
Setelah mendengar beberapa hal aku dan pria berkeluarga pergi setelah membeli beberapa tong bir yang kusimpan di dalam sihir penyimpananku.
Pria berkeluarga tampak menghela nafas dengan kondisi yang kubuat saat di bar tersebut.
"Nona Leona, apa yang akan anda lakukan setelah ini? Apa nona akan menghancurkan kerajaan ini."
"Apa maksudmu? Aku ini gadis imut mana mungkin aku bisa melakukan itu."
Pria berkeluarga tanpa menunjukkan keraguannya, aku yakin dia berfikir 'Imut dari mana, dia baru menodongkan pedang ke arah pria dewasa dan masih bisa santai setelahnya, sungguh gadis mengerikan' aku bukan orang yang peduli dengan perkataan orang lain jadi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku melanjutkan.
"Seperti yang dikatakan oleh pria di sana, para bangsawan maupun raja sudah mulai mengambil alih segala urusan jadi tanpa harus berbuat apapun kerajaan ini akan hancur dalam waktu singkat... orang-orang yang tinggal di sini akan mulai berfikir untuk meninggalkan tempat kelahirannya dan selanjutnya mereka akan berbondong-bondong meninggalkan kerajaan ini, bahkan jika mereka merubah kembali kerajaan pada seharusnya mereka sudah terlambat."
Pria berkeluarga akhirnya mengerti apa yang kukatakan, dia mengangguk mengiyakan dan terus mengikutiku ke luar kota di mana semua orang telah menunggu.
Mereka sudah dapat makanan serta selimut yang diberikan anggota partyku, dan sebagai tambahan aku memberikan tong-tong berisi bir untuk para pria nikmati.
Walau kami tidak masuk ke kota kemeriahan masih dapat kami rasakan di sini, di saat semua orang tertidur aku kembali menulis petualanganku ke dalam buku jurnal.
Aku belum punya waktu untuk mengisi buku tentang pengetahuan tanaman obat-obatan jadi aku akan berurusan lebih lama dengan ini ke depannya.
Lifa muncul untuk duduk di sampingku, sementara Sofia dan Lena mereka sudah tidur saling berpelukan satu sama lain.
Aku merasa lega bahwa keduanya wanita bayangkan jika salah satunya pria, aku mungkin akan menemukan salah satu dari mereka hamil muda
Membayangkannya sungguh mengerikan, itu seperti kisah horor kau tahu.
Lifa di sampingku menatap bulan dengan pandangan jauh.
"Setelah petualangan ini selesai, apa Leona akan menjual semua buku yang kamu tulis?"
"Tergantung berapa uang yang akan aku dapatkan."
"Tidak ada wanita di manapun yang tahan jika tidak memiliki uang, mereka akan menendang suami mereka untuk bekerja lebih keras," aku berkata penuh keyakinan.
"Terdengar mengerikan bagiku."
Aku berdua hanya tertawa bersama lalu beristirahat untuk meninggalkan kota ini pada pagi harinya.
Tidak seperti petualangan kami sebelumnya, perjalanan kami terbilang lancar. Di sepanjang jalan sama sekali tidak ada kejahatan sekecil pun seolah para penjahat memang sudah meninggalkan kota ini.
Aku bertanya pada pria berkeluarga soal ini.
Dan ia menjawab bahwa kejahatan di sini akan diberikan hukuman mengerikan bahkan jika dia tidak membunuh siapapun, semuanya akan dituntut membayar sebesar 1000 koin emas, jika tidak membayar mereka akan diperkerjakan sebagai budak tambang seumur hidupnya atau diperjual belikan sebagai budak di negera lain.
Bahkan para penjahat juga memilih untuk tidak tinggal di sini.
Bukan tidak aneh hal yang kukatakan memang akan terjadi lebih cepat dari yang kubayangkan.
Kami bertemu dengan rombongan lain dalam perjalanan, berbeda dengan kami yang harus singgah di kota kedua mereka lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan.
Di sini pria berkeluarga bertemu dengan istri dan anaknya yang tampak cantik.
Mereka mengucapkan terima kasih lalu memberikanku uang, aku sempat menolaknya tapi mereka benar-benar memaksa.
Bahkan mereka menjual rumah mereka untuk melakukannya dalam waktu sehari.
Kurasa mereka benar-benar ingin pindah.
Aku hanya mengambil setengahnya dan memberikan setengahnya lagi untuk mereka, jika aku mengambilnya aku pasti tidak akan tidur nyenyak setelahnya.