
Rama pulang kerumahnya. dia masuk kedalam dan mencari keberadaan Sila.
"Sayang, aku udah dapat pekerjaan" teriak Rama senang
"oh ya, Alhamdulillah selamat ya sayang" Sila memeluk Rama
"iya sayang tapi bukan kerjaan kantoran" kata Rama pelan
"apapun itu asalkan halal tentu aku akan mendukungmu mas" kata Sila lembut
Rama memeluk istrinya lagi lalu mencium perutnya lalu berkata
"sayang makasih ya udah doain papa"
Sila tertawa kecil.
"ayo mas kita makan dulu" ajak Sila
mereka pun makan siang bersama sambil bercerita tentang hari ini.
keesokan harinya....
"Sayang, aku berangkat ya doakan semoga hari ini lancar" kata Rama sambil mencium kening dan perut Sila
"iya sayang" Sila mencium punggung tangan Rama lalu melambaikan tangan ketika Rama beranjak pergi.
Di Mini Market....
Seno memperkenalkan Rama kepada para karyawan lainnya.
Setelah mereka berkenalan, Seno menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan Rama. yaitu mulai dari mengecek barang yang masuk hingga melayani pembeli mencari barang.
Rama mulai bekerja. selagi menunggu barang datang, Rama melayani para pembeli yang ada di situ.
sepertinya pesona Rama berpengaruh disana. jelas terlihat dari jumlah pembeli yang langsung memadati tempat itu kala melihat ada karyawan tampan dan gagah seperti Rama. mulai dari Anak ABG hingga emak emak selalu menanyai Rama barang yang bahkan jelas ada didepan matanya.
Kasir sampai kewalahan mengahadapi pembeli yang berjubel saat ingin membayar.
jam istirahat pun tiba. Mereka beristirahat secara bergantian.
Seno datang membawa nasi kotak dan minuman seperti biasa. dia cukup terkejut melihat ada beberapa rak yang kosong.
"apa semua baik baik saja?" tanya Seno kepada fitri salah satu karyawannya
"oh ya? kok tumben" kata seno heran
"ini berkat mas Rama pak, banyak banget pelanggan kita yang pindah belanja kesini gara gara lihat mas Rama" kata Devi menimpali
"wah beneran? ternyata Rama membawa Hokky di sini ya hahaha" kata seno yang disambut tawanya
"ah kamu bisa aja sen, aku tidak melakukan apa apa kok" kata Rama
"sudah lah, orang giat sepertimu pasti membawa Hokky dimana pun kamu bekerja" Seno menepuk pundak Rama.
Rama tersenyum
"dan kalian jangan coba coba naksir mas Rama ya karena dia udah punya istri" kata Seno mengingatkan
"iya pak iya, gagal deh dapet cogan hahaha" kata Devi disambut tawa yang lainnnya termasuk Rama.
hari itu cukup melelahkan. Rama hendak bergegas keluar dan pulang namun Seno memanggilnya.
"ada apa sen?" tanya Rama heran
"ini Bonus buat kamu" kata Seno memberikan amplop putih pada Rama
"ini berlebihan sen aku tidak bisa menerima ini" kata Rama menolak
"Rama, keuntungan hari ini 30 kali lipat dibanding hari biasa. semua ini karenamu dan aku ingin jadi atasan yang mensejahterakan karyawanku. aku belajar darimu Rama. aku tau Gimana kinerja kamu pada semua karyawanmu diperusahaan yang pernah kamu pimpin. salah satu pegawaimu adalah sepupuku dan dia banyak cerita tentang bos yang galak namun berhati baik" kata Seno
"terima kasih sen, aku tidak menyangka bisa menjadi contoh untukmu, aku jadi malu dulu pernah jahat padamu" kata Rama
"sudah lah itu kan dulu, ini terima lah dan bawa motor ini" kata Seno menyodorkan amplop dan kunci sepeda motor
"apa? tidak sen, aku akan mengambil amplop itu tapi tidak dengan motornya" kata Rama mengambil amplop itu dan mengembalikan kunci sepeda motor kepada seno
"ayolah Rama, aku tidak mau kamu terlambat dan aku harus memotong gajimu" kata Seno memaksa
"baiklah aku terima dan jangan memberi apapun lagi" kata Rama
Seno mengangguk
Rama pun mengemudikan motor tersebut. walaupun dia selalu membawa mobil, namun dia tetap belajar membawa motor walau hanya didalam pekarangan rumahnya yang luas.