My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 51 : Sebuah Perjudian



Baru saja sampai aku langsung membenci seseorang. Tujuan kami adalah pergi ke kota Kasino yang mayoritas bangunannya dibuat sebagai arena perjudian tapi tak kusangka banyak orang seperti ini.


"Nona biarkan aku menjilat sepatumu aku ahli menjilat."


"Aku juga."


"Apa kalian mau aku puku... Hah?" kataku demikian.


"Tak masalah nona, injak saja aku."


"Tolong injak aku juga."


Orang-orang ini sudah tidak tertolong lagi, baru saat ada bagian penjaga yang muncul mereka langsung melarikan diri.


"Maaf atas gangguannya, mereka hanya orang-orang yang kalah berjudi dan memiliki banyak hutang, sebelum mereka membayarnya mereka akan tertahan di sini selamanya."


Berjudi memang selalu berakhir dengan tidak baik bagi yang kalah.


Sofia dan Lifa diizinkan masuk juga karena itu kami semuanya datang ke mari, sama seperti kasino yang kukenal di sini banyak permainan yang berhubungan dengan dadu dan kartu tapi itu hanya sebagiannya.


Aku tidak terlalu mengerti tentang itu namun jika perjudian yang mirip sebuah game kurasa aku masih bisa.


Lena berbisik ke arahku seolah bertingkah sebagai dewa penjudi.


"Orang-orang ini semuanya curang."


"Mereka menggunakan sihi?."


"Iya dan ada juga yang menggunakan trik, jika begini jelas sulit untuk mencuri uang mereka."


Mencuri di sini hanyalah perumpamaan jadi jangan khawatir, kami masih berada di jalan benar tentunya.


Maksudku hanya aku dan dua lainnya.


Jika Lena dia seperti biasanya.


Setidaknya kami tidak boleh mencoba perjudian biasa, mari cari sesuatu yang mudah diatasi.


Sofia menarik bajuku lalu tangannya menunjuk ke sebuah permainan di mana penantang diperbolehkan mengambil tiga jarum lalu melemparkannya untuk mengenai balon yang ditaruh di beberapa sudut.


Jika kau berhasil mengenai targetnya maka uang yang kau pertaruhkan akan dibayar dua kali lipat banyaknya.


Setiap orang hanya mendapatkan satu kesempatan, saat ketiga senjatamu tidak bisa mengenainya maka selesai sudah. Salah seorang hendak mencobanya.


Dia pria besar tinggi dengan gadis di sampingnya, dia menghela nafas lebih dulu sebelum melesatkan senjatanya, diantaranya berhasil dikenai namun untuk ketiga itu bahkan tidak sampai ke target.


"Oi, ini aneh aku jelas-jelas meleparnya sangat kuat... tolong biarkan aku main lagi."


"Maafkan aku tapi satu orang satu kali."


"Cih..."


Lena berbisik.


"Bagaimana ini?"


"Kau saja yang maju dan lihat apa aku bisa melakukan sesuatu."


"Baik."


Sofia dan Lifa memberikan dukungannya, mereka terlihat manis dan mampu mengundang kejahatan pria jika aku lengah.


Tidak ada jumlah nominal untuk permainan ini maka kami bertaruh 500 keping koin emas.


Wajah panitia terkejut tapi masih mau melayani, bagaimanapun dia hanya ditugaskan untuk menjaga kios, tidak ada alasan menolak.


Lena bersiap-siap dan 'wus' dia berhasil dipercobaan pertamanya, begitu juga yang kedua.


"Lena memang hebat."


"Benar."


"Fufu jika soal seperti ini, aku ahlinya... tinggal yang terakhir kuharap tidak mirip peserta lain yang tadi."


Di sinilah kecurangan itu dimulai, seseorang sepertinya memiliki kemampuan untuk menggerakkan sebuah besi dengan tatapan, saat jarum dilemparkan maka akan langsung terhenti di udara.


Lalu bagaimana jika aku membuat seseorang itu terluka. Aku melirik ke segala arah dan kutemukan orangnya berada sedikit jauh dari kerumunan meski begitu pandangan miliknya tidak terhalangi.


Aku diam-diam mengambil jarum yang sama yang dipegang oleh Lena, ketika ada celah kulemparkan jarum tersebut secara tersembunyi dan itu menusuk langsung di lehernya hingga dia kesakitan, di saat penglihatannya teralihkan Lena mengambil tembakan ke tiga dan berhasil melakukannya.


Orang-orang tampak terkejut sekaligus puas karena dendam mereka terbalaskan oleh kami.


"Sesuai yang disepakati kalian harus membayar sesuai yang aku pertaruhkan, sekarang cepat berikan."


"Ugh... ka-kami mengerti, silahkan."


Dengan ini kami memiliki 1.000 koin emas dalam waktu singkat.


Itu jelas luar biasa.