My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 26 : Raja Iblis Beelzebub



Dengan sedikit lompatan, aku terbang melewati kota, menggunakan penglihatan kucingku aku bisa menyusuri kegelapan tanpa ada hambatan.


Aku mulai memasuki hutan sedikit lebih jauh dan kutemukan perkemahan dari pasukan raja iblis, beberapa dari mereka sedang tertidur dan yang lainnya tampak berjaga, salah satunya terlihat seperti seekor monster udang yang mengenakan jubah kebesaran.


Jika aku tidak salah dialah komandannya bernama Lobster.


"Maaf saja, aku tidak punya waktu semalaman untuk mengurus pasukan seperti ini."


Aku mengarahkan tanganku ke atas langit untuk memunculkan lingkaran sihir raksasa seluas lingkungan perkemahan mereka.


Ketika mereka menyadari keanehan di atas kepala mereka, sebuah cahaya telah menyapu mereka semua dalam kehancuran yang mana menciptakan kawah raksasa menyerupai sebuah danau.


Aku melompat ke tengah lubang itu dan kulihat komandannya masih hidup setelah menerima seranganku, dia hanya terbaring tak bisa berbuat apapun.


"Apa-apaan kau ini?"


"Aku juga ingin tahu batas kekuatanku."


Aku meninju tubuhnya hingga material tanah berhamburan ke udara, dengan ini para pasukan raja iblis tidak akan berani lagi datang kemari.


Keesokan paginya aku bangun dari ranjang dengan mata sipit, aku menguap beberapa kali sebelum akhirnya keluar dari penginapan.


Kulihat semua anggota partyku sedang sibuk membagikan makanan.


"Biar aku bantu?" aku menawari diriku namun Lena langsung menolaknya.


"Sepertinya kau kurang tidur Leona, hari ini kau istirahat saja dulu...biar kami yang melakukannya."


"Benar Leona, matamu tampak hitam," atas pernyataan Sofia aku segera mengeceknya di cermin.


Ternyata itu benar.


Lifa lalu mendorong tubuhku ke penginapan.


"Sudahlah Leona, cepat kembali tidur."


"Kurasa aku akan melakukannya," aku hanya tersenyum ke arah mereka.


Ketika sore hari barulah aku kembali membantu ketiganya menyiapkan makanan bagi semua orang, sedikit demi sedikit tampak wajah mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Selama sebulan kami tinggal di kota ini tak ada lagi ancaman yang datang yang mana menjadi perpisahan kami. Kudengar pihak kerajaan telah menyerang secara besar-besaran ke wilayah raja iblis yang mana menjadikan kemenangan untuk kami semua.


Ketika kereta kami melewati hutan seseorang tiba-tiba muncul dari semak-semak, aku segera menarik kuda agar tidak menabraknya meski begitu wanita yang entah siapa langsung pingsan di sana.


Aku, Sofia dan Lifa orang yang lebih dulu turun untuk memeriksanya.


"Bagaimana Leona, apa dia masih hidup?" tanya Sofia.


"Dia baik-baik saja, dia mungkin hanya kelelahan."


"Syukurlah kalau begitu."


"Biar aku juga."


Aku dibantu Lifa membopongnya ke pinggir jalan, wanita ini mengenakan celana pendek hitam ketat, dengan T-shirt berwarna sama pula, ia memiliki ekor hati dengan dua tanduk melingkar dari sisi kepalanya.


Rambut panjangnya berwarna merah terang yang terlihat sangat indah.


Dia mungkin berasal dari ras Succubus.


Lena yang sebelumnya tertidur mengintip dari kereta kuda.


"Le-leona?"


"Kenapa kau terkejut begitu."


"A-apa yang sedang kau lakukan?"


"Orang ini tiba-tiba pingsan di depan kereta kita."


Lena turun dari kereta untuk memastikan wanita tersebut, ekpresi wajahnya mulai memucat.


"Di-dia raja iblis Beelzebub."


"Raja iblis wanita?" teriakku.


"Bukan itu masalahnya, apa yang harus kita lakukan padanya? Kita lebih baik meninggalkannya sebelum terkena masalah."


"Aku juga setuju," Sofia maupun Lifa juga menyampaikan hal sama.


Sekarang apa yang harus kulakukan?