My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Gangguan



Pagi itu sila sudah kembali bekerja


dia sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya yang dia tinggal selama sehari


"sila kesini" kata rama melalui telepon otomatis


"baik pak" kata sila langsung bergegas ke ruangan rama


...ceklek....


suara pintu dibuka


sila masuk.


"ada apa pak?" tanya rama


rama mengambil sebuah remot pintu dan menekan tombol untuk mengunci pintu


"loh kok dikunci pak?" tanya sila


"udah lah, jangan panggil pak kan pintunya sudah ku kunci" kata rama mendekati sila yang masih berdiri


"mas mau ngapain?" tanya sila heran


rama mendekatkan wajahnya ke sila


"mau main main sebentar sama kamu"


"mas ini kan dikantor" kata sila


"iya siapa yang bilang ini kamar" kata rama mulai membelai rambut cantik sila


"mas, jangan disini dong" kata sila menggeliat saat rama sudah menciumi lehernya


"maaaas" sila hendak mendorong tubuh rama tapi malah tangannya terkunci oleh pelukan rama


"sebentar saja sayang" kata rama mulai membuka kancing kemeja sila perlahan


sila akhirnya mengalah, dia membiarkan suaminya melakukan keinginannya.


4 kancing kemeja sila sudah terbuka


kini terlihat dada seksi yang ditutupi bra warna pink. sangat manis dilihat.


rama langsung membuka kaitan bra itu lalu mulai membemkan bibirnya ke dada seksi itu.


"ahhh masss" sila m****** rambut rama menikmati setiap sentuhan rama


rama membimbing tubuh sila ke sofa dan membaringkannya sambil tetap melakukan aksinya.


"asshhhh" desahan sila menggema diruangan itu. beruntung ruangan itu kedap suara


saat sedang asyik asyiknya tiba tiba


aktivitas mereka terhenti karena sebuah ketukan


"ah siapa sih ganggu aja" kata rama lalu berdiri merapikan bajunya begitu juga dengan sila


"pasti toni" rama memencet tombol kunci pintu setelah memastikan sila merapikan bajunya


pintu terbuka dan rama terkejut melihat siapa yang datang.


"sayang" meira memeluk rama. rama mencoba melepas pelukannya. apalagi terlihat sila sedang menatapnya tajam


"kamu kenapa kemari" tanya rama bingung


"kamu nggak angkat telepon aku sayang makanya aku kemari" kata meira


"meira tolong jangan seperti ini tidak enak dilihat orang" kata rama


"memangnya kenapa?" kata meira kesal


meira melihat kearah sila yang sedari tadi tidak diperhatikannya.


"oh karena asisten kamu ini?" kata meira melihat sila dengan tatapan sinis


"ngapain kamu kesini, pergi sana" bentak meira


"maaf mbak tapi saya sedang ada kerjaan penting dengan pak rama. kehadiran saya lebih dibutuhkan disini" sila menahan agar tidak bicara dengan suara tinggi


"hei siapa kamu melarang aku disini" bentak meira


"mei sudah lah tolong pergi aku sedang ada kerjaan penting" kata rama


"yaudah sayang tapi telepon aku nanti ya" kata meira


rama mengangguk


meira akhirnya pergi. rama melirik sila yang tampak emosi


"hebat, bersenang senang lah sana" kata sila berlalu hendak pergi keruangannya


"sayang jangan pergi aku minta maaf" kata rama memegang lengan sila


"mas, aku istrimu. bagaimana bisa kamu biarkan aku melihat kemesraanmu bersamanya. kamu masih suka?" tanya sila dengan suara bergetar menahan air mata


"iya sayang aku akan jelaskan siapa dia, tapi aku mohon jangan marah


"apa kamu yakin penjelasnnya akan buat aku puas?" tanya sila masih menatap tajam rama


"aku berjanji tidak akan membuatmu membuang waktu" kata rama serius


"jelaskan dirumah, mari kembali bekerja" kata sila yang berlalu pergi meninggalkan rama diruangannya