
Saat semua orang sudah datang aku sedikit mengurangi kecepatanku dan berpura-pura telah mencapai batasnya.
"Leona?"
"Aku tak apa, kalian juga cepat bantu."
"Baik."
Sofia dan Lifa juga muncul bersama Lena kurasa keributan ini membangunkan mereka dari tidur.
Aku melangkah mundur dan orang-orang maju ke depan untuk menggantikanku melawan para monster, Lena hendak maju juga namun aku menghentikannya.
"Kita lebih baik mencari pelakunya."
"Jika Leona bilang begitu apa boleh buat, tapi kau baik-baik saja?"
"Hal barusan bukan apa-apa, mari pergi."
Lifa dan Sofia juga mengangguk mengerti sebelum kami pergi ke istana, ada beberapa jam lagi matahari terbit sampai saat itu aku yakin pelakunya tidak akan bisa keluar dari sini.
Di negara ini pergi malam hari adalah sesuatu yang berbahaya, monster akan menyergapmu sebelum kau bisa menyadarinya.
Kami pergi ke istana dan beberapa pelayan maupun penjaga berada di dalam sana, kami hanya orang luar meski begitu kami bisa membantu. Saat aku mengatakannya mereka akhirnya mengangguk dan salah satu kepala pelayan menunjukan kami jalan ke ruangan raja.
"Besar kemungkinan raja dibunuh dengan cara diracuni."
"Racun kah, apa dari makanan?"
"Saya kira bukan, saya hanya menemukannya sudah tergeletak di lantai."
Pintu dibuka dan menampilkan raja yang masih terbaring di lantai.
"Kami belum sempat memindahkannya dan masih harus menunggu esok hari sampai mendapatkan petunjuk lainnya."
Tubuh raja yang tengkurap aku balikkan ke depan, seluruh tubuhnya terlihat baik hampir tidak ada busa atau darah dari mulutnya kecuali tubuh biru yang menandakan ia diracuni.
Menurut pelayan, raja belum makan apapun dan juga sulit untuk diracuni saat dia memiliki pencicip makanan.
Yang jadi masalahnya bagaimana dia bisa terbunuh?
"Ratu dan putrinya, apa mereka baik-baik saja?"
"Raja tidak memiliki keluarga, kami yang selalu melayaninya pagi atau kebutuhan malamnya."
"Ugh."
Itu terdengar kotor untukku tapi aku tidak ingin menyinggung hal itu.
Lifa berkata.
"Ada sedikit celah pada jendela, apa mungkin orang itu masuk lewat jendela dan membunuh raja."
"Kurasa itu sulit, dia pasti akan ketahuan... lagipula yang mulia pandai bertarung, beliau pasti akan menyadarinya juga," balas pelayan dan akhirnya aku menyimpulkannya.
"Leona?"
"Apa kalian ingat soal tanaman racun yang kita temukan di pegunungan?"
"Ah itu."
Semua orang menunjukan reaksi yang sama.
"Jika dipikirkan kembali rombongan pedagang itu tidak berjalan searah dengan kita melainkan muncul dari arah kerajaan ini."
"Kalau begitu kenapa mereka malah mengambil tanaman kita."
"Sepertinya mereka baru tahu tanaman itu, ketika mereka tahu bahwa kita mengumpulkan tanamannya maka mereka berlagak seolah bahwa akan pergi ke kerajaan ini namun tujuannya berbeda."
"Lalu kenapa para budak membunuh pedagang dan kembali ke kerajaan ini?" tanya Lena.
"Mudah saja, mereka datang kembali kemari hanya untuk membalas dendam.. apa nona pelayan bisa menjelaskan apa yang terjadi di sini?"
"Itu.."
"Khususnya sebelum kami datang kemari."
Walau ragu akhirnya pelayan tersebut membuka mulutnya.
"Sebenarnya yang mulia hendak menjadikan beberapa pelayan baru untuknya, sayangnya mereka menolak dan akhirnya raja marah dan menjual mereka menjadi budak pada pedagang yang singgah kemari sebagai hukuman."
Sofia, Lifa dan Lena akhirnya mengerti dengan apa yang kumaksud.
"Benar, merekalah yang melakukannya.... tanaman racun itu tidak mereka olah menjadi racun cair melainkan menjadikannya sebagai asap," kataku menjelaskan.
"Meski begitu bagaimana mereka bisa masuk ke dalam istana, bukannya itu sulit?" atas pernyataan Lifa aku juga setuju, namun berbeda jika mereka memiliki koneksi di dalam sini.
"Nona pelayan kaulah yang membantu mereka bukan.. kau juga yang memasukan mereka ke dalam istana."
Dari punggungnya beberapa pelayan bermunculan, mereka adalah budak yang dilihat Lena saat mereka mengambil keretanya.
Mereka membakar tanaman racun menjadikannya asap dan membiarkannya masuk ke dalam ruangan ini hingga raja keracunan dan mati tentu semua orang tidak akan tahu jika ketua pelayan ini segera mengeluarkan asapnya ke luar jendela dan baru mengatakan pembunuhan ini setelah barang bukti hilang.
Sekarang mari dengarkan alasannya.