
Sofia dan Lifa tersenyum lebar.
"Hari ini kita makan kepiting."
"Tidak, tidak, mereka monster lebih baik kita pergi, benarkan Leona?"
Aku tidak bisa mengecewakan keduanya jadi jawabanku.
"Mari masak mereka."
"Leona jadi bersemangat," mengabaikan pernyataan Lena aku melesat maju, berapa pun jumlahnya kepiting tetaplah kepiting walaupun ukurannya besar.
Aku meninjunya, mengkaretanya, menendangnya dan juga membantingnya, setiap kepiting yang kuhajar kususun menyerupai bukit yang menjulang tinggi, sementara aku sibuk mengalahkan bahan makanan Lena menggiring semua penonton untuk membantunya memasak.
Semua orang akan mendapatkan bagiannya.
"Mari siapkan panggangannya."
"Baik."
Satu kepiting lolos dariku dan hendak menyerang Sofia dan Lifa, tanpa aku bergerak mereka langsung menumbangkannya.
"Aku juga akan membantu."
"Aku juga."
Sudah sepantasnya.
Dari awal seharusnya mereka melakukannya.
Satu kepiting berlari ke arah Lifa yang memasang kuda-kuda, sungguh jarang melihat Lifa menggunakan sihir jadi ini momen yang pas untuk melihat kemampuannya.
Sihir yang digunakan hari ini adalah sihir angin, kemudian api lalu diselesaikan dengan lubang yang menelan keberadaan kepiting.
Aku lupa dia bisa menggunakan semua sihir, bukannya itu menandakan bahwa anggota kami sangatlah kuat.
Sofia juga bukankah vampir yang begitu saja diremehkan. Kekuatan fisik maupun kecepatannya di luar akan sehat.
Kurasa jika ada penobatan party terkuat kami akan menjadi pemenangnya.
Di bawah langit kejinggaan sosok matahari telah bersiap untuk pergi tidur dan digantikan oleh bulan indah.
Merasakan aliran air laut yang menyapu sedikit kakiku, saat ini aku berurusan dengan daging kepiting yang telah berubah menjadi sup, sate dan juga makanan lainnya.
Aku sangat lapar karenanya satu jenis makanan tidak akan membuatku kenyang, anggota partyku juga duduk di sampingku dan menikmati makanan yang sama.
"Indah sekali, benarkan Leona."
"Iya, bagaimana jika kau merubah dirimu ke bentuk Siren dan melompat di sana."
Jujur aku tidak tahu bedanya Siren dan putri duyung, bagiku mereka satu spesies.
Lifa berkata setelah menggigit dagingnya.
"Saat aku menjadi seekor kuda, aku tidak pernah membayangkan bisa melihat matahari tenggelam dengan keluarga, aku benar-benar senang."
"Ini hanya permulaan, kita bisa melihat sesuatu yang indah ke depannya."
"Ngomong-ngomong tentang sesuatu yang indah bagaimana kalau kita mampir ke kota terdekat, di kota ini terkenal dengan kasinonya, kita bisa mendapatkan uang banyak jika menang."
Indah dari mananya? tanyaku dalam hati.
Itu memang suatu tempat yang akan dikunjungi Lena.
Lifa tidak menunjukan keberatan sementara Sofia dia akan selalu menurutiku, aku ingin menunggu kapan dia masuk ke fase pemberontaknya.
Setiap gadis yang tumbuh akan seperti itu.
Aku pun mungkin seperti itu jika aku tidak terus-menerus berbaring di rumah sakit, jika mengingat kedua orang tuaku aku akan selalu sedih, dibanding terus membebani mereka aku lebih bersyukur mati.
Dan kematian itu membawaku ke tempat yang dipenuhi kebahagiaan.
Sekali lagi aku sangat bersyukur dan kembali memakan sup kepitingku.
Pagi berikutnya aku telah berkemas bersama yang lainnya, kereta kami tidak terlalu besar akan tetapi itu cukup untuk semua orang, yah.. lagipula kereta hanya ditarik satu ekor kuda berwarna putih yang mengingatkanku akan sosok Lifa dulu.
Aku memecut tali pengekang dan kereta kembali berjalan.
Orang-orang yang mengenalku mulai berlarian seperti penagih hutang yang gila.
"Tunggu sebentar, kami ingin membeli obatmu lagi tunggu."
"Kami harus berangkat sekarang, jika kalian mau ambilah."
Aku mengulurkan tanganku dan beberapa kardus muncul dari lubang yang kubuat.
"Anggap saja sebagai hadiah."
"Leona yakin memberikannya pada mereka? Itu stokmu yang terakhir?" tanya Lifa.
"Tak perlu dipikirkan aku bisa membuatnya lagi, untuk masalah uang kita bisa mendapatkannya lebih di tempat itu."
"Kita pergi ke kota Kasino," sela Lena bersemangat.
"Kurasa begitu."
Merampok uang di tempat kotor tidak akan membuat uangnya menjadi kotor. Uang tetaplah uang, uang berasal dari manapun bukanlah masalah.