My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Berita Gembira



Oma baru saja pulang reunian


"oma, gimana reuninya?" kata sila langsung menghampiri oma dan memeluknya


"ada apa ini kok cucu oma tumben peluk oma" kata oma tersenyum


"sila kangen sama oma, habisnya oma kelamaan perginya sih" kata sila


"iya sayang tadi seru sekali, oma seneng bisa jumpa temen temen oma lagi" kata oma membimbing sila agar duduk disofa bersamanya


"mana rama?" tanya oma


"dikamar oma lagi mandi paling bentar lagi turun" kata sila


"bagaimana keadaan rumah, apa sedang terjadi sesuatu?" tanya oma


sila tertunduk


"katakan sayang" bujuk oma


"tadi meira dateng kesini oma dan mergokin mas rama dan sila. dan akhirnya dia tau kalau kami suami istri" kata sila gugup


"kalian sih pakai acara mesra mesraan diruang terbuka. kesempatan ya karena oma pergi" goda oma


"omaaa" kata sila malu


"iya iya yang penting semuanya sudah berakhir. dan oma dengar si anak tengil itu bohong pada oma ya bilangnya habis kontrak baru nikah" kata oma menunjukkan wajah kesal


"iya oma, tapi sila udah umumkan kalo sila udah nikah. tapi sila nggak bilang kalau sila nikah sama mas rama. belum waktunya oma takutnya mempengaruhi bisnis mas rama" kata sila


"ya sudah tidak apa yang penting kalian bahagia" kata oma tersenyum


rama turun kebawah.


"oma, mas ayo kita makan malam" ajak sila


semua pun menuju meja makan.


saat akan makan, sila mencium bau makanan yang tadi dipesan rama.


sila menutup mulut dan berlari ke kamar mandi.


rama langsung lari menyusul. meningalkan oma yang sedang khawatir.


"sayang kamu kenapa? sakit ya?" tanya rama cemas


"mungkin masuk angin mas" kata sila memegangi kepalanya.


saat dia akan melangkah tiba tiba pandangannya jadi gelap dan dia kehilangan keseimbangan lalu terhuyung, beruntung rama menangkapnya.


"sayang, bangun sayang" rama bergegas mengangkat sila kedalam kamar. oma yang melihat itu lalu menyusul rama


"sila kenapa rama?" tanya oma khawatir


"tidak tau oma, rama mau telpon dokter heri dulu" kata rama mengambil ponsel memanggil dokter heri yaitu dokter keluarganya


5 menit kemudian dokter heri datang. karena rumahnya tidak jauh dari rumah rama.


dokter heri langsung memeriksanya.


setelah selesai dia tersenyum.


"kenapa istri saya dok?" tanya rama khawatir


"ibu sila tidak apa apa hanya kelelahan karena dia sedang hamil" kata dokter heri


"apa? hamil?" tanya rama dengan raut wajah gembira


"oma, rama akan jadi ayah oma" kata rama memeluk oma. oma sangat bahagia sekali.


"iya pak bu, usia kandungannya sudah 2 bulan. memang beberapa wanita hamil menunjukkan gejala dibeberapa usia kehamilan yang berbeda. pak saya sarankan ibu sila bedrest dulu selama beberapa hari karena kehamilannya masih terlalu muda untuk dibawa bergerak" kata dokter


"iya dokter" kata rama masih tersenyum


"ibu sila juga harus cukup istirahat dan perbanyak buah buahan. kalau dia minta yang aneh aneh turuti saja karena itu keinginan bayinya" kata dokter menjelaskan


"iya dok sekali lagi terima kasih ya" kata rama


dokter heri memberikan beberapa vitamin untuk sila dan pamit pulang.


dalam hatinya


"20 tahun saya menjadi dokter mereka, baru kali ini saya lihat rama tersenyum. ternyata cinta bisa meluluhkan hati siapapun" dokter heri berbicara sendiri. meninggalkan rumah itu dengan perasaan senang karena bagaimana pun dia sudah menganggap rama seperti anaknya sendiri. tentu dia bahagia bila melihat rama bahagia