
Rama dan sila sudah kembali ke kantor
di ruangan rama
"sila, malam ini kita akan makan malam bersama oma di restoran
aku akan jemput kamu jam 7 dan jangan membuatku menunggu" kata rama
"iya pak" jawab sila tidak bersemangat
"kenapa? apa kamu keberatan?" tanya rama
"saya ringan kok pak gak berat" kata sila asal
"apa?" rama melotot
"si bapak diajakin becanda kok marah sih" kata sila
"kamu semakin berani ya" kata rama setengah berteriak
"yaelah pak, iya deh maaf ya pak" kata sila tersenyum terpaksa
"ya sudah sana pergi keruangan mu. untuk apa kamu kemari. mengganggu waktu saya saja" kata rama
apa? kan lo yang manggil gue tadi bos
sila kembali keruangannya dengan perasaan kesal
dia pun melanjutkan pekerjaannya
jam menunjukkan waktunya untuk pulang
sila bergegas pulang
dia mampir ke sebuah butik untuk membeli dress untuk makan malam bersama oma dan rama
sesampainya dirumah sila segera mempersiapkan diri
jam 7 tepat mobil rama sudah berhenti didepan rumah sila
sila membuka pintu dan betapa takjubnya dia melihat penampilan rama yang sangat tampan sekali
sepertinya rama berganti model rambut
yang membuatnya tambah tampan
"sudah kagumnya?" kata rama menyadarkan lamunan sila
sila tersadar dan sedikit malu akan tingkahnya
"ayo pergi" ajak rama
sila melangkah ke mobil dan kali ini rama membukakan pintu mobil untuknya
"jangan ge'er aku hanya tidak ingin kamu menutup pintu terlalu kasar" kata rama
alasan apa itu?
dasar bos galak gerutu sila dalam hati
sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja
rama sesekali melirik gadis yang ada disebelahnya
sila memang sangat cantik dengan balutan dress selutut berwarna gold kesukaannya
dipadu dengan gaya rambut disanggul
membuatnya semakin cantik
kali ini dia menggunakan dress tanpa lengan yang membuatnya sangat menawan
sesampainya di restaurant sila celingak celinguk mencari oma
"oma mana mas?" tanya sila
"kenapa?" tanya sila
"oma kan masih sakit. kamu pikun ya" kata rama
"oh iya kok aku lupa ya, tapi kata mas......"
"aku dipaksa makan malam bersama kamu. ayo duduk" kata rama menarik tangan sila ke kursi yang sudah dipesan
setelah duduk mereka memesan makanan
tidak ada obrolan hany suara piring dan sendok yang bersentuhan sesekali
setelah cukup lama mereka pun pulang
dimobil
"kenapa diam" tanya rama
"nggak kok mas, aku cuma lagi mikirin seseorang" kata sila
"siapa?" tanya rama
"apa perlu aku beritahu semua yang ada dalam pikiranku mas?" tanya sila kesal
"kenapa? kamu marah" tanya rama
"nggak kok mas, aku lagi mikirin oma" kata sila segera sadar kalau rama hampir marah
"oh, aku kira pria lain" kata rama
"kenapa mas, apa aku nggak boleh mikirin pacar aku?" kata sila
rama langsung mengerem
beruntung tidak ada mobil yang lewat
"kamu mau mati ya" kata rama kesal
"nggak mas aku hanya bil emmphh......" belum sempat sila selesai berbicara rama sudah membungkam mulut sila dengan bibirnya
membuat jantung sila hampir copot
sila berusaha mendorong tubuh kekar rama, tapi itu sia sia karena rama sangat kuat
kedua tangannya mencengkram leher sila
lalu rama melepaskannya
"sekali lagi kamu bilang soal pacarmu, aku akan lakukan lebih dari ini. mengerti kamu" ancam rama
sila mengangguk
dasar bos sialan
ini kan fisrt kiss gue
kok lo yang nyerobot sih
dan lo sesantai ini setelah apa yang udah lo lakuin ke gue
lagian siapa yang punya pacar
gue kan asal ngomong
bodoh banget lo sila sila mengutuki dirinya dalam hati
setelah sampai dirumah sila, rama mengantarnya sampai depan pintu
"meskipun tidak ada cinta di antara kita, tapi kamu harus menghormati komitmen yang akan kita buat" kata rama serius
"i..iya mas, maf" kata sila menunduk
"tidur lah, jangan terlambat besok" kata rama lalu meninggalkan sila yang masih didepan pintu melepas kepergian rama