My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
First Kiss



Rama dan sila sudah kembali ke kantor


di ruangan rama


"sila, malam ini kita akan makan malam bersama oma di restoran


aku akan jemput kamu jam 7 dan jangan membuatku menunggu" kata rama


"iya pak" jawab sila tidak bersemangat


"kenapa? apa kamu keberatan?" tanya rama


"saya ringan kok pak gak berat" kata sila asal


"apa?" rama melotot


"si bapak diajakin becanda kok marah sih" kata sila


"kamu semakin berani ya" kata rama setengah berteriak


"yaelah pak, iya deh maaf ya pak" kata sila tersenyum terpaksa


"ya sudah sana pergi keruangan mu. untuk apa kamu kemari. mengganggu waktu saya saja" kata rama


apa? kan lo yang manggil gue tadi bos


sila kembali keruangannya dengan perasaan kesal


dia pun melanjutkan pekerjaannya


jam menunjukkan waktunya untuk pulang


sila bergegas pulang


dia mampir ke sebuah butik untuk membeli dress untuk makan malam bersama oma dan rama


sesampainya dirumah sila segera mempersiapkan diri


jam 7 tepat mobil rama sudah berhenti didepan rumah sila


sila membuka pintu dan betapa takjubnya dia melihat penampilan rama yang sangat tampan sekali


sepertinya rama berganti model rambut


yang membuatnya tambah tampan


"sudah kagumnya?" kata rama menyadarkan lamunan sila


sila tersadar dan sedikit malu akan tingkahnya


"ayo pergi" ajak rama


sila melangkah ke mobil dan kali ini rama membukakan pintu mobil untuknya


"jangan ge'er aku hanya tidak ingin kamu menutup pintu terlalu kasar" kata rama


alasan apa itu?


dasar bos galak gerutu sila dalam hati


sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja


rama sesekali melirik gadis yang ada disebelahnya


sila memang sangat cantik dengan balutan dress selutut berwarna gold kesukaannya


dipadu dengan gaya rambut disanggul


membuatnya semakin cantik


kali ini dia menggunakan dress tanpa lengan yang membuatnya sangat menawan


sesampainya di restaurant sila celingak celinguk mencari oma


"oma mana mas?" tanya sila


"kenapa?" tanya sila


"oma kan masih sakit. kamu pikun ya" kata rama


"oh iya kok aku lupa ya, tapi kata mas......"


"aku dipaksa makan malam bersama kamu. ayo duduk" kata rama menarik tangan sila ke kursi yang sudah dipesan


setelah duduk mereka memesan makanan


tidak ada obrolan hany suara piring dan sendok yang bersentuhan sesekali


setelah cukup lama mereka pun pulang


dimobil


"kenapa diam" tanya rama


"nggak kok mas, aku cuma lagi mikirin seseorang" kata sila


"siapa?" tanya rama


"apa perlu aku beritahu semua yang ada dalam pikiranku mas?" tanya sila kesal


"kenapa? kamu marah" tanya rama


"nggak kok mas, aku lagi mikirin oma" kata sila segera sadar kalau rama hampir marah


"oh, aku kira pria lain" kata rama


"kenapa mas, apa aku nggak boleh mikirin pacar aku?" kata sila


rama langsung mengerem


beruntung tidak ada mobil yang lewat


"kamu mau mati ya" kata rama kesal


"nggak mas aku hanya bil emmphh......" belum sempat sila selesai berbicara rama sudah membungkam mulut sila dengan bibirnya


membuat jantung sila hampir copot


sila berusaha mendorong tubuh kekar rama, tapi itu sia sia karena rama sangat kuat


kedua tangannya mencengkram leher sila


lalu rama melepaskannya


"sekali lagi kamu bilang soal pacarmu, aku akan lakukan lebih dari ini. mengerti kamu" ancam rama


sila mengangguk


dasar bos sialan


ini kan fisrt kiss gue


kok lo yang nyerobot sih


dan lo sesantai ini setelah apa yang udah lo lakuin ke gue


lagian siapa yang punya pacar


gue kan asal ngomong


bodoh banget lo sila sila mengutuki dirinya dalam hati


setelah sampai dirumah sila, rama mengantarnya sampai depan pintu


"meskipun tidak ada cinta di antara kita, tapi kamu harus menghormati komitmen yang akan kita buat" kata rama serius


"i..iya mas, maf" kata sila menunduk


"tidur lah, jangan terlambat besok" kata rama lalu meninggalkan sila yang masih didepan pintu melepas kepergian rama