My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Bertengkar



Seminggu telah berlalu


kini rama dan sila sudah menempati rumah baru mereka


tentu saja tidak ada yang tau mereka tinggal disana


disebelah rumah mereka ada senbuah apartemen milik rama


rama memang sengaja membeli apartemen teesebut untuk jaga jaga hal yang tidak diinginkan terjadi


misalnya saja mereka kepergok teman saat bersama dirumah itu, rama bisa menjadikannya sebagai alasan keberadaan sila disana


sila masih saja cemburu dengan kedekatan rama dan meira.


bahkan rama tidak pernah menjelaskan siapa meira.


hal itu membuat sila semakin kesal


...brukkk...


sila melempar tas kerjanya ke sofa kamarnya.


dia merasa capek dan kesal karena tadi meira datang lagi ke kantor rama


flashback


"sila, kamu taruh dimana flashdisk saya?" tanya rama saat sila sudah diruangannya


"saya tidak tau pak, saya bahkan baru masuk keruangan ini" kata sila membela diri


"cari sekarang juga, dibawah meja atau didalam lemari" perintah rama


"apa? kenapa saya harus melakukannya? itu benda yang kecil akan sulit menemukannya" sila mulai kesal. apalagi kekesalannya pada rama seminggu lalu belum hilang


"karena saya menyuruhmu, cepat cari" kata rama.


sila berjalan gontai menyisir ruangan yang luas itu selama 30 menit.


"pak saya cari dimana pun tidak ada" kata sila


"cari lagi" kata rama


"udah dong pak saya capek" sila semakin kesal


"kamu berani menentang saya ya" tatap rama tajam


tiba tiba


tok...tok...tokk


"masuk"


"permisi pak, saya mau mengembalikan flasdisk bapak" kata toni


sila terbelalak


"kenapa ada sama kamu?" tanya rama


"maaf pak, tadi pagi bapak menyuruh saya mengcopy semua file yang ada didalamnya" kata toni


"ah saya lupa, baiklah kamu boleh keluar" kata rama


pasti sila habis di suruh bus nyari flasdisk itu


bos bos gak berubah juga ya


"itu ada flashdisknya" kata sila dengan tatapan kesal


"iya, keluar lah, kamu membuang waktumu disini" kata rama


sila akan meledak tapi sebuah suara langkah kaki yang berasal dari balik pintu mengurungkan niatnya


ceklekk


"sayaaaaaang" meira menghambur ke pelukan rama


sila sudah tidak tahan melihat semua ini.


air matanya menetes lalu dia pergi meninggalkan rama dan meira


sila bergegas pulang setelah sebelumnya izin dengan toni kalau dia tidak enak badan.


karena memang rama memberi peraturan bahwa hanya sila yang boleh izin pulang kepada toni. sedangkan yang lain harus izin kepada rama. tentu tidak ada yang berani bukan?


dasar rama


flashback on


"kamu kenapa?" tanya rama yang ternyata sudah berdiri di belakang sila


"aku kurang enak badan" kata sila singkat


"kenapa kamu tadi menangis?" ternyata saat sila menangis rama melihatnya dari pantulan kaca lemari


"nggak apa apa" kata sila


"ayolah, bilang saja siapa yang mengganggumu, aku akan memperingatkannya" kata rama


sontak hal ini membuat sila murka


"kalo aku bilang gak apa apa ya berarti gak apa apa kamu nyolot banget sih mas" bentak sila


"kenapa kamu membentak aku ha?" rama mencengkram lengan sila kuat membuatnya kesakitan.


"lepasin mas sakit" kata sila semakin menangis


rama meredam emosinya melihat air mata sila yang semakin deras lalu melepaskan cengkramannya


sila duduk disofa


rama duduk disampingnya


dengan lembut dia bertanya lagi


"sila, aku bukan lah tipe laki laki yang peka, tolong jelaskan padaku" kata rama pelan


sila masih menangis


dia masih memegang lengannya yang sakit