My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Manja



hari ini rama mendadak males ngantor


didalam kamar


"mas buruan pakai seragamnya, kamu ini kayak anak kecil deh masa harus aku yang pakein, aduh lepasin mas" sila berusaha melepas pelukan rama yang tidak pernah berhenti. sejak bangun tidur rama terus menempel padanya.


"nggak mau sayang, mas mau dirumah aja biar kita bisa manja manjaan" kata rama semakin mempererat pelukannya. kali ini dia mendaratkan ciuman dibibir sila


"mas, hari ini kamu ada rapat penting loh, kasian klien kita kalau kamu nggak hadir kesana" kata sila yang akhirnya lepas dari pelukan rama


"aku mau sama kamu terus , tidak ingin terpisah walau sedetik pun" kata rama yang lagi lagi memeluk sila


"mas, aku janji nanti kalau kamu udah pulang kerja aku akan temani kamu terus" kata sila membujuk


"janji?" kata rama


sila mengangguk


"udah sekarang pakai seragamnya, aku tunggu dibawah ya" kata sila langsung bergegas kebawah


mas rama apa apaan sih, apa karena jatuh cinta seseorang bisa berubah drastis gitu ya


gumam sila


rama sudah dibawah, sedang menikmati sarapannya bersama sila


setelah selesai dia langsung pamit


"aku pergi dulu ya sayang, nanti aku ijinin kamu sama toni" kata rama mencium kening sila


sila mengangguk melambaikan tangan


****


dikantor


"toni, sila ijin sedang sakit" kata rama jujur karena sila memang sakit, walaupun sakit pengantin baru


"sakit apa pak?" tanya toni


"apa aku harus memberitahumu resep obatnya?" tanya rama


"tidak pak, maaf pak saya mengerti" kata toni


tumben ya ada karyawan sakit dia nggak ngedumel, biasanya gue disuruh langsung cek karyawan yang sakit. ini gue tanya, dia malah marah.


dasar si bos


didalam rapat


rama fokus sambil sesekali melihat jam.


hari ini dia sangat senang. tidak ada peserta rapat yang di marahi olehnya meskipun ada yang terlambat atau melakukan kesalahan kecil. semua heran dengan sikap rama tapi sekaligus bersyukur akan hal itu


rapat selesai


sepanjang jalan dia tersenyum senyum mengingat kejadian semalam.


saat berhenti dilampu merah, rama melihat ada beberapa pengamen cilik dan pengemis, dia memanggilnya dan memberikan mereka masing masing 100.000


para pengamen sangat senang sekali. rama tersenyum melihatnya.


"baru kali ini aku merasa senang karena melihat orang lain senang. pantas saja sila sering bersedekah kepada para tunawisma"


sesampainya dirumah, rama langsung mencari sila. sila sedang membuat kue.


"loh mas kok cepet banget ini kan belum jam pulang kantor. kata sila yang kaget karena tiba tiba dipeluk oleh rama dari belakang.


"aku tidak ada kegiatan lagi dan aku ingin menagih janjimu" kata rama manja


"mas aku kelarin dulu bikin kuenya ya" kata sila masih mengaduk adonan kuenya


"lama sayang ayo" tanpa basa basi rama langsung menggendong tubuh sila dan membopongnya ke kamar


"mas, kue ku belum jadi" kata sila


"nanti aja sayang kita main main dulu ya" kata rama tersenyum nakal


"ih dasar, ini kan masih siang" kata sila


"mau siang atau malam sama saja kok" kata rama tersenyum


mereka sudah ada dikamar.


rama meletakkan tubuh sila diranjang. lalu dia membisikkan sesuatu kepada sila


"masih sakit?" tanya rama


sila menggeleng malu malu


"tenang aja aku akan melakukannya dengan pelan" katar rama membuat sila tersipu malu


rama langsung mencium bibir istrinya, lalu menyusuri leher jenjang itu. perlahan turun hingga kini mereka berdua sudah polos tanpa pakaian.


kamar kini menjadi panas.


bukan karena AC nya mati tapi karena adegan panas yang mereka lakukan.


"ahhh mas" kata sila saat sudah merasakan rama sudah masuk


"nikmat kan sayang?"


sila mengangguk dan terus mendesah.


rama semakin bergairah melihatnya.


lama juga mereka melakukannya.


setelah itu sila dan rama tertidur karena lelah akan aktivitas tadi dan melupakan adoanan yang tidak jadi karena kenakalan rama