My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Penjelasan



sila menatap rama tajam


"aku nggak ngerti jalan pikiran mas. aku terlalu lelah untuk menjelaskannya. mas pikir aja sendiri. lihat statusmu sekarang siapa !!!" sila langsung pergi ke taman belakang rumah


rama tidak terima dibentak seperti itu tetapi dia juga harus tau jawabannya sendiri.


rama terdiam duduk di sofa kamarnya.


ditatapnya langit kamar mencoba mengingat sesuatu.


dia mengingat sejak kapan sila bersikap seperti itu.


"Status? aku? aku suaminya dan,.......MEIRA?"


rama baru menyadari sejak kehadiran meira sila selalu badmood padanya


"ah bodohnya aku kenapa aku tidak sadar kalau dia sedang cemburu" rama tersenyum senang.


"kenapa aku malah senang, ah sudah lah aku harus menjelaskan kepadanya" rama segera turun dan menemui sila yang sedang duduk ditaman belakang dengan mata sembab


rama duduk disampingnya dan berkata


"Meira adalah mantan tunanganku"


sila kaget mendengarnya


"aku gak yakin" kata sila


"dulu kami dijodohkan oleh alm mamaku, namun setelah mamaku meninggal, perjodohan kami dibatalkan oleh oma. aku tidak tau sebabnya apa. tapi meira tidak terima dan masih menganggap aku tunangannya" kata rama


sila terdiam


"mas pasti sangat mencintainya sehingga mau dipeluk dia" kata sila sinis


rama tersenyum melihat kecemburuan sila yang jelas terlihat


sepertinya kamu tidak pandai menutupi apapun gadis polos


"entah lah bagaimana perasaanku sekarang aku tidak tau apakah aku masih mencintainya atau tidak" kata rama berbohong.


dia ingin melihat ekspresi sila


sila terlihat sangat geram


"yaudah mas silahkan bermesraan dimana pun asal jangan didepanku karena aku aja bisa menghargai pernikahan ini kenapa mas enggak?"


rama terdiam lalu dia menghapus air mata sila dengan ibu jarinya.


lalu memeluk sila.


sila sangat kaget dengan apa yang dilakukan rama. dia mencoba melepasnya namun rama sangat kuat sehingga sila hanya pasrah.


"sudah lah, kamu istriku. kamu yang paling berhak atas diriku bukan dia" kata sambil mengusap kepala sila


"apa sudah tenang?" tanya rama


sila menggangguk


"kenapa kamu cemburu buta seperti itu?" tanya rama


sila langsung gugup


"a..aku tidak cemburu. aku hanya mau mas memghormati pernikahan kita"


"aku bahkan tidak bilang kalau aku akan menjauhinya" kata rama


"sudah lah mas, aku capek" sila sangat malu akan tingkahnya sendiri lalu masuk kedalam rumah.


ah bodoh banget aku sih, cemburu kok keliatan banget. ya mau gimana lagi, aku suka sama kamu maaaaaas.


rama masih tersenyum melihat tingkah sila.


dia lucu sekali saat sedang cemburu seperti itu


malam pun tiba dan kini rama dan sila tengah makan malam diruang makan


masak memasak memang jadi urusan sila.


namun bersih bersih sudah ada petugasnya.


setiap pagi Bu Siti belakang kompleks akan datang untuk bersih bersih.


lalu setelah beres maka dia bisa pulang.


rama sengaja tidak memilih pembantu karena akan sulit mempunyai majikan galak seperti dia.


rama makan dengan lahap.


sila tersenyum melihatnya. sepertinya moodnya sudah kembali.


"sila, apa kamu senang bekerja denganku?" tanya rama tiba tiba


"kenapa mas baru tanya sekarang?" tanya sila balik


"jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga" kata rama tegas


"aku senang mas" jawab sila


"kenapa?" tanya rama


"semua karyawan mas baik sama aku" kata sila


"tentu saja, kamu adalah asisten terlamaku. itu artinya aku sangat menyukai......kerjamu" kata rama


sila mengangguk tersenyum lalu melanjutkan makannya.