My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 41 : Di Kota



Aku menaikan gadis itu ke dalam kereta dan mulai mencoba menyembuhkannya, ketika dia membuka mata ekpresinya tampak ketakutan.


"Jangan khawatir, semuanya sudah aman," kataku demikian.


Lifa yang duduk di sampingnya segera memberikan roti padanya.


"Kau pasti lapar."


"Terima kasih."


Sofia juga membantu dengan memberikan air minum kepadanya, di sisi lain Lena terus menjalankan kereta.


"Bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi? Pertama kami ingin tahu namamu."


"Namaku Yuri, aku datang dari kota yang ada di depan sana untuk menemui nenekku yang tinggal di tengah hutan ini, saat aku tiba nenekku tidak ada dan hanya kumpulan serigala yang ada di sana."


"Jadi begitu, ada kemungkinan nenekmu telah dimangsa mereka."


"Mustahil? Nenekku pasti masih hidup."


"Sayang sekali itu tidak mungkin, melihat kawanan serigala itu aku yakin tentang itu... lalu saat meninggalkan rumah itu apa kau melihat ada yang aneh lainnya."


"Aku melihat mayat yang telah ditinggalkan di dekat pohon besar, di sampingnya ada kapak besar juga."


"Dia pasti penebang kayu bakar."


Lifa yang hidup di dalam hutan tampak khawatir lalu berkata.


"Binatang buas yang menargetkan manusia sebagai makanan akan sulit ditangani, terlebih serigala hidup berkelompok untuk berburu."


Yang dikatakannya itu benar.


"Tolong kembali, aku harus memastikan bahwa nenekku masih hidup."


"Mustahil, kita hampir tiba di kota mari lakukan besok saja," potong Sofia.


"Itu benar, jika perlu kami akan membantu."


"Terima kasih, kalian bisa menginap di rumahku.. aku tinggal bersama ibuku."


Kami dengan senang menerima tawarannya, kota tersebut tidak besar maupun kecil atau lebih ke arah rumah pedesaan, saat kami tiba di depan rumah di bagian depannya tampak seorang ibu yang sedang menjemur pakaian.


"Yuri kau baik-baik saja, syukurlah.. ibu dengar ada kawanan serigala yang bermunculan di sekitar hutan," keduanya saling berpelukan.


"Terima kasih banyak," kata si ibu menundukan kepalanya pada kami.


"Itu bukan masalah," Lena yang lebih dulu menjawabnya.


"Bagaimana dengan nenekmu?"


"Aku tidak tahu, saat tiba nenek sudah menghilang."


"Begitu, maaf melibatkan kalian dalam hal seperti ini... aku sudah meminta ibuku agar tinggal di kota tapi dia malah tetap ingin tinggal di sana hingga hal ini terjadi... Ah, maaf.. silahkan masuk akan aku buatkan teh."


Dia orang yang ramah, kami diizinkan untuk tinggal beberapa hari selagi menyelidiki kawanan serigala tersebut, menurut ibu Yuri di wilayah ini jarang ada hewan buas yang datang semuanya mungkin karena habitat mereka sudah hilang oleh manusia.


Jika seperti ini sulit untuk menyelesaikannya? Kami bukan orang jahat yang melenyapkan serigala karena berada dipihak manusia, kami lebih memilih untuk menciptakan kedamaian di antara keduanya.


"Leona bukannya kau binatang buas juga, bukannya kau bisa mencoba bernegosiasi dengan para serigala itu?"


Kucing bukan binatang buas mereka binatang imut yang lembut.


"Siapa yang kau bilang binatang buas."


Aku menyergap Lena saat dia berbaring di atas ranjang.


"Kyaa, ini sangat kejam.. aku belum siap."


Di kepala orang ini hanya ada pikiran kotornya, sebagian yang dikatakan Lena mungkin saja benar tapi sebelum itu aku harus menemukan pimpinan kawanannya untuk bernegosiasi.


Pagi berikutnya aku duduk di luar beranda selagi melihat Sofia, Yuri dan Lifa sedang bermain kumbang tanduk di tanah, untuk Lena dia sedang berolah raga di sampingnya.


"Satu, dua, tiga."


Aku melirik ke arah ibu Yuri yang telah keluar rumah.


"Apa mau keluar?"


"Aku harus berbelanja di pasar."


"Bolehkan aku ikut? Ada bahan yang ingin aku beli juga, lagipula tak enak cuma menumpang di sini."


"Leona gadis yang baik, kalau begitu mari."


Dia benar-benar seorang ibu yang ramah.