My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Kedatangan Meira



Hari itu hari minggu


rama, sila dan oma memutuskan untuk tetap dirumah bersantai sambil mengobrol ringan.


pagi ini mereka duduk ditaman belakang. disuguhi cemilan dan minuman ringan.


mereka mengobrol tentang masa kecil rama.


mereka tertawa saat menceritakan kegalakan rama yang membuat seorang gadis muda menangis hingga pindah sekolah.


rama hanya tersenyum malu.


saat sedang asyik mengobrol tiba tiba.


"selamat pagi oma, selamat pagi rama" kata meira yang langsung duduk tanpa dipersilahkan. kebetulan kursi ditaman itu ada 4.


meira langsung melirik sila dan terkejut.


"kamu? kenapa kamu disini?" tanya meira sedikit kesal


"dia itu sepupu rama yang merantau kesini 5 bulan yang lalu" kata oma


"oh sepupu kirain siapa. kenapa nggak bilang. kenalin aku meira" meira mengulurkan tangannya


sila masih terkejut dengan kedatangan meira tersadar lalu mengulurkan tangannya.


"a...aku sila" kata sila gugup


"sila ini sepupu rama yang paling dekat dengan rama, bahkan sangat manja kepada rama. iya kan rama" kata oma melirik rama


"iya oma" kata rama tersenyum


"ya tetap aja sepupu sih, aku nggak masalah" kata meira membuat oma sedikit kesal.


"rama hari ini ada film bagus nonton yuk" kata meira memegang tangan rama.


rama segera melepas pegangan meira.


"aku mau bersantai hari ini" kata rama


"yaudah kita nonton dirumah kamu aja" aku ada filmnya dari temenku di sini. nanti kita hubungkan ke tv kamu" kata meira menunjukkan sebuah video didalam hpnya. sepertinya itu film horor.


"yaudah yuk sila juga suka banget film bergenre ini" kata rama


sila mengangguk.


mereka sudah berada diruang nonton. oma memilih untuk istirahat.


film diputar. posisi sila dan meira tepat disamping kanan dan kiri rama.


saat ada adegan seram, meira tiba tiba memeluk rama. sila yang melihat kejadian itu langsung berteriak kencang membuat meira melepaskan pelukannya dan menutup kupingnya.


"kamu kenapa sih, film gini aja pakek teriak kenceng" kata meira kesal


"maaf mbak, aku kaget banget. mas aku takut" kata sila langsung memeluk rama dan rama balas memeluknya.


"sudah sudah tidak apa apa" kata rama menepuk punggung sila.


rasain lo, siapa suruh peluk suami gue


"kalo takut ngapain nonton?" kata meira kesal


"mbak juga takut, kenapa nonton?. biar bisa meluk mas rama?. bukan muhrim mbak dosa tau" kata sila membuat meira semakin kesal.


"udah ah, aku mau pulang anterin aku dong ram" ajak meira


"aku ikut ya mas" kata sila


"ngapain kamu ikut?" tanya meira


"kalau cuma berdua nanti yang ketiga setan mbak. kalo aku ikut kan setannya jadi ada temennya mbak, jadi nggak akan mengganggu hati manusia yang gampang terbawa hawa nafsu sesaat" kata sila.


rama cekikikan mendengar kalimat sila


"kamu cocok jadi penceramah deh" kata meira


"tapi aku lebih suka jadi asisten mas rama mbak. mas rama baik sih, sejak kedatangan aku, dia jauh lebih ramah dibanding sebelumnya. iya kan mas" kata sila memeluk rama membuat meira risih melihatnya.


"kalian kan sepupu kenapa peluk pelukan" kata meira


"kami sepupu mbak artinya tidak ada cinta diantara kami saat kami berpelukan. yang ada hanya rasa sayang adik dan kakak. sedangkan wanita asing bukan muhrim. bisa membuat hal yang tidak diingkan terjadi dan ujung ujungnya dosa" kata sila panjang lebar. rama menahan tawanya


"udah deh rama, gak usah anterin aku, aku bisa sendiri. nanti aku kabarin kamu kalau udah sampai biar kamu gak khawatir" kata meira hendak mencium pipi rama.


namun sila langsung menarik rama, sehingga meira hanya mencium angin.


"mbak bukan muhrim" kata sila


meira sangat kesal. dia pun pergi dengan emosi yang siap untuk diledakkan.


sila melihat kepergian meira sambil tersenyum puas.


jangan pernah sentuh suami gue ngerti lo


rama menatap sila dengan senyuman bangga.


"kamu istriku, tetap jadi nomor satu untukku" kata rama lalu mencium kening sila


mereka memilih pergi ke kamar dan mengobrol di balkon.


setelah itu mereka......