My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 29 : Jamuan Malam



Di atas meja makan itu kami dengan senang menikmati makanan yang disajikan, bagaimana mengatakannya? Aku baru tahu makanan untuk iblis begitu ekstrim meskipun sebagiannya terlihat seperti makanan manusia pada umumnya.


Yang membuatku terkejut bahwa mereka juga menghidangkan tarantula di atas piring yang telah dibumbui rempah-rempah yang harum.


Aku dengan ragu memakannya dari bagian belakang lalu menangis.


Ini enak sekali, kalau saja ini ayam.


Aku tak punya pilihan selain menghabiskan semuanya dan menunggu hidangan penutup di sajikan. Paling tidak mereka mengatakan membuat kue atau puding.


Lena sudah tak sadarkan diri dari tadi setelah memakan makanan aneh ke dalam mulutnya, ada peribahasa mengatakan malu bertanya sesat di jalan, dia barusan memakan cacing yang dia kira sebuah mie.


Hanya Sofia dan Lifa saja yang tak terganggu akan hal ini. Sofia pemakan segala dan Lifa adalah elf yang kebanyakan menghabiskan waktunya di hutan jadi dia sudah terbiasa.


Aku berkata ke arah Beelzebub.


"Lain kali tolong sajikan makanan yang biasa di makan manusia."


Dia tertawa.


"Aku tadinya berfikir begitu, tapi sayang juga jika kalian datang kemari tidak memakan makanan khas dari wilayah kami."


Orang ini memang sengaja melakukannya, karena enak aku tidak bisa mengeluh lebih dari ini.


Setelah cukup menunggu akhirnya hidangan selanjutnya dibawa oleh koki kebanggaan kita Astropedia, namanya seperti sebuah buku walaupun itu buku luar angkasa bukannya buku masak.


"Hidangan penutup kali ini adalah kue labu, silahkan dimakan," katanya bersemangat.


Aku akan menangis karena senang, kuenya sendiri terlihat normal bagiku, dimana dibuat seperti sebuah menara.


Astropedia dengan sosok pelayan profesionalnya memotong kue lalu membagikannya ke pada kami di atas piring, Lena yang sejak tadi pingsan kembali sadar.


"Aku dimana? Aku siapa?"


Dia sangat terguncang.


Aku yakin ingatannya nanti kembali.


Kami memakan kue itu dengan perasaan senang, aku bertanya pada Astropedia.


"Apa bahan-bahannya?"


Saat Astropedia membawa labu itu aku terkena damage yang besar, labunya bisa berbicara.


"Aku akan membunuh kalian."


Dengan sebuah pisau yang dilemparkan oleh Beelzebub labu tersebut tertusuk dan mati.


Lena kembali pingsan, untuk Sofia dan Lifa mereka tampak seperti tak terganggu dengan itu, yang mana membuatku sedikit iri.


"Labu itu hidup?" tanyaku demikian.


Beelzebub yang menjelaskan.


"Labu di wilayah ras iblis adalah hewan atau mungkin sejenis monster tapi rasanya sama saja dengan yang ada di dunia manusia."


"Entah kenapa aku tidak ingin makan labu lagi setelah mendengar perkataanmu barusan."


Beelzebub maupun Astropedia hanya menertawaiku yang dengan sengsara menunjukan senyuman pahit.


"Besok aku berjanji akan menyediakan makanan yang biasa kalian santap," kata Beelzebub memandang Astropedia yang membungkuk dan meninggalkan kami.


Aku beralih ke topik yang lebih penting.


"Bagaimana soal pendudukmu?"


"Beberapa penjaga kastil sudah mencoba memberitahukan kejadian ini pada mereka, tapi besok pagi aku akan menjelaskannya secara resmi, aku ingin Leona juga ikut bersamaku."


"Aku?"


"Tentu saja, bagi kami Leona adalah seorang pahlawan, aku benar-benar berterima kasih.. jika ada sesuatu yang ingin kau inginkan aku dengan senang mengabulkannya."


Memangnya baik meminta sesuatu pada iblis.


Ketika aku memikirkan apa yang kuminta Beelzebub kembali berkata.


"Bagaimana kalau aku menawari tubuhku saja?"


"Lupakan itu, aku tidak suka kehidupan Yuri."


Succubus memiliki tingkat seksual tinggi jadi aku harus berhati-hati juga, pada akhirnya aku tidak meminta apapun padanya lagipula kehidupan damai antara pihak iblis dan manusia sudah lebih dari cukup sebagai hadiah.