My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 58 : Pegunungan Awan



Di sebuah pegunungan tinggi yang sekitarnya diselimuti awan tipis, kami semua memutuskan untuk berkemah selagi menikmati pemandangan indah.


Sementara semua orang sibuk bersantai aku menyibukkan diri untuk mengumpulkan beberapa tanaman liar.


Tak lama Lifa datang untuk membantu.


"Leona bukannya tanaman yang hanya bisa hidup di daratan tinggi itu adalah tanaman beracun."


Lifa memiliki pengetahuan yang cukup mengagumkan juga, tapi aku tidak mengumpulkan tanaman ini sebagai makanan atau obat.


Seperti yang dia katakan aku memang membuatnya untuk racun.


"Negara yang akan kita datangi adalah salah satu negara yang dipenuhi monster, aku berfikir untuk membuat beberapa racun demi membunuh mereka tapi jika ada situasi tertentu aku juga akan menjualnya pada para bangsawan, mereka akan menyukainya."


"Leona wajahmu seram.. dan juga jangan terlalu berpikiran buruk tentang mereka."


"Bangsawan itu mengerikan, kadang mereka meracuni seseorang untuk mengambil harta warisan atau tahta.. kau akan mengerti saat dewasa nanti."


"Tidak, tidak, ada bangsawan yang baik juga... Leona itu terlalu egois karena satu atau dua menjadikan seluruh bangsawan orang jahat."


Aku hanya tertawa kecil.


"Aku cuma bercanda."


"Jangan menjahiliku," teriak Lifa dengan wajah memerah sebelum beberapa kereta muncul di depan kami.


Dari penampilan mereka aku yakin mereka seorang pedagang, mereka juga menyewa beberapa pengawal pria yang terlihat kuat yang dengan senang menampilkan lengan-lengan yang dipenuhi otot-otot kuat itu.


"Hey nona, kenapa kalian ada di sini? Kami dari rombongan ternama bisakah kalian pergi dari sini."


"Apa maksudmu. Kami lebih dulu, dan jika kalian ingin berkemah bisa menggunakan tempat lain atau mengambil yang bagian kosong."


Pemimpin karavan yang sombong berkata.


"Kami tidak cocok bersama kelas rendahan, jadi menyingkirlah dan tinggalkan tanaman yang kalian bawa itu untuk kami."


Orang ini berusaha merampok kami betapa keterlaluannya. Lifa hendak maju namun aku menghentikannya.


Tanaman yang kupetik baru sedikit jadi tak masalah untuk membuangnya.


"Baiklah, kami akan pergi... kau pasti puas."


"Itu seharusnya, keluarkan para budak dan buat mereka memetik tanaman ini untuk kita jual nanti."


"Tanaman ini cukup populer di negara yang kita kunjungi harganya cukup mahal melebihi potion jadi segera suruh mereka melakukannya."


"Baik."


"Mari pergi Lifa."


"Kenapa kita harus mengalah? Apa mereka bangsawan?"


"Sepertinya begitu, orang ini cukup berpengaruh... aku sudah cukup kelelahan untuk berdebat dengan mereka."


Aku menjelaskan apa yang kami terima pada Sofia dan Lena. Seperti yang kuduga mereka marah tapi aku memilih untuk menghentikannya dan diam-diam meninggalkan lokasi tersebut.


"Ada apa ini Leona? Biasanya kau akan memukul mereka? tapi kita malah."


"Udara di sana sebentar lagi akan semakin dingin jadi lebih baik kita berkemah di bawah gunung saja itu jauh lebih baik."


"Pantas saja ada yang aneh hingga Leona mengizinkannya."


"Yah begitulah... aku takut karena kedinginan kita harus menghangatkan diri dengan saling berpelukan."


Lena menatapku dengan pandangan bersinar.


"Mari kembali."


Orang ini sangat mudah ditebak.


Kami menuruni pegunungan dan menemukan lokasi luas di dekat sungai air terjun. Rasanya perbedaan suhu udara sangat terasa jelas.


"Aku akan memasang lagi tenda, jadi kalian urus sisanya."


"Aku dan Lifa cari makanan di sekitar hutan ini."


"Baiklah."


"Dan aku akan memancing."


"Baik.. hati-hati jangan turun ke sungai."


"Iya."


Belakangan ini Sofia memang suka memancing.