My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 30 : Pesta Perpisahan



Pagi berikutnya orang-orang dari wilayah raja iblis telah berkumpul di halaman kastil Beelzebub, mereka tampak sabar menunggu kedatangan pemimpin mereka.


Ada satu hal yang membuat aku tidak menyukai tentang hal ini, itu karena aku mengenakan gaun mahal dan berjalan bersama Beelzebub ke beranda.


Dari sini bisa kulihat semua orang menyambut antusias yang mana membuatku sedikit gugup, di bawah tekanan atmosfir berat itu, Beelzebub menghentikan suara mereka lalu mulai berpidato.


Aku tidak terlalu mendengarkan hanya tahu tentang wilayah baru serta ucapan terima kasih padaku, dengan ini mereka akan hidup tentram mulai sekarang. Demi mengantarkan perpisahan rombonganku Beelzebub akhirnya akan mengadakan pesta untuk kami semua dan menjadikan hari hari libur nasional.


Jika itu aku, aku akan membuat libur nasional setiap 4 hari selama seminggu.


Beelzebub memegang tanganku lalu mengangkatnya ke atas.


"Beri sambutan untuk Leona dan teman-temannya."


Di luar dugaan Beelzebub juga mengundang rombonganku untuk naik ke podium yang mana mereka juga memberikan penghormatan.


Setelah itu.


Pesta diadakan dengan meriah dimana kamilah yang menjadi pusat perhatian, aku bersyukur bahwa makanannya yang mereka sajikan makanan manusia pada umumnya.


Baru keesokan harinya kami berpamitan ke semua orang, Astropedia memelukku dan ia mencium pipiku meskipun aku tidak mau. Lena juga berusaha melakukan hal sama dan aku memukul perutnya, lagipula dia berusaha mencium bibirku.


"Sakit."


Kedua orang ini sangat berbahaya.


"Kalau begitu sampai jumpa Leona."


"Aah, aku tidak tahu entah kapan aku bisa datang kemari lagi."


"Jangan khawatir, kau dan teman-temanmu selalu diterima di sini."


"Syukurlah."


Kami berdua saling berjabat tangan lalu kugunakan sihir teleportasi untuk berpindah tempat ke tempat sebelumnya.


Sofia meregangkan tangannya.


"Lelah sekali, Lena boleh aku meminta darahmu?"


"Tentu saja mari lakukan."


Keduanya saling berpelukan di dalam kereta walaupun itu terlihat erotis.


Lifa yang melihatnya memucat.


"Apa mereka berdua selalu melakukan itu? Entah kenapa aku merasa takut sekarang.


Syukurlah ada orang normal selain aku di sini.


"Yah, tak apa untuk berjaga-jaga membawa pisau kemana pun kau berada," balasku lemas pada Lifa yang semakin terkejut.


Itu hanya candaanku saja, mari bergegas.


Aku memecutkan tali pengekang kuda dan kereta mulai berjalan kembali menyusuri jalanan yang rata.


Lifa yang duduk di sebelahku tampak tertarik dengan sebuah selembaran yang diberikan oleh pejalan kaki yang kami lewati barusan.


"Eh, benarkah? Tentang apa itu?"


"Kita lihat, di sini dikatakan siapapun yang bisa menarik pedang dari atas batu mereka akan diberikan banyak uang."


"Ada yang mengatakan uang?"


Aku mendorong kepala Lena yang tiba-tiba muncul dari belakang kereta, banyak bekas gigitan di tubuhnya sementara Sofia terlihat puas.


"Perutku kenyang sekali."


Sampai bisa buncit begitu.


"Jangan mendorong kepalaku Leona, cepat katakan soal uangnya."


"Kau ini cewe cabe-cabean, jangan terlalu dekat denganku."


Aku berusaha lepas dari pelukan Lena saat Lifa menjelaskan lebih lanjut.


"Seperti yang kukatakan siapapun yang berhasil mencabutnya mereka akan mendapatkan uang tapi sebagai gantinya orang itu harus menjadi raja negeri itu."


Ini sama seperti kisah yang kudengar dari dunia lamaku.


Ketika kami akan melintasi persimpangan jalan, aku mengambil jalur ke kiri.


"Bukannya harusnya ke kanan?" tanya Lena.


"Kita tidak akan pergi ke negara itu, aku pikir akan banyak masalah di tempat seperti itu."


"Begitukah?"


"Sayembara biasanya mengundang banyak turis dan orang luar, biasanya akan selalu ada masalah, lagipula dari kita semua tidak akan ada yang mau mencabut pedangnya bukan?"


Semua orang tersenyum senang.


"Tentu saja, kami ingin pergi berpetualang bersamamu Leona, walau aku wanita nafsuan aku hanya akan menyerang wanita jadi itu tidak akan mengakibatkan masalah untuk kita."


"Iyah, itu tetap akan jadi masalah."


Sofia melanjutkan.


"Aku juga akan selalu bersama Leona."


"Aku juga, aku tidak mengira aku bisa bertemu dengan kalian dan pergi berpetualang bersama, aku sangat senang."


"Mari berpelukan Lifa."


"Eh."


Lena menyerang payudara Lifa lalu meremasnya seperti itu hal yang wajar hingga ia mengeluarkan suara imut.


Aku pikir ini kelompok aneh yang pernah dibentuk oleh umat manusia, walaupun sebenarnya aku setengah manusia.


Ada Elf, Siren, vampir dan juga aku gadis kucing, awalnya aku hanya ingin pergi berpetualang sendirian akan tetapi berkelompok juga tidak terlalu buruk.


Sekarang bagaimana petualanganku selanjutnya.