My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Oma Sakit



Waktu terus berlalu. Dengan gayanya yang sekarang, banyak sekali para pegawai pria yang melirik Sila. Termasuk toni sekretaris Rama. Toni sama tampannya seperti Rama namun postur badannya lebih kurus dari Rama yang tegap dan berisi.


"Selamat pagi Sila" sapa Toni saat melihat Sila datang.


"Selamat pagi pak" Sila membalas sapaan dan tersenyum.


"Simpan basa basi kalian dan mulai lah bekerja" Rama yang baru saja datang merasa eneg melihat obrolan mereka.


Toni dan Sila langsung keruangan masing masing.


Ini si bos kenapa sih masa gue nyapa orang aja tetap salah huhh gerutu sila dalam hati.


"Sila kemari" kata Rama melalui telepon otomatis.


Sila bergegas menuju ruangan Rama.


"Permisi pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Sila.


"Cepat kemari dan duduk, jangan buang waktu saya" perintah Rama.


Sila langsung duduk.


"Begini Sila, apakah kamu punya waktu untuk datang kerumah saya?" tanya Rama.


"Tapi untuk apa Pak?" Sila balik bertanya.


Kalau bukan karena perjanjian mungkin suara Rama sudah meledak.


"Oma sakit, dia ingin bertemu kamu" kata Rama.


"Apa?? oma sakit. Sakit apa pak?" tanya Sila.


"Tadi pagi oma terpeleset dikamar mandi" kata Rama.


Sila menutup mulutnya dengan tangannya.


"Baik pak, sepulang bekerja saya akan kerumah bapak" kata Sila


"Tidak, biar saya saja yang menjemput kamu" kata Rama.


"Baik pak" Kali ini Sila tidak bisa berkutik karena ini mengenai oma.


"Kembali keruangan kamu dan jangan bertingkah centil dihadapan semua orang" kata Rama.


Sila sangat kesal ditatapnya Rama lalu dia. berkata.


"Bapak juga sebaiknya senyum agar orang tidak takut. Permisi pak" Sila meninggalkan Rama yang melongo.


Rama lalu menatap ponselnya. Terlihat pantulan wajahnya dilayar hitam itu. Rama lalu tersenyum sambil terus memandangi wajahnya.


Apa? apa yang aku lakukan? dasar sila kamu mencoba membodohiku ya.


Di ruangan Sila.


"Rasain lo bos, siapa suruh bikin gue kesel" Sila berbicara sendiri. Dia mengambil kacamatanya lalu dia menghidupkan komputer kemudian mulai bekerja.


Tanpa terasa hari sudah hampir sore.


Sila menata barangnya kemudian keruangan Rama.


"Pak saya permisi pulang" kata Sila.


"Tunggu, biar saya ikut kamu saja. Agar kita cepat berangkat dari rumah saya" kata Rama.


"Apa? Ti..tidak perlu Pak" kata Sila.


"Ikuti perintah saya atau kamu akan lihat saya mengkutimu hingga ke kamar mandi" ancam Rama.


"Apa?? Iya sudah pak ayo" ajak Sila.


Dasar bos nyebelin selalu aja ngancem gue pake anceman mesumnya.


"Terserah kamu mau mengutuki saya didalam hati, yang penting saya senang" kata Rama berlalu pergi dan disusul sila yang wajahnya ditekuk.


hebat lo bos bisa tau isi hati gue. cih dasar


Mereka mengendarai mobil beriringan


sampai lah di ruamh dinas Sila. Rama dan Sila masuk.


"Bapak tunggu disini saja saya tidak akan lama" kata Sila.


"Kenapa apa kamu takut saya mengikutimu sampai ke kamar mandi?" tanya Rama.


"Tidak pak, saya mau siap siap dulu" Sila berlalu ke kamarnya.


Dasar bos sialaaaaaaan


30 menit kemudian Sila sudah siap. Rama melihat lagi kecantikan alami Sila dibalik gayanya yang anggun dengan dress selutut berwarna hijau.


"Ayo pak" ajak Sila. Rama tersadar dan segera mengikuti langkah Sila menuju ke mobilnya


mereka pun pergi kerumah Rama.