
Sila terbangun dari pingsannya.
hari sudah pagi.
dia membuka mata dan melihat ada ibu dan dimas dikamarnya.
"ibu? dimas?" kata sila sontak gembira melihat kedatangan orang yang sangat dirindukannya.
"sayang selamat ya kamu akan jadi ibu" kata ibu membelai rambut sila
"apa bu? maksud ibu sila hamil?" kata sila antusias
ibu mengangguk
"alhamdulillah, bu sila seneng banget" kata sila berusaha duduk lalu memeluk ibunya.
"apa ini alasan ibu dan dimas datang?" tanya sila
ibu dan dimas mengangguk.
sila tersenyum senang. tak lama kemudian rama datang
"ayo tuan putri sarapan dulu" kata rama membawa semangkuk bubur ayam dan segelas susu
"iya sayang" kata sila hendak memakan buburnya
"aw panas" sila mengaduh karena mendapati jarinya terkena bubur yang panas itu
"sayang kamu tidak apa apa? " rama menghembus jari sila
"nggak apa apa sayang" kata sila tersenyum mendapat perlakuan manis dari suaminya
ibu dan dimas tersenyum melihat tingkah rama
"ibu menginap disini kan?" tanya sila
"iya sayang, tapi dimas harus pulang sore nanti karena besok harus ujian" kata ibu
sila mengangguk
sore harinya dimas pamit pulang
sila melambaikan tangan tapi hatinya masih sedih karena tidak bisa berlama lama dengan dimas
"ayo masuk sayang" kata rama menuntun sila
"mas aku mau mandi" kata sila
"ayo aku antar ke kamar" ajak rama
"ibu masakin makanan kesukaan kamu ya" kata ibu
sila mengangguk tersenyum
dikamar
"sayang aku siapkan airnya dulu ya" kata rama
"nggak kamu harus nurut atau aku ikut mandi sama kamu" ancam rama
"iya sayang" sila pasrah
setelah mandi, rama telah menyiapkan piyama untuk sila.
"mas nggak perlu disiapin aku bisa sendiri" kata sila
"menurut atau....." ancam rama lagi
"iya iya" sila kembali pasrah.
"kamu tunggu disini aku mau mandi dulu, jangan coba turun sendiri ya" kata rama diikuti anggukan sila
rama selesai mandi. dilihatnya sila tengah memainkan ponsel
"ayo sayang kita turun" kata rama menuntun sila
sila hanya pasrah melihat kelakuan rama
diruang makan
"wah enak banget masakan ibu" kata rama
"ah kamu bisa aja" kata ibu tersenyum
sila makan meski tidak banyak karena efek mual masih ada
setelah itu mereka mengobrol diruang keluarga bercerita masa kecil sila
"dulu sila sayang banget sama alm ayah dimas, sampai sampai dia rela masak dan anterin bekal untuk ketempat kerj ayahnya" kata ibu
"wah pasti kamu sangat dekat dengan ayah dimas ya" kata oma tertawa
"mereka juga punya selera yang sama bu, mereka sama sama suka makan kepiting saos padang. kalau saya masakin wajib rebutan hahaha" ibu tertawa lagi
oma tertawa lalu kemudian
"sayang sekali ayah tirimu telah pergi sayang, oma jadi belum sempat bertemu" kata oma
"ayah punya riwayat sakit jantung oma, dia meninggal setelah mendengar kabar buruk" kata sila dengan wajah sendu
"siapa nama ayahmu tirimu sayang" tanya oma
"panggilannya ayah Yanda tapi nama lengkapnya Ryanda Permana" kata sila
oma dan rama diam dengan wajah tegang.
"apa kamu punya fotonya?" kata oma masih dengan wajah tegang
"ada oma, sila simpen di hp. ini oma" sila menunjukkan foto laki laki tampan berusia 40an sedang berpose dengan seorang wanita yaitu ibunya
"ternyata kamu......."