
Pagi itu rama sudah berangkat ke kantor
tetapi sila lebih dulu berangkat
dikantor semua terlihat normal
rama bekerja dan sila membantunya
tidak ada karyawan yang curiga termasuk toni.
dan cincin pernikahan. mereke memilih untuk tidak memakainya
rama baru saja selesai meeting dengan klien ditemani sila
namun rama sangat jengkel saat klien itu berkata bahwa dia tertarik dengan sila
rama tidak bisa memberi tahu bahwa sila sudah menikah karena itu akan menimbulkan masalah baru
dia hanya bilang kalau sila sudah punya pacar
namun klien tersebut tidak peduli
dan yang lebih membuat rama jengkel adalah kata kata kliennya yang bernama Riko
"sebelum janur kuning melengkung , saya masih punya kesempatan"
hal ini membuat rama semakin kesal
memang apa istimewanya sila?
kenapa semua orang bahkan yang baru pertama bertemu dengannya langsung tertarik
sedangkan aku suaminya sendiri tidak tertarik padanya
rama mencoba berpikir namun tiba tiba sebuah ketuka membuyarkan lamunannya
"masuk"
sila masuk dengan wajah ditekuk membuat rama heran
"ada apa sila?" tanya rama
"bapak ada tamu spesial" kata sila ketus
"siapa?" tanya rama
"Seoarang gadis yang sangaaaaaat cantik" sila tersenyum lalu langsung masam lagi
"siapa? kamu yang jelas kalau bicara" kata rama semakin merasa aneh dengan sikap sila
"Pacar kamu yang dari amerika. dia lagi nunggu diruanganku. cepetan temuin sana!!" kata sila langsung keluar dengan wajah sangat kesal
rama terkejut melihat sikap sila
kenapa dia begitu?
dan siapa tamuku?
apa jangan jangan Meira
rama langsung bergegas ke ruangan sila
memang tidak boleh sembarangan orang yang boleh masuk ke ruangan rama
hanya ada 3 orang yaitu oma, sila si asiten dan toni si sekretaris
karena itu setiap ada tamu harus menemui toni atau sila dulu
ceklekkk
rama membuka pintu
dilihatnya seorang perempuan seksi sedang duduk dengan gaya yang anggun
dia adalah meira mantan tunangan rama
sedangkan sila duduk disebelahnya
wajahnya tertunduk dan kelihatan pipi merah seperti sedang menahan marah
"sayaaaaaaang" meira menghambur ke pelukan rama tiba tiba
ini membuat wajah sila semakin memerah
sila mengepalkan tanganny
dia berdiri lalau berkata
"maaf pak, saya tinggal dulu" kata sila langsung melangkah pergi dengan hentakan kaki yang cukup keras
"untuk apa kamu kemari mei, ini kantor" kata rama berusaha melepas pelukan meira
"aku kangen sama kamu sayang, kemarin aku cari kamu ke rumah oma. tapi kata oma kamu lagi ada perjalanan bisnis dan menginap di hotel. jadi aku nekat dateng kesini buat mastiin" kata meira tangannya menggandeng lengan rama dengan manjanya
"aku memang ada perjalanan bisnis dan hari ini aku baru bisa masuk kantor" kata rama berusaha melepas tangan meira
"iya terserah yang penting aku udah nemuin kamu. aku kangen banget sama kamu. bentar lagi jam istirahat, yuk kita makan siang" tanpa persetujuan dari rama, meira langsung menarik tangannya
dilantai bawah banyak sekali karyawan yang berbisik
"eh itu pacarnya bos ya? cantik ya seksi lagi" kata putri salah satu karyawan
"iya cocok banget ya" sahut mely
sila yang kebetulan ada disitu terlihat sangat kesal
"eh, sil menurut lo pac....."
"bodo amat, gak tau gue" sila memotong kata kata putri dan langsung pergi menuju ruangannya
"eh sila kenapa? apa jangan jangan dia udah gak betah ya kerja disini kali kayak si indah waktu itu kerjanya marah marah melulu habis itu langsung resign" kata mely
"aduh mati deh kita kalo sampek sila resign abis deh kita di amuk bos mulu tiap hari kayak dulu" kata putri khawatir
"duh mudah mudahan enggak deh, sejak sila kerja disini pak rama gak pernah marahin kita lagi. jangan sampek deh" kata mely