My Arrogant Boss

My Arrogant Boss
Pernyataan Cinta



Sebulan telah berlalu.


semua masih normal. meira masih saja datang menemui rama. meskipun rama sering menghindar tapi meira tidak pernah menyerah.


hal ini membuat sila paham bahwa meira lah yang mengejar ngejar rama. tapi anehnya rama tidak pernah memarahinya. itu yang membuat sila terkadang kesal.


sedangkan rama tidak mau menjelaskan kepada sila yang sebenarnya karena rama masih menikmati kecemburuan sila.


dirumah rama


setelah makan malam, rama dan sila menonton tv. namun tiba tiba ada yang mengetuk pintu. rama bergegas menuju pintu namun sebelumnya rama memeriksa kamera untuk melihat siapa yang datang.


rama berlari ke arah sila


"sila pergi ke kamar dan kunci pintu" rama panik


"siapa yang datang mas" tanya sila terkejut


"sudah nanti saja, cepat kekamar" kata rama


sila bergegas kekamar dan mengunci pintu. dia bergegas membuka komputer cctv untuk melihat siapa yang datang.


rama membuka pintu


"meira darimana kamu tau rumahku?" tanya rama


meira langsung masuk dan duduk di sofa


"jangan panggil aku meira jika gak tau rumah kamu" kata meira berlagak sombong. inilah yang membuat rama tidak pernah menyukainya. karena sifatnya yang terlalu sombong dan percaya diri.


"aku mohon jangan pernah kesini lagi. karena oma selalu tau siapa saja yang datang kesini" kata rama


"aku gak akan repot repot datang kemari sayang kalau kamu mau mengangkat teleponku" kata meira


"plis mei, kamu pergi sebelum oma tau" kata rama


cih nenek tua itu kapan sih matinya gumam meira


"aku akan pergi kalau kamu berjanji akan selalu mengangkat teleponku" kata meira mengancam


meira berdiri hendak melangkah pergi namun dia berhenti dihadapan rama lalu mencium bibir rama sekilas. lalu berlalu pergi. rama menutup pintu dan menguncinya. lalu naik ke kamarnya menemui sila


pintu dibuka. terlihat sila sedang duduk di ranjang dengan wajah masam.


"kamu kenapa belum tidur?" tanya rama.


rama melihat komputer cctv yang menyala lalu menyadari sesuatu


"biar aku jelaskan" kata rama menghampiri sila.


"nggak perlu, kamu memang laki laki plin plan" kata sila


"sila dengarkan aku, aku tidak tau kalau dia akan menciumku" kata rama


"oh jadi mau mas dia harus memberitahu dulu supaya mas bisa bersiap begitu kan?" kata sila mulai kesal. semua pikiran jelek ada dalam kepalanya


rama tidak mengerti jalan pikiran sila


"tidak sila, aku tidak...."


"udah lah mas, kalau kamu memang mau menjaga jarak harusnya kamu usir dia. sama semua karyawan bahkan sama aku kamu bisa marah, tapi kenapa sama dia gak bisa? terlalu cinta?" air mata sila pun tak terbendung lagi


"sila bukan begitu dengarkan aku" kata rama


"udah lah aku capek mas, sebaiknya kita jangan satu kamar lagi. aku gak mau lihat wajah mas" kata sila mulai emosi


"kamu kenapa jadi begini, aku heran dengan sikap kamu yang gampang cemburu" kata rama setengah berteriak


"kenapa? karena aku mencintai kamu mas !!!!" kata sila berteriak.


namu sila langsung menyadari dan menutup mulutnya.


rama terdiam tidak menyangka pernyataan cinta sila yang saat ini membuat hatinya senang.


rama mendekati sila yang masih kaget dengan kata katanya sendiri.


rama menghapus air matanya kemudian memeluknya erat