
"Sepertinya aku yang menang jadi cepat bayar uangnya."
Aku berkata dengan nada arogan yang mana membuat mereka semakin marah, dari awal aku yakin mereka tidak akan membiarkan kami pergi begitu saja.
"Aku tidak ingin menggunakan cara ini tapi serang mereka."
Mengikuti arahan si bos mereka mengambil apapun untuk dijadikan senjata, aku melirik ke arah Lena dan ia mengangguk sebelum akhirnya pergi bersama Sofia dan Lifa.
"Aku juga ingin bertarung?" seru Sofia.
"Sudahlah serahkan pada Leona," kata Lena dan Lifa hanya memasang wajah pasrah.
Jika Sofia mencoba membantu aku tidak ingin melihat darah bercucur di tempat ini.
"Biarkan mereka pergi, kita bisa menemukan mereka dengan mudah jika menjadikannya sandera."
Dia memikirkan hal jahat seperti di film-film tapi dia lupa satu hal, bahwa aku ini kuat.
Mereka serempak menyerangku dengan timing yang pas, pertama aku menghindari mereka semua dan mengambil celah dari mereka, tidak ada yang berhasil mengenaiku sebaliknya aku memukul mereka hingga terlempar ke segala arah.
Aku berjongkok kemudian melompat ke depan untuk memberikan tendangan di wajah, beberapa orang menyergapku dari belakang, kuarahkan tanganku untuk menciptakan lingkaran sihir dan berkata.
"Wind Storm."
Tornado angin berukuran kecil memutar mereka, menghempaskan mereka ke segala arah hingga menghancurkan setiap perabotan yang ada di ruangan ini.
Merasa putus asa mereka melemparkan beberapa botol alkohol padaku, aku dengan mudah menghindarinya.
Kurasa tidak ada siapapun yang bisa menggunakan sihir di sini. Dengan hanya menggunakan sihir gravitasiku mereka jatuh ke lantai dengan keras hingga tidak ada siapapun yang bisa bergerak kecuali aku sendiri yang berjalan ke arah pemilik tempat ini.
Aku melihat.
Dia telah menantangku dengan sesuatu yang tidak bisa dia menangkan, alhasil dia harus kehilangan uangnya dan aku tidak akan membiarkannya begitu saja terlebih setelah dia memaksaku untuk bertaruh.
"Aku tidak masalah jika kalian muncul di depanku, aku hanya akan menghajar kalian seperti sekarang, yang akan kukatakan adalah aku akan mengambil uang yang kalian pertaruhkan.. aku sudah bilang akan pergi tapi kalian masih kerasa kepala untuk berjudi malah mencoba mengambil kebebasan kami, sekarang bayarlah."
"Tidak."
Aku di sini rasanya seperti orang jahat.
Aku melirik ke bangunan atas, kurasa ada brangkas di sana jadi kenapa tidak mengambilnya sendiri.
Aku menambah gaya gravitasi dan orang-orang mengerang kesakitan, aku akan membiarkan mereka seperti itu sementara aku akan mengambil semua uang yang dipertaruhkan sebelum menyusul anggota partyku.
Setelah selesai aku menemukan bahwa langit telah berubah gelap gulita, dia jalan itu aku bisa melihat Lena, Sofia dan Lifa berdiri menungguku.
"Seharusnya kalian menungguku di penginapan," kataku.
"Kami sangat khawatir, mungkin Leona akan kesusahan," ucap Lifa.
Dan aku menggelengkan kepalaku.
"Mereka terlalu sembrono, untuk sekarang bagaimana kalau kita rayakan dengan membeli makanan enak-enak."
"Yah, itu ide bagus."
"Setuju."
Itu memang hari yang melelahkan.
Pagi berikutnya kami akan melanjutkan perjalanan kembali, aku mendengar desas-desus bahwa sebuah tempat perjudian telah bangkrut hanya dengan semalam.
Orang yang telah melakukannya bahkan telah menghajar seluruh karyawan di sana, sekarang walau kami tinggal di sini kami jelas akan ditolak oleh setiap tempat perjudian.
Pergi memang pilihan baik seolah kami memang harus melarikan diri.