
Pagi hari mobil yang menjemput Sila sudah datang, ia pun berpamitan kepada ibu dan adiknya. Tampak air matanya meleleh dipelukan ibunya.
Mobil pun berangkat
*****
Sesampainya di alamat rumah itu, Sila tercengang karena rumah itu sangat besar dan bagus. Walaupun bukan rumah tingkat, tapi rumah itu cukup luas. Di garasinya sudah terparkir sebuah mobil pribadi berwarna putih.
Sila tercengang dengan pemandangan didepannya.
"Silahkan masuk mbak" Kata supir sambil membawakan kopernya. Sila mengikutinya.
Sesampainya didalam Sila semakin terkejut dengan barang barang mewah yang ada didalam rumah itu. Dia sampai melongo cukup lama.
Lalu supir itu memberikan sebuah kunci mobil yang merupakan kunci dari mobil yang digarasi. Kemudian supir itu pamit.
Sila langsung mencari kamar agar dia bisa meletakkan semua barang barangnya.
Dia memasuki sebuah kamar yang merupakan kamar utama dirumah itu.
Dan lagi-lagi dia ternganga saat membuka pintu itu. Didalam kamar itu terlihat sebuah tempat tidur luas yang sangat empuk dan mewah. Perabot lainnya juga tak kalah mewahnya.
"Ini gue mimpi bukan ya, aww." Sila mencubit tangannya meyakinkan kalau ini bukan mimpi.
Dia segera meletakkan barang barang yang dibawanya.
Setelah itu, dia membaca kertas yang diberikan pak Toni. Dia membaca semuanya namun dia bergidik saat membaca tugas-tugas itu.
Semua wajar saja hanya ada beberapa yang sangat aneh. Contoh saja, sila harus menjadi supir bos kemanapun mereka pergi dan selalu siaga kapanpun bos memanggil bahkan diluar jam kerja. Menemani kemana pun bos pergi meski berlibur sekalipun.
*I*ni tugas asisten atau supir pribadi sih.
Kemudian dia membaca hal yang disukai bos hanya 1 yaitu jangan lakukan hal yang tidak disukai bos.
Lalu hal yang tidak disukai bos
- Mengulang pertanyaan
- Ditanya hal tidak penting
- Asisten cengeng
- Tidak tepat waktu
"Ta baiklah bos, aku akan berusaha" Iata Sila yakin.
****
"Bagaimana Toni, kamu sudah dapat gantinya?" Tanya Rama.
"Sudah pak, namanya Sila dan dia akan bekerja mulai besok" Jawab Toni.
"Kerja bagus, aku akan naikkan gajimu jika dia bekerja dengan benar dan sebaliknya aku akan turunkan gajimu kalau dia mengecewakanku" Kata Rama sambil menatap tajam.
*I*ni bos ngangkat gue tinggi tinggi terus dibanting.
"Baik pak" Kata Toni.
"Pergilah" Kata Rama.
Segera Toni membungkukkan badan tanda hormat dan pergi ke ruangnnya.
****
Keesokan harinya, Sila datang ke kantor dengan seragam kemeja putih dengan blazer warna hitam serta rok span selutut. Rambutnya dikuncir satu dan tetap memakai kacamata. Sebenarnya dia tidak punya minus mata, itu hanya kacamata baca sekaligus radiasi karena dari dulu dia suka membaca dari buku maupun laptop atau gadget sehingga agar benar benar aman dia selalu memakai kacamata. Sehingga itu menjadi kebiasaannya sampai sekarang.
...tokkk....tokk...tok...
"Masuk"
Sila memasuki ruangan Toni.
"Permisi pak" Sapa Sila.
"Silahkan duduk" Kata Toni mempersilahkan.
Sila pun duduk.
"Apa kamu sudah membaca semua tugasmu?" Tanya Toni.
"Sudah pak" Jawab Sila.
"Baguslah, ini kontrak kerja kamu selama 2 tahun. Kalau kerjamu bagus akan diperpanjang. Kamu tidak boleh berhenti sampai masa kontrak habis. Jika kamu ingin berhenti maka akan dikenakan penalti 2 kali lipat dari gaji kamu selama bekerja" Kata Toni Singkat.
Sila melongo tidak percaya, begitu ketatnya peraturan diperusahaan itu. Sila menimbang - nimbang.
"Jika kamu ragu, silahkan pergi dan kembalikan uang yang saya berikan padamu" Kata Toni saat melihat Sila seperti ragu.
"Tidak pak, saya akan tanda tangan" Sila membacanya kemudian menandatanganinya.
*G*imana mau dibalikin uangnya udah gue pakek kali pak.
Setelah itu Toni menyuruh Sila mengikutinya ke ruangan bos. Dag dig dug itulah yang dirasakan Sila saat ini. Dia sangat gugup. Yang dia tau seorang Rama Adrian itu sangat arogan. Tapi baginya menhadapi orang arogan tidak masalah karena dia sering menghadapi yang seperti itu saat kerja dihotel.