My Adventure In Another World

My Adventure In Another World
Chapter 59 : Negara Di Dalam Wilayah Monster



Pagi-pagi sekali Lena membangunkanku di dalam tenda hingga aku menyelimuti tubuhku dalam posisi bertahan.


"Leona sangat manis saat tertidur."


"Mungkinkah aku telah dinodai."


"Inginnya seperti itu, tapi aku punya informasi yang mencurigakan. Ada kereta yang baru melewati kita."


Itu bukan hal aneh, kereta itu pasti milik dari pedagang yang sebelumnya kita temui.


"Aku juga berfikiran sama tapi aku tidak melihat pedagang yang mengusir kita."


Aku diam sejenak, itu mungkin hanya kecurigaanku tapi aku ingin memastikannya sendiri.


Aku dan Lena pergi ke pegunungan awan dan menemukan beberapa mayat di sana tentu si pedagang juga berada di dalamnya.


Mereka tidak dibunuh dengan racun melainkan ditikam dengan senjata tajam.


"Mereka semua?" kata-kata Lena berhenti di sana.


"Mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan."


Tidak aneh jika mengasumsikan para budak itu telah menderita sekian lama dan menginginkan kebebasan, saat malam hari udara di sini sangat dingin memungkinkan mereka kesulitan bergerak dan di saat itu para budak menghabisi tuannya.


Ini adalah cerita biasa yang kita temui di beberapa novel pada umumnya.


"Mari lanjutkan perjalanan untuk kita juga."


"Mayatnya."


"Di sini hanya tanah bebatuan yang sulit digali, membawa mereka juga tidak mungkin jadi biarkan saja, meski tubuh mereka membusuk udara dingin akan membuat penyakit yang dikeluarkan mereka tidak menyebar."


"Aku mengerti."


Kurasa dengan adanya insiden ini tempat ini sendiri tidak akan populer lagi, kami menaiki barang-barang ke dalam kereta barang.


Sofia mengeluh karena dia tidak mendapatkan sesuatu dengan pancingannya tapi mau bagaimana lagi, sungai ini jarang dikunjungi ikan.


Ada kalanya Sofia membutuhkan asupan darah jadi aku biarkan Lena untuk mengurusnya, lagipula keduanya sama sekali tidak keberatan.


Suara aneh terdengar dari belakang.


Adapun untuk Lifa dia hanya menutup matanya.


"Leona aku tidak ingin selalu melihat mereka melakukan itu?"


"Sebenarnya aku juga tidak mau," kataku lemas.


Mau bagaimana lagi Sofia membutuhkan darah dan Lena membutuhkan rangsangan, syukurlah aku dan Lifa tidak terlibat hal itu.


"Jika menyusuri jalanan ini kita akan menemukan jalanan ke arah kota, sayangnya seperti apa yang kukatakan wilayah ini dipenuhi monster karena itu tetap waspada adalah kuncinya."


"Aku mengerti."


Kumpulan serigala mulai bermunculan dari segala arah, aku meminta Sofia dan Lena juga turut membantu dan membiarkan Lifa untuk mengurus keretanya.


Sofia memunculkan sayap di punggungnya lalu menggunakan sihir darah untuk meledakannya, di saat yang sama Lena merapal mantra air untuk menciptakan bilah-bilah tajam yang memotong tubuh mereka.


Untukku sedia aku hanya menggunakan tinjuku membuat sebagian kawanan beraliran menjauh, berhubung monster seperti ini masih memiliki nilai jual aku memasukannya ke dalam penyimpananku untuk ditukar nanti di kota.


Kalau saja kami mendapatkan tanaman beracun itu kami pasti akan lebih mendapatkan keuntungan.


Sebelumnya aku mendapatkan uang di sebuah bar kasino namun hampir seluruhnya kami berikan dan habiskan untuk membantu setiap tempat yang kami lalui, walau disayangkan tapi melihat wajah orang-orang yang terbantu cukup membahagiakan.


"Aku sudah selesai Leona," teriak Lena senang.


"Kerja bagus, mari lanjutkan perjalanan."


"Baik."


Kami keluar dari hutan dan menemukan sebuah kota di ujungnya.


Ini adalah negara yang dibangun di dekat kumpulan wilayah monster, dibanding membuat kota di tempat aman mereka malah mempertaruhkan hidup mereka di sini.