MIIA

MIIA
Kabar Mengejutkan



"Astaghfirullah hal'adzim." kata Saga ketika melihat kebelakang sudah tidak ada gadis yang membonceng tadi, namun beberapa detik kemudian gadis itu kembali muncul yang membuat Saga terlonjak kaget dan menghentikan sepeda motornya.


"Kok berhenti? Kamu mau apa?" tanya gadis itu


"Aku terkejut kau tidak lihat." seru Saga dengan kesalnya.


"Oh kamu terkejut. Yasudah ayo pulang." kata gadis itu dengan santainya tanpa dosa.


"Tolonglah kau jangan menggangguku lagi, aku benar-benar tidak nyaman denganmu. kau disini saja dan aku akan pulang sendiri." kata Saga


"Kenapa tidak nyaman? Saya kan hanya duduk diam saja." kata gadis itu itu


Saga tidak menghiraukan perkataan gadis itu dan tetap melajukan motornya meninggalnya. Ia beberapa kali menoleh namun tidak mendapati gadis itu. ia pun bernafas lega hingga pada akhirnya ia hampir sampai di rumahnya.


dari kejauhan Saga melihat sudah ada gadis yang tadi membonceng di belakangnya sudah duduk di teras rumahnya dengan menatapnya menatapnya sembari bermain rambutnya dengan menggulung-gulungkan.


"astaga bagaimana dia bisa sampai di sana secepat itu ah iya aku lupa dia bukan manusia tapi tetap saja aku takut padanya bagaimana dia bisa tiba-tiba mengikutiku." gumam Saga.


"kamu kok lama sekali Saga saya di sini sudah sangat kedinginan tahu." kata gadis itu dengan raut wajah kesalnya.


"Bagaimana bisa kau sudah ada disini?" tanya Saga


"Saya kan setan jadi bisa menghilang dan datang kapan saja hihihihi." jawab gadis itu dengan tertawa membuat Saga lagi-lagi merinding di buatnya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun Saga langsung masuk karena memang dia benar-benar masih takut dengan sosok gadis yang selalu mengikutinya.


"Loh, bunda belum tidur?" tanya Saga ketika melihat ibunya yang masih berada di meja makan.


"Belum lah masa iya bunda tidak nunggu anak bunda pulang dulu. Bagaimana apa mujahadahnya lancar?" tanya Sari


"Alhamdulillah tadi ada sedikit kendala tapi bisa di kondisikan." jawab Saga dengan duduk namun tatapannya tertuju pada mata ibunya yang terlihat sembab.


"bund... " ucap Saga yang langsung beralih duduk ke samping ibunya.


"Tidak ada, bunda tadi hanya teringat seseorang saja." kata Sari yang tidak pernah bisa berbohong pada Saga.


"Kirim doa saja bund insyaallah bunda akan jauh lebih tenang lagi, setelah itu bunda tidur ya. Sudah jangan di ingat terus biarkan Tante tenang di alam sana bund." kata Saga yang membuat Sari mengangguk tersenyum.


Saga mengantar ibunya menuju kamarnya namun tatapannya sedikit melirik ke gadis yang tengah duduk di atas galon dengan raut wajah sedih dan mata memerah seperti menahan tangisannya, tapi ketika tatapan matanya bertemu dengan Saga, gadis itu langsung memalingkan wajahnya seakan tidak ingin bertatap mata dengan Saga.


Setelah mengantarkan ibunya ke kamar, Saga pun duduk sebentar di meja makan sambil bermain ponselnya dan sesekali melirik lagi ke arah gadis tadi yang tengah menundukkan kepalanya.


"Ada apa dengannya..." ucap Saga yang masa bodoh kemudian ia pergi ke kamarnya.


Seperti biasanya ia selalu membersihkan tempat tidurnya dulu dan membaca doa ringan sebelum tidur. Ia masih memikirkan kejadian yang tadi terjadi di sekolahnya dan gadis misterius yang tiba-tiba muncul dan mengikutinya.


.


.


.


.


"Pagi bund." ucap Saga dengan duduk.


"Ayah sudah berangkat lebih dulu nak jadi kita sarapan berdua saja ya." kata Sari dengan duduk.


"Berdua bagaimana bund, tuh di sebelah bunda ada mahluk lagi." batin Saga dengan menatap gadis yang sudah duduk lebih dulu di meja makan.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu. Saya juga ingin sarapan." kata gadis itu yang membuat Saga hanya menatapnya sekilas saja.


Mereka pun mulai menyantap makanannya, namun ketika gadis misterius itu ingin mencomot tahu, mata Saga langsung menatapnya dengan tajamnya membuat gadis itu langsung menciut nyalinya.


"hih tatapan kamu, padahal saya hanya ingin mencicipi masakan gendis." kata gadis itu yang membuat Saga menatapnya dengan heran.


Tentu saja Saga melarangnya agar tidak menyentuh makanan apapun karena jika di sentuh olehnya sudah pasti makanan itu akan langsung basi. Tapi yang membuat Saga berfikir adalah nama yang di sebut oleh gadis itu karena terdengar asing baginya.


"Yasudah bund aga berangkat dulu ya, assalamualaikum." kata Saga dengan mengambil tasnya.


"Ya nak wa'alaikumsalam hati hati di jalan." kata Sari.


Saga mengendarai sepeda motornya menuju sekolahnya dan sosok gadis itu masih terus membonceng di belakangnya. ia hanya membiarkan saja selagi dia tidak mengganggunya.


Ia berjalan dengan santainya sembari terus mendengarkan celotehan gadis itu yang tidak ia mengerti. kadang juga gadis itu bersiul dan bernyanyi lagu Jawa seperti kebanyakan yang di lakukan sinden pada umumnya.


"Bagaimana kamu bisa membuka ruangan itu?" tanya gadis itu.


"Dengan kunci." jawab Saga singkat.


"Pagi kak...." ucap beberapa siswi yang berpapasan dengan Saga.


"Pagi." jawab Saga dengan tersenyum kecil .


"Ga sinii..." teriak alin ketika melihat Saga yang akan memasuki kelas.


"Kenapa?" tanya Saga.


"Kau tau tidak topik hangat pagi ini." kata Alin yang membuat Saga bingung.


"Ck jangan bertele-tele Lin jelaskan saja padanya, aku yakin dia tidak membuka hpnya." timpal Raja yang berdiri di samping Alin dan sudah sangat hafal dengan kebiasaan Saga


"Tentang kejadian semalam, salah satu yang kesurupan, pagi tadi pukul 5 meninggal." kata Alin yang membuat Saga terkejut.


"Hah innalilahi...jangan bercanda Lin." kata Saga yang masih syok.


"Mana mungkin aku mengatakan lelucon tentang kematian orang lain. namanya Luna siswi kelas 11A, setelah ini semua anggota OSIS akan kerumahnya beserta guru." kata Alin.


"Apakah dia sakit atau bagaimana?" tanya Saga


"Dia tidak sakit tapi memang dia sudah di tuliskan agar menjadi seperti saya." celetuk gadis itu yang membuat Saga melirik ke arahnya.


"Tadinya dia baik-baik saja tapi kata ibunya mendadak setelah solat subuh di masjid dia tidak kembali di rumah dan di temukan kecelakaan di perempatan jalan raya dekat pom bensin." jelas Alin dengan seriusnya.


"Ga, ayo." kata Raja dengan memberikan kode agar segera keluar bersama yang lainnya.