nggak bisa bro, lagi ada masalah


Andi : maaf bro gue lagi sibuk


Gilang : sorry bro gue takut sama oma lo


Rama berjalan dengan langkah gontai. tiba tiba dia terhuyung kedepan saat sesuatu menubruknya dari belakang.


...brukk...


"maaf mas, saya nggak sengaja" kata pria yang segera memarkirkan sepeda motornya dan menghampiri rama lalu memapahnya ke pinggir jalan.


ingin rasanya rama membentak pria itu tapi dia mengurungkan niatnya karena dia bukan rama yang dulu.


"Rama" kata pria itu


rama menatapnya dan terheran karena pria itu mengenalnya


"ini aku Seno temen SMA kamu" kata pria yang ternyata bernama seno


"seno...seno....ah aku ingat kamu kan yang dulu pernah aku...." rama menggantung kata katanya


"hahaha iya aku yang dulu pernah kamu ceburin di lumpur dan kamu kunci digudang" kata seno tertawa


"hai apa kabar, emm soal yang dulu...."rama diam


"sudah lah, aku sudah memaafkan kamu, toh itu wajar kan kenakalan anak remaja. kabarku baik. aku nggak nyangka ketemu kamu disini" kata seno


"ah iya aku dan istriku baru pindah kesini" kata rama


"wah kamu udah nikah juga rupanya, selamat ya. oh ya maaf tadi aku nabrak kamu" kata seno


"iya terima kasih. tidak apa apa kamu kan tidak sengaja lagi pula aku berjalan terlalu ke tengah" kata rama


"kamu ngapain disini" tanya seno


"aku lagi cari kerjaan" kata rama.


seno diam menatap rama. rasanya tidak mungkin orang sekaya rama bisa mencari pekerjaan apalagi dengan berjalan kaki.


pasti telah terjadi sesuatu sama dia. lebih baik aku jangan tanya dulu


"kamu mau pekerjaan apapun?" tanya seno


"ya asalkan itu halal" kata rama


"sebelumnya aku minta maaf, aku ada kerjaan buat kamu tapi buka pekerjaan kantoran" kata seno


"oh ya, tidak apa apa aku mau" kata rama antusias


"aku punya sebuah mini market kecil kecilan. apa kamu mau jadi pekerja. tapi bagian melayani pembeli" kata seno


"aku mau seno" kata rama


"aku nggak bisa bayar kamu seperti perusahaan lain. aku cuma bisa bayar kamu sedikit. tapi itu mungkin cukup untuk kebutuhan kalian. kalau penjualan meningkat aku selalu memberikan bonus kok" kata seno


"kapan aku bisa mulai bekerja?" tanya rama


"besok, datang ke alamat ini ya" kata seno memberikan alamat mini marketnya.


"terima kasih seno, aku akan bekerja dengan giat" kata rama tersenyum girang


"aku nggak perlu meragukan kamu, dari dulu kamu memang orang yang giat bekerja" kata seno menepuk lengan rama


"sekali lagi terima kasih seno, aku pulang dulu ya, aku ingin memberi tahu istriku soal.kabar gembira ini" kata rama


"iya hati hati ya" kata seno


rama pun pergi menuju tempat menunggu angkot. dia tidak sabar bertemu sila dan memberinya kabar baik ini