
"ternyata kamu si pelakor itu?" kata oma berdiri membentak ibu sila
ibu sila terkejut.
"maksud ibu apa?" tanya ibu sila bingung
"aku adalah ibunya Ratih, istri Ryanda Permana !!!!!" teriak oma
"bu saya bukan pelakor, saat itu...."
"stop !!! pergi kamu pelakor, kamu tidak pantas berada disini. kamu sudah menghancurkan keluarga saya. dan kamu pasti sudah menyuruh anakmu datang kepada rama dan menggodanya seperti kamu menggoda yanda. iya kan?" suasana semakin tegang
rama diam saja, dia menatap tajam ke arah sila. sila menangis
"kamu pergi dan bawa anakmu ini, rama akan segera menceraikannya !!!!" teriak oma
"tidak bisa bu, sila sedang hamil. mereka tidak bisa bercerai" kata ibu
"ya, tapi setelah bayi itu lahir rama akan menceraikannya" kata oma
"oma sila mohon jangan usir sila dari sini, sila baru tau kalau mas rama dan dimas satu ayah. oma sila sangat mencintai mas rama. maafkan ibu sila oma" sila menangis bersimpuh dikaki oma
"tidak, aku tidak sudih menerimamu disini. asal kamu tau anakku menjadi depresi karena ibumu telah merebut suaminya!!!" bentak oma berusaha mendorong sila namun dicegah oleh rama
"mas aku tau kamu pasti mengerti" kata sila senang
"jangan oma lukai dia disini, aku tidak ingin anakku kenapa kenapa oma" kata rama. namun dia tidak membantu sila berdiri.
"baiklah, kamu akan tinggal disini sampai anak itu lahir. setelah itu kamu harus pergi dan bercerai dengan rama" kata oma mulai meredam suara kerasnya
sila tidak tau harus bilang apa.
"mas, kamu sayang sama aku kan? aku mohon jangan ceraikan aku mas" kata sila memohon
"sila kami bisa menerima mu kalau kamu mau lakukan satu hal" kata oma
"apa itu oma" secercah harapan seperti bersinar di hati sila
"kami akan menerimamu asalkan kamu tinggalkan ibumu dan jangan pernah menganggapnya ibumu lagi" kata oma
"nggak oma sila nggak bisa menjadi anak yang durhaka. sila mohon oma jangan begini" sila memohon sambil terus menangis
"kamu bisa memilih untuk tinggal disini sampai anak itu lahir. sebenarnya aku tidak menginginkan anak dari wanita sepertimu" kata oma
"sila akan tinggal disini sampai anak ini lahir. ibu pulang saja, 7 bulan lagi sila akan pulang kesana" kata sila datar
"tapi nak ibu tidak bisa membiarkan kamu menanggung semua ini" kata ibu menangis
"sila tidak bisa ikut ibu sekarang, apa kata orang bu" kata sila
"baiklah, ibu akan pulang. jaga diri kamu ya" ibu memeluk sila kemudian keduanya pun menangis
ibu mengemasi barang barangnya dan pergi keluar setelah taksi pesanannya sampai.
sila melihat kepergian ibunya dengan linangan air mata.
pintu ditutup
"mulai sekarang kamu tidur dikamar pembantu. dan semua pembantu harus berhenti dan kamu yang akan mengurus rumah" kata oma
"oma kasian bayi dalam kandungan dia" kata rama
"apa kamu masih mencintai anak dari wanita yang menghancurkan ibumu" kata oma
rama terdiam.
"kamu tidak usah lagi bekerja diperusahaanku" kata rama
sila mengangguk lesu
"baiklah kamu bisa istirahat malam ini. kamu harus kerjakan pekerjaan rumah dengan benar" rama meninggalkan sila yang berlinang air mata
tak lama kemudian rama turun membawa koper berisi pakaian sila dan barang lain miliknya. sila menerimanya dan memindahkannya ke kamar pembantu.
sepertinya kehidupan baruku akan segera dimulai