My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Pergi



beberapa bulan telah berlalu kini saatnya Sila menanti kehadiran buah hatinya.


sebagai suami siaga Rama terus memantau Sila bahkan dia selalu menelpon Sila 1 jam sekali pada saat bekerja.


Sila sedang memasak untuk makan malam sembari menunggu Rama pulang bekerja.


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


....tokk....tokkk


"ah itu pasti mas Rama" Sila bergegas membuka pintu.


Saat pintu terbuka, pandangaan Sila langsung kabur. dia tidak sadarkan diri.


Rama memarkirkan motor diteras rumahnya.


Dia hendak masuk ke dalam. saat hendak mengetuk pintu, dia melihat pintu sedikit terbuka.


rasa cemas langsung mengguncang perasaannya.


dia berlari kedalam rumah. dia melihat didapur sudah tersaji rapi hidangan makan malam.


saat masuk kamar, dia melihat secarik kertas diatas meja rias istrinya.


Dia membaca tulisan dalam kertas itu. isinya :


mas Rama maafkan aku, aku meninggalkanmu karena aku nggak mau melihatmu lagi. kamu membuat hidupku menjadi susah seperti ini. aku pergi bersama ibu dan dimas, kamu jangan cari aku. kembali lah sama oma kamu. aku nggak mau hidupku sengsara karena ulah oma mu. anak ini akan aku rawat dan akan ku berikan padamu saat dia sudah besar. aku mohon segera lah urus perceraian kita. aku akan datang saat surat perceraian itu sudah siap. aku menyadari hal ini saat aku bertemu dengan mantan pacarku. keluarganya menyukaiku dan setelah kita bercerai aku akan menikah dengannya. selamat tinggal mas dan habiskan makan malam yang ku buat untukmu. karena itu masakan terakhirku untukmu.


Rama terkulai lemas melihat isi surat Sila. dia segera membuka isi lemari ternyata tidak ada pakaian Sila.


dia melajukan motornya ke rumah ibu Sila. tapi pintu rumah itu sudah digembok rapat dan semua lampu redup.


Rama segera kembali kerumah dan memastikan sesuatu. dia duduk bersandar disofa dan menutup matanya.


"aku tidak menyangka mereka melakukan ini" Rama segera bangkit dari sofa dan segera mengemasi barang barangnya. lalu melajukan motornya ke rumah Seno.


"Seno aku mau mengembalikan motormu, maaf ini mendadak tapi aku tidak bisa bekerja denganmu lagi karena aku harus kembali ke Jakarta" kata Rama dengan wajah yang kacau


"Rama, aku mengerti pasti ini masalah yang sangat serius, aku nggak akan tanya tapi aku minta jagalah dirimu dan jangan lakukan hal nekat" Seno menepuk pundak Rama yang terlihat sangat terpukul


"terima kasih seno, aku senang bisa berjumpa denganmu" kata Rama.


dia pun berpamitan kepada Seno dan kembali kerumahnya. dia mengemasi barang barangnya dan menelpon seseorang lalu dia pun pergi tidur.


keesokan harinya sebuah mobil mewah berhenti didepan rumahnya. dia menemui pemilik kontrakan dan menyerahkan kunci rumah.


dia memasuki mobil mewahnya yang dikemudikan oleh supir pribadinya dulu.


Sepanjang jalan dia hanya diam menatap sekitar.


kau sangat menyakitiku tapi aku tidak bisa menyakitimu karena aku menyayangimu. aku akan menunggu Tuhan membalas perbuatanmu ini..... kata Rama dalam hati


Mobil memasuki sebuah rumah yang sangat mewah. yaitu rumah oma Rama yang lama.


Rama membuka pintu dan oma sudah menunggunya diruang keluarga. Oma menatap Rama.


"apa yang membuatmu kembali? apa kamu tidak tahan hidup susah?" tanya Oma


"sudah lah oma aku lelah" kata Rama berjalan gontai menuju kamar lamanya