
Di depan gerbang itu, seorang gadis bertelinga kucing menyapa dua penjaga dengan senyuman manis, dibanding gadis seumurannya dia terlihat lebih imut.
Hampir seluruh penampilannya di banjiri warna merah muda, namun semua itu hanyalah sebuah tipuan semata bahkan jika seseorang berfikir dia gadis imut yang cantik sejujurnya dia adalah gadis yang kuat yang penuh misteri, dia bisa memukul siapapun dengan kekuatannya bahkan sedikit memiliki sifat licik dan tega menipu penjaga polos dengan mengatakan uang mereka telah dirampok.
Siapa gadis itu? Hm... kurasa itu aku.
Aku telah sampai di negeri yang dibangun di daratan wilayah monster, tak hanya menjadi negara satu-satunya di sini uang untuk memasukinya cukuplah besar.
Aku kira itu sekitar satu koin emas perorang.
Aku melihat.
Ketika aku bilang bahwa aku telah dirampok para penjaga mulai berdiskusi di antara mereka, saling mendesah pelan dan akhirnya mempersilahkan kami masuk.
Itu bukan berarti mereka orang baik namun aku bisa membayar dua koin emas untuk empat orang.
Penjaga berbisik ke arahku.
"Mari rahasia ini."
"Oke" kujawab demikian.
Tidak ada yang berbeda dengan tempat ini, semuanya seperti biasa, lantai batu biasa, bangunan biasa dan juga tempat-tempat lainnya.
Yang berbeda hanyalah jumlah petualang yang sangat banyak yang mana mereka berdiri dengan berbagai senjata yang menyilaukan.
Jika ada monster tidak aneh bahwa kota ini penyuplai material monster paling banyak, aku bisa melihat para penjual yang menawarkan benda sama juga pada pelancong.
Ada kalung monster dan juga beberapa tanduk dari seekor hewan buas yang dijadikan cendramata.
"Silahkan beli-beli."
"Murah, hari ini promosi.. naik dari kemarin."
Promosi itu identik dengan harga turun tapi ini naik sungguh keterlaluan. Lena mencondongkan kepalanya untuk melihat situasi.
Dia hanya tertarik dengan sejenisnya jadi tak usah dipikirkan.
Walau dari luar kota ini tampak suram kurasa di dalamnya jauh lebih hidup, ada guild yang bisa kulihat di sini. Setelah mengambil penginapan aku akan mencoba pergi ke sana.
Aku memesan satu kamar dengan empat orang di dalamnya, karena hal itu hampir mustahil jadi kami menambahkan tempat tidur tambahan untukku.
Menghabisi waktu dengan diam di penginapan akan sia-sia jadi kami bergegas pergi.
"Selamat datang, apa kalian baru datang kemari?" seorang receptionis guild menyambut kami dengan ramah.
"Ah iya, kami ingin memburu monster."
Aku memberikan kartu petualangku namun dia menolaknya.
"Di kota kami, kami tidak menjalankan guild seperti biasanya, tidak ada batasan atau tingkatan, mereka bebas untuk memilih apapun yang mereka inginkan meskipun mereka bukan petualang."
Dengan kata lain guild ini hanya sebatas pertukaran uang.
Aku harus senang atau tidak namun aku tahu satu hal, jika terjadi masalah di sini, guild jelas mencoba untuk tidak ikut di dalamnya.
Salah satu orang mendekat padaku, kebetulan dia wanita jadi Lena menyambutnya.
"Kalian pasti baru, apa kalian mau berburu bersama."
"Leona? Itu?"
"Maaf kami hanya petualang rendah, kami hanya akan membebani semuanya."
"Benarkah? Sayang sekali.... soalnya kami tidak butuh orang lemah."
Dia cukup kasar setelahnya.
Ekpresi Lena terlihat marah dan Sofia tampak ingin menyerang mereka namun aku menghentikannya. Lebih baik dianggap seperti itu dibandingkan menjadi yang terkuat. Itu membuat kita tidak jadi pusat perhatian.